Metro

Utamakan Pengumpulan Dana ke Teman ASN


Suryadi, Pencetus Komunitas Berbagi di Makassar (1)

BKM/JUNI SEWANG PENCETUS--Suryadi (jaket hijau) pencetus berdirinya Komunitas Berbagi di Makassar tampak memberikan bantuan ke Damianus David yang terbaring sakit.

SEMUA mahluk sosial sebenarnya memiliki empati untuk menolong, hanya saja ada yang mewujudkannya ada juga tidak. Padahal, sudah menjadi suatu kewajiban sebagai mahluk sosial untuk saling membantu sesama yang membutuhkan. Terlebih lagi jika yang membutuhkan itu adalah orang miskin dan fakir. Dari situlah tercetus terbentuknya komunitas berbagi di Makassar yang dipimpin Suryadi.

Laporan: JUNI SEWANG

Kita tidak menutup mata jika banyak para dermawan atau orang-orang yang bergabung dalam sebuah komunitas yang sudah banyak berperan menyalurkan bantuan untuk mereka dengan berbagai cara yang dilakukan hingga dapat menggalang/mengumpulkan dana untuk diberikan ke orang yang tidak atau kurang mampu.
Menurut Suryadi kepada penulis, mulanya ia hanya bergabung pada Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Makassar pada tahun 2000 hingga 2005. Sebagai seorang aparatur sipil negara di Kota Makassar, ia mulai berfikir membuat komunitas berbagi. Komunitas tersebut membagikan nasi kepada yang membutuhkan. Dengan sebungkus nasi, Suryadi sadar bahwa kepedulian terhadap sesama bisa tumbuh dari hal yang kecil sekalipun.
Ia-pun sempat bergabung pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Kota Makassar dan masuk menjadi sebagai pengurus Komunitas Bersih (Kombes) Kota Makassar sebagai Ketua LAW2 Community dari tahun 2018 hingga saat ini.
Suryadi menambahkan, komunitas berbagi bertujuan untuk berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu, seperti hal berbagi kepada keluarga Damianus David yang terbaring lemas tidak dapat lagi mencari nafkah untuk keluarganya.
“Tak terasa mata ini lembab mendengarkan kisah seorang bapak yang terjatuh setelah mondar mandir mengorek tong sampah yang berada di sekitar Jalan Toddopuli Raya Kota Makassar. Yang dicari pria berusia 72 tahun itu sesuatu yang bisa dimakan. Ia tak malu lagi kepada orang-orang di sekelilingnya meski harus membuka bungkusan makanan dan mencicipinya,” kata pria berumur 40 tahun ini.
Setelah mengetahui alamat Damianus David di Jalan Toddopuli 8 yang hidup bersama istrinya Maria 65 tahun, Suryadi hadir memberikan bantuan kepada kakek malang tersebut.
Sebagai Pengurus Kombes yang juga Ketua LAW2 Community, ia merespon permintaan tersebut dan menyerahkan paket Sedekah kepada dhuafa.”Alhamdulillah, apa yang kami berikan tidak seberapa, tetapi mudah-mudahan bisa meringankan beban hidupnya,” ungkapnya.
Saat ini ujar Suryadi, anggota komunitas berbagi makin banyak, termasuk yang ingin bergabung.”Insyaallah saya akan buatkan pertemuan besar bersama para anggota komunitas, agar kegiatan dari komunitas berbagi bisa lebih luas lagi. Termasuk mengumpulkan dana ke teman-teman ASN,” ujar Suryadi.(*)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.