Metro

Olahraga dan Jangan Berdiam Diri


Prof Nurpudji: Konsumsi Makanan yang Kaya Serat saat Karantina

Prof Dr dr Nurpudji Astuti Taslim,MPH.SpGK (K)

MAKASSAR, BKM — Imbauan untuk tinggal di rumah di tengah pandemi covid-19 telah dipatuhi sebagian besar masyarakat, khususnya di Makassar. Namun, mereka diminta untuk tidak sekadar berdiam diri. Sebaliknya, harus tetap beraktivitas.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Spesialis Gizi Klinik Universitas Hasanuddin Prof Dr dr Nurpudji Astuti Taslim,MPH.SpGK (K) menyarankan hal itu. Kata dia, mereka yang kini menjalani stay at home ataupun bekerja dari rumah, agar tidak lupa untuk berolahraga. Selain itu, mengonsumsi makanan yang kaya akan serat.
”Saat ini kan tengah berlangsung proses karantina di rumah sebagai dampak dari wabah covid-19. Umumnya yang perlu dilakukan masyarakat saat membatasi aktivitas di luar dan lebih memilih berdiam di rumah, adalah mengonsumsi makanan yang kaya akan serat dan olahraga,” ujar Prof Nurpudji saat ditemui di kampus Unhas, Selasa (31/3).
Ia merekomendasikan, pukul 06.00 Wita merupakan waktu yang pas untuk berolahraga. Mereka yang sebelumnya disibukkan dengan pekerjaan di kantor, bisa memanfaatkan waktu untuk berolahraga. Karena di jam seperti itu masih sepi.
”Di jalan sekitar rumah saja itu pulang bakik 10 kali, sudah olahraga itu. Membersihkan rumah juga olahraga. Baik sepeda statis itu juga olahraga. Jadi tidak perlu jauh-jauh keluar. Cukup di sekitar saja,” terangnya.
Selain itu, ia juga merekomendasikan makanan sehat dan enak yang cocok dijadikan stok selama mengarantina diri karena covid-19. “Sebenarnya kami dari perhimpunan dokter spesialis gizi klinik, memberikan anjuran dan rekomendasi untuk masyarakat apa yang bagian dari mencegah. Yang pertama tentu kita harus mengikuti anjuran pemerintah. Tapi kalau berkaitan dengan gizi, kita selalu menganjurkan makanan seimbang. Artinya, makanan kita sehari-hari itu harus sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Untuk itu, lanjutnya, sangat penting untuk stok makanan yang mencakup sumber protein, seperti sarden dan kacang kalengan, buah dan sayur beku, tomat, ragam saus, bijian seperti beras, mi atau pasta. Juga sumber lemak sehat seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, dan selai kacang.
“Kedua, kita minta tingkatkan daya tahan tubuh dengan menambah asupan makanan yang mengandung protein. Protein itu kan bukan cuman dari daging atau telur. Tapi juga dari tempe, kacang-kacangan, dan semacamnya. Kemudian kami juga menganjurkan untuk komsumsi vitamin dan mineral. Kalau dalam kondisi seperti ini (ada wabah), kita dianjurkan vitamin D. Yah, berjemurlah di pagi hari jam 10 sekitar 15-20 menit. Sebaiknya juga mengonsumsi sayur dan buah-buahan,” ujarnya.
Buah pun dianjurkan untuk dikonsumsi. Bukanlah buah yang mahal, melainkan bisa mengonsumsi yang banyak dijual di minimarket dan pasar. Seperti pisang yang sering dijumpai, serta jambu biji yang kaya akan vitamin.
“Jadi kalau ada, bisalah konsumsi pisang dan jambu biji yang murah dan mudah didapat. Buah lain yang mengandung vitamin tinggi, seperti apel, jeruk dan alpukat juga dijual murah. Dan yang paling penting sebelum makanan, dicuci dulu semua dengan bersih. Tidak boleh lagi itu kalau mau makan apel tinggal dilap dengan tisu. Tidak seperti itu. Semua harus dicuci dengan air bersih yang mengalir,” tuturnya.
Jika masyarakat ingin konsumsi makanan instan, seperti mi ataupun ikan kaleng, dianjurkan yang rendah garam. Konsumsi terlalu banyak garam bisa membuat orang dehidrasi yang menimbulkan pusing, lelah, dan hal lain yang tidak mengenakkan.
“Sebenranya tidak apa juga dikonsumsi. Mi itu kan karbohidrat juga. Tapi sebaiknya ada tambahannya, seperti sayur dan kurangi garamnya. Semua juga serba mudah dengan belanja secara online,” jelasnya.
Prof Nurpudji melihat, selama proses karantina mandiri di rumah, banyak warga yang langsung membeli barang-barang. ”Seharusnya yah beli seperti biasa saja dan makan yang bergizi seperti biasa. Jangan panik dan asal konsumsi juga,” tandasnya.
Seharusnya, kata Prof Nurpudji, semua harus lebih teratur dibanding sebelumnya. Seperti konsumsi lauk pauk lebih teratur.
”Kita makan pagi siang malam di rumah, dalam arti asupan makanan sayur, buah, ikan dan telur ada di rumah. Ada baiknya sekarang makan itu bersama keluarga. Yang hilang dulu itu karena kita makan sendiri-sendiri karena kesibukkan kerja, sekolah, dan lain-lain. Sekarang lebih bagus asupannya bisa diatur lagi. Sebenarnya sekarang itu lebih bagus. Kita cuci tangan sampai 10 kali pun tidak masalah, karena kita tidak tahu kuman di dalam tangan itu sebanyak apa,” tutupnya. (ita)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.