Metro

Tim Gugus Tugas Belum Bisa Klasterkan Pejabat


Dari Asal Usul Penyebaran Virus Corona

BKM/CHAIRIL BONGKAR--Pekerja dari Balai Besar Jalan dan Jembatan (BBPJN) sedang melakukan pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Pertokoan Ramayana Jalan AP Petta Rani. JPO tersebut dinilai menghambat proyek Tol Layang.

MAKASSAR, BKM–Meski sudah ada beberapa pejabat di Sulsel yang berstatus orang dalam pengawasan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) bahkan positif virus corona atau covid-19, Ketua Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19, Mayor Jenderal Andi Sumangerukka belum bisa mengklasterkan asal mulanya virus tersebut hingga menjangkiti sejumlah pejabat.

Pasalnya, kata Pangdam XIV Hasanuddin, penyebaran covid-19 ini sudah menjadi local transmission yang sebelumnya dimulai dari claster umrah hingga interaksi dengan pasien covid di luar Sulsel saat melakukan perjalanan atau pertemuan ke luar daerah. Dari 33 jumlah pasien yang positif sebarannya tidak hanya berasal dari klaster yang sama.
“Setelah melakukan pemantauan dan identifikasi dari 33 ini, itu tidak satu klaster. Bukan cuma yang dari umrah saja, ada beberapa pejabat juga yang kena,” bebernya.
Memang diakui, penyebaran virus corona di Sulsel makin meluas. Mulanya, wabah covid-19 ini dibawa masuk di Sulsel oleh pasien bernomor 285 dengan klaster atau klasifikasi umrah.
Pasien pertama tersebut mengalami gejala batuk dan demam sepulang melaksanakan ibadah umrah di tanah suci, pasien 285 ini meninggal sebelum diketahui statusnya sebagai positif covid-19.
Klaster covid kemudian semakin berkembang, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari kala itu menerangkan bahwa sebaran covid selain umrah ialah virus yang didapat dari daerah yang memiliki riwayat wilayah pasien positif.
Selanjutnya,Ichsan juga mengkategorikan penyebaran covid ini sudah dalam local transmission, atau penyebaran melalui interaksi antar penduduk di Sulsel. Karenanya jumlah ODP, PDP,dan positif semakin meningkat setiap hari.
Saat ini, pandemi corona juga menyerang beberapa pejabat Pemprov. Hal itu dimulai dengan pengakuan Kadinkes Sulsel, Ichsan Mustari yang menyampaikan secara langsung bahwa dirinya positif Covid-19 meski tidak ada gejala sama sekali.
Pejabat lainnya yang terpapar wabah ini ialah Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wil III Sulsel,Arsidin Rahman (52). Pejabat Pemprov ini meninggal dunia pada Sabtu malam (28/3) dalam status PDP, namun setelah diperiksa spesimennya dia dinyatakan positif.
Meski begitu, Andi Sumangerukka tidak menampik bahwa banyak pejabat maupun ASN hingga pegawai lingkup Pemprov berstatus ODP dan PDP. Hal itu, diketahui setalah pihak gugus covid melakukan tracing terhadap perjalanan atau interaksi pasien yang positif.
Menurutnya, kebanyakan dari mereka yang terpapar karena pekerjaanya yang memang beresiko, bersentuhan langsung dengan orang banyak, melakukan pertemuan dan tugas di luar daerah.
“Tentang pejabat yang covid saya rasa tidak bisa disampaikan secara langsung, tergantung kesiapan dan persetujuan yang bersangkutan.Ada yang diantara mereka (pejabat dan pegawai Pemprov) yang ODP, ada juga yang PDP,” pungkasnya.
Sementara itu, solidaritas bersama melawan penyebaran Virus Covid-19 terus menguat di Makassar. Berbagai elemen mengambil peran penting untuk saling bahu membahu menciptakan sistem pertahanan sosial demk menahan laju pandemi Virus berbahaya tersebut.
Di fasilitasi oleh Polrestabes Makassar, sebanyak 20 unit Wastafel Portable disumbangkan oleh PT Sukses Tedmond kepada Pemerintah Kota Makassar untuk di pasang di berbagai ruang publik kota.
Prosesi penyerahan alat cuci tangan ini dihadiri Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Yudhiawan, serta Pimpinan Cabang PT Sukses Tedmond Makassar, Anik Purwanti.
Iqbal Suhaeb menyampaikan apresiasi kepada PT. Sukses Tedmond Makassar yang telah memperlihatkan kepedulian dan empati terhadap keselamatan warga Makassar.
“Alhamdulillah, solidaritas kita sebagai warga kota terus menguat hari demi hari. Kemarin ada yang menyumbang mie instan, sebelumnya ada yang menyumbang tissu, ada juga masker, alat pelindung diri dan macam-macam lagi. Hari ini kami terima bantuan alat cuci tangan untuk kita pasang ditempat umum. Ini sangat berarti bagi warga yang beraktifitas diluar untuk keperluan mendesak. Rutin mencuci tangan salah satu strategi melawan perpindahan virus, termasuk juga menjaga jarak sosial dan kurangi aktifitas di luar rumah” ujar Iqbal Suhaeb usai menerima bantuan dihalaman Kantor Polrestabes Makassar.
Selanjutnya menurut Iqbal, wastafel portable tersebut akan diatur penempatannya oleh PDAM kota Makassar sekaligus mensuplai kebutuhan air bersih dan juga sabun untuk cuci tangan secara berkala.
Sementara itu, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Yudhiawan mengatakan bahwa bantuan ini disalurkan secara bertahap, dimana tahap pertama sepuluh unit, dan tahap kedua juga sepuluh unit.
“Kami mencoba memfasilitas niat baik ini dan kami yakin ini menjadi kebutuhan penting untuk kita saat ini. Budaya hidup bersih memang sebaiknya ditunjang keberadaan fasilitas yang mendukung. Semoga warga kita semakin disiplin untuk hidup bersih, menaati setiap himbauan pemerintah, agar kita semua satu visi menghadapi wabah virus ini” ujar Yudhiawan.
Sementara itu, semangat perlawanan terhadap Virus Covid-19 juga disampaikan oleh Pimpinan Cabang PT. Sukses Tedmond Makassar, Anik Purwanti.
“Kami ingin menjadi bagian dari sinergi melawan penyebaran Virus Corona di Makassar. Salah satu cara yang kami anggap strategis yakni penyediaan fasilitas kebersihan untuk warga. Mudah-Mudahan ini bisa bermanfaat, digunakan secara bijak, dan mari kita menjaga dan merawat nya secara bersama-sama” ujar Anik Purwanti.
PT. Sukses Tedmond Makassar merupakan produsen tangki air plastik dan stainless stell yang berkualitas dan berstandar SNI. Perusahaan ini berlokasi
di Kawasan Industri Makassar (KIMA) dan beroperasi di Makassar sejak tahun 2005 hingga sekarang.(nug-rhm)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.