Metro

Rutan Tolak Tahanan Baru


Antisipasi Penyebaran Virus Corona

MAKASSAR, BKM– Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara (Lapas-Rutan) Kelas 1 Kota Makassar membuat kebijakan baru. Untuk sementara waktu, mereka menolak tahanan baru atau titipan dari kepolisian.

Penolakan tersebut dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus corona atau covid 19 di dalam lapas dan rutan.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Rutan Kelas 1 Makassar, Sulistyadi. Menurutnya, berdarkan surat dari pemerintah pusat melalui menteri tentang penundaan penerimaan tahanan ke rutan lapas, maka Lapas Kelas 1 dan Rutan Kelas 1 Makassar untuk sementara menunda penerimaan tahanan baru masuk.
“Kami dari Lapas dan Rutan Kelas 1 Makassar juga telah berkoordinasi dengan pengadilan, kejaksaan maupun di kepolisian untuk wilayah Makassar dan Gowa. Telah disepakati bahwa tahanan baru titipan kepolisian untuk sementara tidak kami layani. Hanya untuk tahanan baru dari kejaksaan itu pun harus dipastikan bahwa tahanan yang dititip sudah dipastikan bersih dan bebas dari covid 19 disamping dengan adanya surat keterangan sehat,” kata Sulistyadi.
Untuk memastikan kondisi dalam lapas dan rutan tetap aman dari virus corona, kata Sulistyadi, maka dilakukan sterilisasi bagi tahanan baru. Sterilisasi yang dilakukan dengan menyiapkan tiga kamar yang akan dihuni para tahanan baru titipan.
“Tentunya kami ingin kondisi lapas dan rutan tetap steril, makanya kami menyiapkan tiga kamar buat tahanan baru untuk diisi sementara waktu,” terangnya.
Soal sidang, Sulistyadi menyebut bahwa sidang digelar secara online. Hakim dan jaksa berada di Pengadilan Negeri Makassar dan terdakwa tetap berada di dalam rutan.
Sepekan lalu, Lapas Kelas I dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar tidak menerima kunjungan keluarga.
Selain itu, lapas dan rutan Makassar juga melakukan sejumlah protokoler kepada para pegawai dan kunjungan dari organisasi perangkat daerah lainnya. Dengan melakukan pengecekan suhu tubuh, menyemprotan disinfektan keseluruh tubuh dan kegiatan cuci tangan pakai sabun dan pembagian jadwal pelaksanaan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah/tempat tinggalnya (Work from Home/WFH) sebagai upaya pencegahan dan meminimalisasi penyebaran Covid-19.
Kepala Rutan Kelas I Makassar, Sulistyadi, menjelaskan, untuk sementara waktu pihaknya melarang keluarga narapidana membesuk sampai dengan yang ditetapkan permerintah atau saat Indonesia sudah dikatakan aman dari Covid-19.
“Kunjungan keluarga narapidana sudah ditiadakan, ini sudah berlangsung dari sepekan lalu tepatnya Senin 23 Maret, sebagai salah satu upaya kita untuk meningkatkan perlindungan, yang semula hanya pengurangan jumlah orang masuk. Tapi kini benar-benar tidak ada kunjungan,” jelas Sulistyadi.
Ketentuan ini, jelas Sulistyadi, berlaku selama 14 hari, tetapi bukan menjadi patokan. Jika dimungkinkan Indonesia belum bisa bebas dari Covid 19 tetap kita perpanjang, sampai dengan batas yang tidak kita tentukan.
Selain pembatasan kunjungan, rutan juga memberlakukan pemeriksaan suhu badan dan menyuruh cuci tangan bagi warga binaan yang baru tiba dari persidangan untuk bisa masuk kembali ke area rutan.
“selain pembesukan ditiadakan atau dilarang, harapan saya para warga binaan tidak memegang uang tunai, para warga binaan akan dibukakan rekening dan masing masing punya buku rekening untuk ditransfer, dan untuk transaksinya dalam rutan tidak menggunakan uang tunai, cukup debit,” ungkap Sulistyadi.
Hal serupa diungkapkan Kepala Pengamanan (KPLP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar, Muhammad Ali, penyemprotan dilakukan di Lapas Makassar bekerja sama dengan PMI kota Makassar.
“Beberapa hari lalu sempat kami berlakukan prosedur protokoler, kita semprotkan disinfektan. Lapas sudah seminggu tidak tidak laksanakan kunjungan fisik tapi dengan kunjungan online, video call, hand phone punya kantor, selain itu juga menggunakan skyep. Selain itu kami meminta, para pegawai juga terus menghimbau kepada narapidana agar selalu menjaga kesehatan, dengan cara mencuci tangan mengantisipasi tertular nya COVID-19, dengan mengajak berolahraga, menjaga kebersihan badan dan cuci tangan,” jelas Muhammad Ali. (arf)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.