Sulselbar

Tim Satgas Paparkan Penanganan Virus Corona


SATGAS -- Satgas penanggulangan Covid-19 Safaruddin. DM, dr Alif, Darno dan H Khaeruddin Anas saat jumpa pers di Kantor Gubernur Sulbar, Minggu (29/3)

MAMUJU, BKM — Tim Satgas Covid- 19 Pemprov Sulbar — Kadis kesehatan Provinsi Sulbar dr Alif, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sulbar (BPBP) Darno, Kadis Perhubungan Sulbar Drs H Khaeruddin Anas dan Kadis Kominfo Sulbar Drs Ssafaruddin DM. M.AP memaparkan penanganan virus corona di Kantor Gubernur Sulbar, Minggu (29/3).

“Satgas memaparkan terkait penanganan Covid-19. Sejak 31 Januari 2020 telah dilakukan pemantauan 142 orang. Sedangkan dalam pengawasan ada tiga orang,”ujar Ketua Satgas dr Alif kepada wartawan kemarin.
Sejauh ini pasien yang dirawat di Parepare satu orang, satu pasien dirawat di RS Pelamonia dan RS Waidin Sudirohusodo Makassar sedangkan pasien asal Majene satu orang di rawat di RS Regional Sulbar.
dr Alif menambahkan pemantauan baik penanganan covid-19 yang telah tertangani di Sulbar pihaknya terus melakukan pelayanan terhadap sejumlah kasusu. Langkah Tim Satgas melakukan penanganan terus dikoordinasikan dengan tim baik di tingkat kabupaten dan provinsi.
Sementara Kadis Kominfo Sulbar Drs Safaruddin DM.M.A mengatakan masing-masing fungsi kebijakan pada kewenangan disetiap unit sesuai tugas dan fungsinya,” ujar Safaruddin.
Kepala Badan Bencana Penanggulangan Provinsi Sulbar, Darno mengatakan bantuan alat dari pemerintah pusat berupa Alat Pelindung Petugas (APD) bagi tenaga medis sudah tiba sebanyak 2.000 pic. Seluruh APD langsung dibagikan ke seluruh daerah di Sulbar maisng-masing 125 pic dan sisanya disimpan di provinsi.
Darno menambahkan BPBD telah melaksanakan sesuai SOP dalam melayani masyarakat baik yang status ODP, PDP dan lainnya.
Terkait dengan masalah perhubungan pihaknya telah melakukan komunikasi baik pada persuratan ke Pemkab termausk penanganan penutupan wilayah yang saat ini diakuinya baru sebatas wacana. Menurutnya penutupan wilayah tidak serta merta dilakukan tapi harus dikomunikasikan terlebih dahlu dengan sejumlah pihak.
“Untuk penutupan pelabuhan feri pihaknya akan bersurat ke Kementrian Perhubungan. Jika nanti opsi penutupan ditolak Kemenhub maka akses kapal Feri asal Kalimantan diberikan pengurangan jam bersandar dan dilakukan pengawasan ketat pada setiap penumpang yang turun ke Mamuju, “ujar Khaeruddin. (ala/D)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.