Politik

Fraksi PKS Potong Gaji, Gerindra Libatkan Pengurus


Derma Legislator dan Politikus Lawan Covid-19

MAKASSAR, BKM — Wabah covid-19 kian meluas. Upaya untuk meredam penyebarannya pun intens dilakukan. Berbagai pihak berjibaku di dalamnya.
Kini, dari gedung wakil rakyat kepedulian itu datang. Para legislator yang duduk di kursi DPRD Sulsel dan Kota Makassar beramai-ramai berderma dan menyumbang.
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Sulsel hingga kini telah mengumpulkan dana sebesar Rp26.750.000. Derma tersebut telah diserahkan ke pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel yang dipimpin Surya Darma.
”Untuk penyaluran dana tersebut, fraksi telah menyerahkan ke pengurus DPW,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel Sri Rahmi, Selasa (31/3).
Langkah yang sama ditempuh Fraksi PKS di DPRD Kota Makassar. Mereka bersepakat untuk melakukan pemotongan gaji bulan April 2020. Selanjutnya disumbangkan guna membeli alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, masker untuk masyarakat dan pembelian cairan disinfektan.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Makassar Yeni Rahman, mengatakan kesepakatan pemotongan gaji tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap upaya menanggulangan wabah covid-19 yang tengah melanda saat ini.
”Untuk internal Fraksi PKS, kita sudah sepakat untuk melakukan pemotongan gaji yang diterima bulan April ini. Kita sebenarnya tidak ingin mencampuri fraksi lain. Tapi kalau ada yang melakukan hal sama, justru itu lebih bagus,” terang Yeni Rahman, kemarin.
Malahan, lanjut dia, sebelum ada kesepakatan pemotongan gaji, legislator PKS telah mengeluarkan dana pribadi untuk pembelian masker.
”Pokoknya yang kami mampu lakukan akan dilakukan. Salah satunya dengan pemotongan gaji untuk kemudian disumbangkan. Mengenai berapa besarannya, nanti kita diskusikan dengan ketua fraksi. Kami berdasarkan instruksi saja. Berarapun yang diperintahkan, kami silakan saja,” tandasnya.
Sekretaris Fraksi PKS Kota Makassar Azwar, mengamini apa yang dijelaskan Yeni Rahman. Kata dia, anggota dewan dari fraksinya sepakat untuk dipotong gajinya. Tentang jumlahnya, berapa yang disetujui partai, maka itu yang dilakukan.
”Ini kami lakukan atas nama fraksi. Untuk distribusi bantuan, kami serahkan ke partai. Nanti hasil pemotongan gaji dilaporkan penggunaannya untuk apa-apa saja,” jelasnya.
Fraksi Gerindra se-Sulawesi Selatan juga telah melakukan hal yang sama. Tak hanya anggota fraksi, namun pengurus DPD dan pengurus DPC juga ikut terlibat mengumpulkan dana untuk pembelian APD dan kelengkapan lainnya.
“Seluruh anggota DPRD se-Sulsel dan pengurus DPD Gerindra Sulsel telah memberikan sumbangannya,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulsel Edward Wijaya Horas, kemarin.
Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel Ince Langke IA juga melakukan hal serupa. “Fraksi telah memerintahkan anggota F-PG untuk ke dapil masing-masing dan memberi bantuan yang dianggap perlu kepada masyarakat,” ujar mantan ketua DPRD Selayar ini.
Sehari sebelumnya, Ince Langke yang juga wakil ketua Komisi E DPRD Sulsel berinisiatif untuk turun mengumpulkan dana guna menghadapi wabah covid-19 di Sulsel.
Fraksi Partai Persatuan Pembanguan (F-PPP) juga tak ketinggalan. “Masing-masing anggota kita beri kesempatan. Alhamdulillah, sudah dibagikan sejak satu dan dua minggu lalu. Saya pribadi sudah bagikan 2.000 cairan disinfektan dalam bentuk botol 600 ml,” ujar Ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel Imam Fauzan AU, Selasa (31/3).
Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel Andi Nurhidayati Zainuddin, menambahkan bahwa memang ada imbauan dari partai agar semua masing-masing anggota fraksi turun ke lapangan. “Mereka jalan memakai dana pribadi, melakukan upaya penanggulangan seperti memberikan bantuan disinfektan, masker, hingga sembako,” jelas Andi Nurhidayati.
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) Sulsel juga telah memerintahkan anggotanya agar turun ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing guna menyalurkan bantuan.
“Kita sudah perintahkan untuk turun ke dapil masing-masing memberikan bantuan kepad masyarakat,” ujar Ketua F-PDIP Andi Ansyari Mangkona.
Adapun Fraksi Nasdem DPRD Sulsel belum melakukan pengumpulan dana secara kolektif. Mereka baru sebatas bergerak secara pribadi. “Hingga kini belum ada. Tapi masing-masing bergerak di komisi,” ujar Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Arum Spink.
Sehari sebelumnya, komisi E DPRD Sulsel menginisiasi penggalangan dana untuk donasi tim medis di Rumah Sakit Sayang Bunda di Jalan Hertasning, Makassar. Sejauh ini dana yang terkumpul mencapai Rp 56.095.000, dan telah diserahkan ke Rumah Sakit Sayang Bunda sebagai rujukan penanganan pasien covid-19 yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Sulsel.
Ketua Komisi E DPRD Sulsel Rusdin Tabi mengatakan, langkah sosial ini terbentuk secara spontan. Kata dia, ide tersebut datang dari rekannya di komisi E dan disupport oleh anggota DPRD Sulsel lainnya.
“Sehingga bisa terkumpul dana sebanyak Rp56.095.000. Semoga bantuan ini bisa membantu tim medis kita dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaannya,” terang Rusdin Tabi.
Penanggungjawab Satuan Tugas Relawan RS Sayang Bunda dr Hisbullah Amin, mengucapkan terima kasih atas kepedulian anggota DPRD Sulsel.
“Saya berterima kasih dengan bantuan sukarela dan dapat berpartisipasi membantu kami dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini,” ujarnya. (ita-rif)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.