Headline

Kooperatif Mengisolasi Diri


100 Jamaah Umrah Dikarantina di Rusunawa

SIDRAP, BKM — Apa yang dilakukan 100-an orang warga Kabupaten Sidrap ini patut dicontoh. Mereka dengan kesadaran sendiri mengisolasi diri di tempat karantina yang telah disiapkan. Semuanya demi mencegah penyebaran covid-19 di wilayah Nene’ Mallomo.
Senin (30/3), mereka yang tercatat pernah melaksanakan umrah bersama dua pasien positif covid-19 asal Sidrap, mengikuti anjuran pemerintah daerah. Semuanya mengisolasi diri selama 14 hari ke depan.
Dua pasien tersebut sudah dirawat di RS Makassar dan Parepare. Sementara yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), menjalani karantina di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) milik Pemkab Sidrap.
Bupati Sidrap H Dollah Mando, Sekretaris Kabupaten Sudirman Bungi bersama Dandim 1420 Letkol (Inf) J P Situmorang dan yang mewakili kapolres Sidrap, memantau langsung kedatangan warga di rusunawa, kemarin. Kehadiran mereka untuk memastikan warga dikarantina di rusun yang menjadi pusat isolasi ODP covid-19, utamanya klaster jamaah umrah.
Sudirman Bungi selaku ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Sidrap mengatakan, segala persiapan telah matang dan rusun siap menjadi tempat isolasi.
“Sudah ada yang kami data 100 warga dari 105 eks jamaah umrah yang dikategorikan ODP. Ada juga dari travel lain selain dari Annur Maarif. Untuk standar pengawasan sterilisasi diterapkan. Semua warga yang masuk ODP kita karantina khusus selama 14 hari,”ungkap Sudirman di lokasi.
Mengenai fasilitas di rusun, Pemkab Sidrap sudah menjamin standar kebutuhan para ODP yang dikarantina. Mulai dari makan, hingga fasilitas kamar. Termasuk kondisi kesehatan mereka dicek dan diperiksa setiap hari.
“Mereka semua cukup kooperatif datang sendiri mengisolasi diri di rusunawa. Kita beri waktu hingga Senin malam pukul 24.00 Wita, semua sudah masuk karantina,” ucap Sudirman didampingi Kepala Pelaksana BPBD Siara Barang, dan Direktur RS Arifin Nu’mang dr Budi Santoso.
Hadir Asisten II Andi Faisal, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Wahida Alwi, serta CEO Annur Maarif H Bunyamin Hafid.
Data yang dicatat, eks jamaah umrah travel Annur Maarif yang dikarantina sebanyak 70 orang, dari total 105 orang. Ditambah warga ODP yang umrah lewat travel lain. Termasuk warga Sidrap yang merupakan pendatang dari luar daerah.
CEO Annur Maarif H Bunyamin, mengatakan pihaknya sangat kooperatif dengan menghadirkan semua jamaahnya yang telah melaksanakan umrah. Sementara 35 orang lainnya, tambah Bunyamin, adalah jamaah umroh dari luar Sidrap, seperti Manado, Makassar dan Maros.
“Sebenarnya kami sudah lepaskan semua ke keluarga masing-masing. Tetapi kami tidak ingin ambil risiko dan kooperatif bekerja sama dengan pemerintah. Alhamdulillah, mereka datang sendiri ke rusun. Khusus eks jamaah kami yang diluar Sidrap itu kita hubungi masing-masing untuk dikarantina,” ungkap H Bunyamin.
Untuk fasilitas khusus di rusunawa, Sekkab Sudirman Bungi menambahkan, pemerintah menjamin makanan tiga kali sehari. Termasuk diberikan kelonggaran masing-masing ada satu orang pihak keluarga turut mendampingi.
“Standar pengamanan pengawasan di rusunawa ini, pendamping keluarga hanya satu orang. Boleh diganti-ganti karena statusnya juga masuk ODP. Mereka juga rutin diperiksa kesehatannya,” ungkap Sudirman.
Sekkab berharap, para ODP ini tidak bosan selama menjalani isolasi. Mereka pun dilonggarkan untuk berolahraga di sekitar rusun. Juga diperbolehkan membawa makanan sendiri dari luar.
“Pokoknya kita service mereka agar tidak bosan selama masa karantina. Boleh keluar tapi hanya di sekitar rusun. Boleh membawa makanan sendiri sesuai kesukaannya. Asal tidak melarikan diri selama masa karantina,” tandas Sudirman Bungi.
H Hafid, salah satu eks jamaah umrah yang masuk di karantina yang juga ketua rombongan, mengaku senang dengan langkah Pemkab Sidrap mengisolasi dirinya dan rekan-rekannya.
“Isolasi ini juga sebagai wadah silahturahmi dan reunian sesama jamaah. Kami ikhlas dikarantina. Apalagi pelayanan pemerintah sangat bagus. Insyaallah kami kooperatif sampai masa karantina selesai,” tandas H Hafid.
Sekadar diketahui, Pemkab Sidrap memilih langkah tegas untuk mengisolasi eks jamaah umrah setelah diketahui dua pasien positif covid-19 dari daerah ini baru saja melaksanakan perjalanan ke tanah suci pada bulan Februari 2020 lalu.
Langkah itu diambil untuk memisahkan ODP dari masyarakat umum, sehingga diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona. (ady/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.