Sulselbar

Arief: Rekomendasi Parpol Bisa Berubah


MAKASSAR, BKM–Penundaan pemilihan bupati (Pilbup) nantinya sangat berimbas kepada seluruh bakal calon yang telah mendapatkan rekomendasi dari partai politik (Parpol), baik itu masih bersatatus surat tugas hingga rekomendasi dalam bentuk form KPU yakni B1-KWK.
Sejuah ini ada beberapa Parpol yang sudah mengeluarkan rekomendasi, seperti Golkar telah mengeluarkan untuk 10 kabupaten/kota, Nasdem juga sudah mengeluarkan rekomendasi kepada kader internal mereka, sementara PDIP memberikan rekomendasi bentuk B1-KWK kepada Tomy Satria-Andi Makkasau di Bulukumba serta Basli Ali-Saiful Arif di Selayar.
Pengamat politik dari Unibos Dr Arief Wicaksono menilai tanpa jadwal Pilkada diundur pun, rekomendasi parpol masih bisa berubah. Sekali pun rekomendasi B1-KWK parpol di tangan kandidat tetap belum aman. Lantaran situasi yang dihadapi saat ini, semua kemungkinan kata dia masih bisa terjadi.
“Sepengatahan saya tidak bisa berubah. Tapi kalau ada kedaruratan seperti ini, semua hal akan berubah. Termasuk barangkali rekomendasi B1-KWK. Karena ada potensi banyak calon yang manfaatkan situasi ini,” kata Arief Wicaksono
Soal untung rugi, dosen Fisip Unibos ini mengatakan bahwa kandidat yang paling tak diuntungkan dalam situasi seperti ini. Khususnya dalam persoalan finansial.
“Dalam tanda kutip, mereka sudah membeli kursi parpol dan sana baliho juga kan. Bagi yang hanya memiliki pembeli kursi tentunya makin rugi. Karena itu masih bisa berubah. Artinya secara finansial akan kehilangan uang sekian, karena uang di parpol ialah uang mati,” tuturnya.
Parpol dengan adanya penundaan ini mereka bisa bermanuver lagi dan menempuh jalan lain. Yang paling diuntungkan ialah partai secara finansial. (rif)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.