Gojentakmapan

TPP ASN Takalar 59 M Kembali Mandek


TAKALAR, BKM – Di tengah keresahan masyarakat imbas penyebaran virus corona yang mengakibatkan sejumlah sektor mengalami kelumpuhan, masyarakat Takalar, khususnya aparatur sipil negara (ASN) kembali terpuruk setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar urung membayarkan tambahan penghasilan pegawai (TPP) tahun anggaran 2020 ini.
Batalnya pembayaran TPP senilai Rp59 miliar terungkap setelah tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dengan badan anggaran DPRD Takalar menggelar rapat koordinasi tentang pembahasan, pergeseran anggaran, dan dalam rapat tersebut pembayaran TPP tidak masuk dalam agenda rapat.
Menurut anggota Banggar DPRD Takalar, pembayaran TPP tidak dapat dibayarkan lantaran adanya kesalahan yang dilakukan Pemkab Takalar dalam menempatkan atau mengalokasikan anggarannya.
”Pembayaran TPP yang telah dianggarkan oleh Badan pengelola keuangan daerah (BPKD) sebesar 59 miliar rupiah tidak bisa dibayarkan. Seharusnya anggaran TPP itu dikelola masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Kesimpulannya, Pemkab Takalar tidak siap mengelola anggaran TPP dan sangat terkesan pengelolaan keuangan sangat amburadul,” jelas H Andi Noer Zaelan, anggota Banggar DPRD Takalar, Selasa (31/3).
Akibat pengelolaan keuangan yang dinilai amburadul, terpaksa DPRD Takalar tidak menyetujui pembayaran TPP. Padahal, di sisi lain pihak ASN telah lama mendambakan haknya tersebut yang telah tiga bulan tidak terbayarkan.
Sementara itu, dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Takalar melalui Kepala Bidang Anggaran, H Yusuf Susandi, mengatakan, anggaran TPP hingga saat ini belum terbayarkan, karena belum mendapat persetujuan DPRD dan dana TPP tersebut telah dianggarkan secara gelondongan.
”Iya, TPP belum terbayarkan. Karena saat RAPBD 2020 dibahas, instrumen teknis pembayaran berupa analisis dan evaluasi jabatan masih dalam tahap penyelesaian di Kementerian Pendayahunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). Bukan berarti kami tidak becus mengelola anggatan,” tandas H Yusuf Susandi. (ira/mir/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.