Metro

Iqbal Sayangkan Penolakan Jenazah


MAKASSAR, BKM– Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb angkat bicara terkait informasi penolakan pemakaman jenazah suspek suspek covid-19 di tempat pemakaman umum (TPU).
Iqbal sangat menyayangkan terjadinya peristiwa itu. Menurut dia, insiden penolakan ini seharusnya tidak terjadi.
Insiden penolakan ini karena warga sekitar TPU, terkejut melihat jenazah yang diantar oleh sejumlah paramedis berpakaian alat pelindung diri (APD) kesehatan.
Iqbal juga menyayangkan kepada pihak rumah sakit, yang tidak melakukan pemberitahuan kepada pemerintah sebelum membawa jenazah di pemakaman TPU milik pemerintah.
“Seandainya kami disampaikan sejak awal kan aparat bisa turun dan mensosialisasikan kepada masyarakat, ini karena kurang sosialisasi masyarakat jadi takut bahwa mobil (jenazah) datang dan bisa membuat terinfesksi (warga). Sebenarnya masalahnya cuma itu saja,” katanya.
Menurut dia, jika ada pemberitahuan pihaknya bisa meminta pihak kecamatan dan TNI POLRI, untuk siaga di TPU tersebut.
Iqbal pun mengakui dirinya baru tahu penolakan ini setelah ada ribut – ribut di Jalan raya Antang.
Ia menegaskan, semua TPU milik pemerintah tidak mempersoalkan jika ada jenazah suspek corona.
Asalkan saja kata dia, proses pemakaman sesuai dengan protokol kesehatan.”Kalau ada koordinasi pasti gak terjadi seperti ini,” katanya.
Ia pun berharap kedepan tidak ada lagi penolakan.
Sebelumnya, jenazah suspek Corona diberitakan akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panaikang, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar.
Sebalumnya, jenazah berinisial AP ini ditolak oleh warga saat akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen Pannara, Jalan Antang Raya, Kecamatan Manggala, Makassar, Selasa (31/3).
Camat Panakkukang, M Tahir Rasyid, juga angkat bicara. Ia mengatakan bahwa proses pemakaman jenazah berlangsung lancar.Proses pemakamannya dikawal ketat oleh aparat TNI, Koramil Panakkukang Kodim 1408 Makassar.
“Sudah dimakamkan di TPU Panaikang. Tadi sejumlah aparat Koramil mengawal langsung proses pemakaman,” ujar Tahir.
Lanjut Tahir, beberapa orang juga terlihat mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) kesehatan.
Ia menjelaskan, proses pemakaman di TPU Panaikang berlangsung sekitar pukul 17.50 wita.
Identitas yang dilaporkan kepihak kecamatan, AP adalah mantan Anggota Dewan DPRD Provinsi Sulsel dua periode.
Adapun riwayat kesehatan, tercatat pada 29 Maret 2020, pihak keluarga mengantar AP ke RS Wahidin Sudirohusodo jl. Perintis Kemerdekaan.
Ia dilarikan masuk ke RS Wahidin dengan gejalar suspek, ia juga mengeluhkan penyakit bawaan yakni penyakit Jantung dan Stroke. Namun setelah di RS Wahidin, ia di indikasi terkena Virus Corona Covid-19.Tepat pukul 10.15 WITA, pagi 31 maret 2020, sekitar ia dinyatakan meninggal dunia. (rhm)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.