Metro

Korban Covid-19 akan Disiapkan Pemakaman Khusus


MAKASSAR, BKM–Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Sulsel menyarankan agar ada pembuatan pemakaman khsusus untuk pasien covid-19 yang meninggal. Hal itu direspon langsung oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.
Ketua Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Sulsel, Jenderal Andi Sumangerukka membeberkan bahwa saat ini pengurusan tempat pemakaman khusus telah ditangani, lokasinya berada di Sudiang.
“Kita sudah minta ke Pemda untuk siapkan khusus pemakaman, jadi ada daerah yang terpusat dan tersentral. Nanti lokasinya di Sudiang,” bebernya.
Andi Sumangerukka membenarkan, bahwa memang sempat ada pasien PDP yang ditolak oleh warga untuk dimakamkan di Nipa-Nipa sebelumnya. Ia menjelaskan kronologinya, dimana pasien yang meninggal masih dalam status PDP. Almarhum sempat dibawa ke rumah duka namun pada saat itu juga hasil spesimennya keluar dan positif.
Akhirnya almarhum dibawa ke pemakaman Nipa-nipa Antang berdasarkan isntruksi dari keluarga, namun disana sempat ditolak dan akhirnya dimakamkan di pekuburan Sudiang.
Dijelaskan Andi Sumangerukka, pemekamanyya dilakukan sesuai standar atau protap WHO. Dimana jika ada pasien covid yang meninggal dunia akan dibungkus dengan plastik tanpa formalin. Jasad tidak boleh dimakamkan lenih dari empar jam.
“Jadi kita cuma menjalankan protokol sesuai standar WHO. Setelah pemakaman dilakukan, maka daerah itu akan disemprot cairan desinfektan untuk meghindari wabah,” ucapnya.
Ia meminta, agar kejadian sama tak berulang. Pemerintah setempat aktif mengedukasi masyarakat, tokoh ulama, dan tokoh masayrakat yang ada di masing-masing daerah bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait covid-19 ini.
“Saya tahu masyarakat belum ada edukasi mereka belum paham, mereka perlu diyakinkan saja jangan sampai panik dengan kejeadian itu,” paparnya.
Hal senada diucapkan Nurdin Abdullah, ia meminta agar kepala daerah lebih intens melakukan sosialisasi tentang pemakaman korban Covid-19. Bahwa semua yang positif tidak lagi diperkenankan kembali ke rumah, rumah sakit sudah memberikan semua pelayanan hingga pemakaman.
“Dan masyarakat perlu memaklumi, bahwa ini sudah tidak ada pengaruh apa-apa, apa lagi ada penularan dan sebagainya. Saya sedih sekali melihat ada yang akan dimakamkan harus ditolak, padahal ini bukan sebuah kejahatan, ini adalah sebuah cobaan,” ucapnya.(nug)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.