Metro

Upah tak Seberapa Cukup Makan dan Bayar Kontrakan


Yusuf Wahyudi, Usaha Jasa Reparasi Jok Motor (2-Habis)

BKM/ARDHITA BERHARAP--Yusuf Wahyudi tetap semangat mencari rezeki lewat jasa jok motor. Ia berharap bisa miliki rumah sendiri.

PENDAPATAN yang diperoleh Yusuf Wahyudi terbilang kecil, meski begitu upah tersebut tetap menjadi berkah bagi diri dan keluarganya. Apalagi usaha reparasi sarung jok motor di Jalan Abdul Dg Sirua sudah banyak saingan.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Penulis sempat melihat ketelatenan Yusuf dalam memasang sarung jok motor. Seakan-akan usaha tersebut sudah menjadi ‘makanan’ kesehariannya.
Berbekal obeng dan palu ditangannya, Yusuf bisa menyelesaikan pemasangan jok motor dalam waktu lima menit dan paling lama 15 menit jika ingin dimodifikasi. Tidak ada rasa malu menekuni kerja seperti itu. Menurutnya, justru dengan pekerjaanya itu, ia bisa lebih berkreasi dan bebas terhadap tekanan suruhan.
“Saya tidak pernah kena marah dari pelanggan, karena mereka pilih sendiri motif sesuai kemuannya. Saya juga bebas kerja seperti ini di pinggir jalan, termasuk sarung jok yang saya jual tetap model baru,” ungkapnya kemarin.
Sambil mengusap keringat di dahinya, pria 36 tahun ini menceritakan kepada penulis, kalau sebelum memasang sarung jok motor, ia terlebih dahulu berdiskusi dengan pelanggannya. Khususnya sarung jok motor yang mereka senangi termasuk modifikasi jok motor mereka. Bahkan saat konsumen merasakan kepuasan, tidak ayal sering mendapat tips lebih.
“Biasa begitu, kalau yang sudah pelanggan lama pasti sering kasih lebih kadang Rp10-20 ribu. Biasanya yang datang itu yang sering modifikasi motornya,” bebernya.
Berapun uang bisa dibawah pulang untuk anak istri selagi bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, Yusuf tetap mensyukurinya. Bahkan di sela-sela usahanya menjajaki sarung jok motor Yusuf terkadang ia menjual stiker motor untuk menambah penghasilannya.
“Kadang kalau lagi sepi kayak begini tambah usaha menjual stiker, termasuk pemesanan online. Nanti kita datang pasangkan di rumahnya,biasanya Rp250-500 ribu,” tuturnya.
Harapan terbesar Yusuf adalah memiliki rumah sendiri dari hasil kerja kerasnya, walaupun sudah berusaha bekerja dan menambung selama bertahu-tahun tapi hingga saat ini harapannya itu belum bisa ia wujudkan. “Susah karena sekarang semua mahal, gaji cuman bisa untuk makan kalau tidak kerja mau makan apa bayar kontrakan juga. Maunya memang punya ruamh sendiri bisa istri jualan juga, tapi belum bisa kesampaian,” ujarnya.
Awal mula Yusuf menjual jasa reparasi jok motor tahun 2013 hingga saat ini, setelah menikah Yusuf hidup bersama keluarganya di rumah kontrakan kecil yang tidak jauh dari tempat usahanya.
Pertama kali memutuskan berusaha setelah ia sering nongkrong di bengkel motor milik temannya, tidak terlalu lama ia belajar cara memperbaiki sadel motor. Ia-pun ditawari menjual sarung sadel motor di pinggir jalan.
“Usaha saya dari suport teman, karena saya tidak punya kegiatan, tidak ada modal untuk usaha. Jadi saya ditawari jual jasa servis perbaiki ini saja (sadel) lumayan cuman butuh 15 menit saja satu kali pasang,” katanya.
Menurutnya ia harus memberi pelayanan yang memuaskan agar pelanggan tidak kecewa dan mau kembali lagi jika ingin melakukan pergantian jok. Apalagi banyak jok variasi yang ia punyai.
Untuk sekali penggantian jok motor biasanya pelanggan akan dikenakan biaya sekitar Rp35 ribu untuk sarung sadel kualitas standar, menengah Rp45 ribu, kualitas yang bagus Rp150-250 dan busa sadel ia beri tarif dengan harga Rp70 ribu.
“Tergantung kualitasnya ada harga Rp35 sampai Rp200 ribu lebih itu sudah termasuk pemasangannya. biasanya yang datang itu yang sadelnya sudah rusak, atau mau ganti dengan sadel yang empuk dan pasang busa, busa jok itu Rp70 ribu,” jelasnya. (*)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.