Politik

Reaksi Balon Wali Kota Atas Rencana Penundaan


MAKASSAR, BKM–Penundaan Pilkada serentak 2020 membuat bakal calon Wali Kota Makassar menyusun ulang strategi. Terlebih hingga saat ini belum ada keputusan resmi kapan Pilkada akan dilakukan.
Bakal calon Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto berharap kejelasan jadwal Pilkada serentak segera diputuskan. “Sebab jika terlalu lama, menurutnya akan memunculkan ketidakpastian politik,” katanya.
Tak hanya itu, mantan Wali kota Makassar ini mengungkapkan jika masa jabatan 3 tahun bagi Walikota Makassar yang terpilih nantinya sangat rawan digugat.
Dirinya berharap Perpu yang diterbitkan nantinya, mengatur soal periodesasi. Di mana masa jabatan tiga tahun tersebut tidak terhitung sebagai satu periode.
“Periodikal politik mengikuti periode presiden 5 tahun yang ada pada UUD. Belum ada dalil hukum yang kuat untuk memotong menjadi 3 tahun, kecuali tidak dihitung periode kekuasaannya. Nanti yang normal 5 tahun baru terhitung,”pintanya.
Bakal calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) juga masih menunggu keputusan resmi dari KPU. Hingga saat ini, tim pemenangan dan relawan masih berpedoman pada tahapan yang lama.
Juru bicara Appi, Fadli Noor mengatakan opsi penundaan tersebut masih merupakan hasil rapat dengar pendapat antara pemerintah, DPR dan penyelenggara. Finalisasinya tentu harus dalam bentuk Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perpu).
“Hingga saat ini kami tetap bergerak sesuai tahapan yang ada, tetapi jika kemudian telah diputuskan tahapan baru yang lebih panjang maka kami tentu menyesuaikan pola gerakan dengan tahapan baru tersebut,” kata Fadli, Selasa (31/3).
Pihaknya siap mengikuti keputusan yang diambil penyelenggara, DPR dan pemerintah. “Namun apapun yang nanti diputuskan, kami senantiasa siap dengan semua regulasi baru terkait hal tersebut,”pungkasnya. (rif)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.