Headline

Batasi Pertemuan, Tunda Umumkan Calon Wakil


Aktivitas Balon Wali Kota dan Bupati di Tengah Pandemi

MAKASSAR, BKM — Bakal calon wali kota Makassar dan calon bupati punya agenda khusus dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat. Tak hanya itu, ada juga bakal calon yang memilih diam untuk sementara, serta menunda sejumlah agendanya yang sudah menjadi jadwal kerja tim pemenangan.
Balon wali kota Munafri Arifuddin alias Appi membatasi diri untuk melakukan pertemuan dengan masyarakat. Melalui timnya, Appi lebih fokus pada melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah wilayah.
“Sejauh ini kami telah melakukan penyemprotan disinfektan pada lebih dari 1.000 titik fasilitas umum. Penyemprotan dilakukan untuk membangun rasa aman dan nyaman bagi warga dengan mensterilkan lingkungannya dari ancaman penyebaran virus corona,” ujar juru bicara Appi, Mohammad Fadli Noer, Senin (30/3).
Fadli menjelaskan bahwa sambil melakukan penyemprotan, pihaknya memberikan edukasi kepada warga. “Edukasi tentang potensi penyebaran virus corona, serta imbauan untuk turut memutus rantai penyebaran dengan menjaga jarak, selalu mencuci tangan dan tetap di rumah jika tidak ada hal mendesak,” jelasnya.
Di Kabupaten Gowa, bakal calon bupati Adnan Purichta Ichsan menjadwalkan akan melakukan penyemprotan disinfektan massal pada 1 April besok.
Sementara bakal calon bupati Luwu Timur petahana Thoriq Husler telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak panik.
Soal pandemi covid-19, Thoriq Husler mengimbau agar warga tidak panik, serta mematuhi imbauan pemerintah dengan tetap di rumah saja jika tidak ada hal yang mendesak, agar pemerintah melalui tim gugus dapat bekerja dengan maksimal.
Tim gugus juga melakukan penjagaan pada batas-batas wilayah daerah. Hari ini, Selasa (31/3) Pemkab Lutim akan melakukan penyemprotan disinfektan serentak di semua kecamatan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan pola penanganan dalam memutuskan rantai penyebaran virus corona di wilayah Luwu Timur .
“Sampaikan ini ke semua camat, besok (hari ini) kita bergerak semua. Tidak boleh ada yang diam. Sekarang sudah ditetapkan bupati sebagai ketua Tim Gugus Tugas Covid-19,” ujar Husler saat memimpin rapat evaluasi penanganan corona di Ruang Sasanapraja Lutim, Senin (30/3)
Sehari sebelumnya, calon bupati Barru petahana Suardi Saleh menunda mengumumkan pasangannya. Di tengah ancaman covid-19, ia memilih mengabaikan dulu kepentingan politiknya jelang pilkada September 2020.
“Di tengah ancaman corona yang melanda bangsa kita, tentu bukan momen tepat kita bicara dan bahas dulu soal politik atau pilkada. Karena itu, saya memutuskan menunda untuk sementara waktu mengumumkan bakal calon wakil bupati (cawabup) yang akan menjadi pasangan saya di pilkada,” tandas Suardi Saleh.
Menurut dia, jauh lebih penting sekarang bagaimana untuk terus fokus melakukan berbagai antisipasi dan penanganan mengenai bahaya corona yang penyebarannya sangat cepat di Indonesia.
Apalagi, lanjut dia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI juga sudah memutuskan melakukan penundaan beberapa tahapan pilkada dengan alasan yang sama, yakni ada ancaman virus corona.
“Saya tentu sangat berharap dan memohon dukungan semua elemen warga untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus ini. Salah satunya, memperbanyak tinggal di rumah sementara waktu. Sekali lagi, abaikan dulu perbedaan pilihan politik,” imbau Suardi Saleh yang sudah mendapat rekomendasi dukungan dari Nasdem.
Ia menambahkan, lawan kita bersama sekarang ini adalah penyebaran virus corona. Olehnya itu, butuh penanganan serius dan kebersamaan, agar penularannya tidak menyebar dan bisa dikurangi di Barru.
“Lawan kita bersama sekarang adalah covid-19. Kita harus bersama-sama mencegah, mengantisipasi dan menangani penyebarannya. Ini jauh lebih penting sekarang ketimbang kita bicara soal politik. Lupakan dulu perbedaan pilihan. Barru harus bersatu, kuat dan bisa melewati ancaman ini,” tandasnya.
Ia menegaskan,ancaman covid-19 tak boleh dipandang remeh. Selain penyebarannya sangat cepat, juga korban jiwa terus bertambah jumlahnya. Apalagi sudah ada puluhan warga di Sulsel yang dinyatakan positif terinfeksi. Karena itu, ia memilih mencurahkan perhatiannya bersama sejumlah elemen warga memutus mata rantai penyebarannya.
Sebelumnya, dib erbagai kesempatan, Suardi berjanji akan mengumumkan pasangannya di pilkada 2020 paling lambat akhir Maret 2020. Hanya saja, ada situasi nasional yang butuh perhatian khusus, maka ketua DPD Nasdem Barru ini memutuskan menunda. (rhm-alp-udi/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.