Kriminal

Dua Maling Spesialis Rumah Sakit Dibui


MAKASSAR, BKM — Dua orang terduga pelaku pencurian yang beraksi di Rumah Sakit Ibnu Sina, Jalan Urip Sumoharjo, kini harus merasakan dinginnya sel jeruji besi Mapolsek Panakkukang, Minggu (29/3)
.
Warga Jalan Daeng Tutu ini sebelumnya melakukan tindak pidana pencurian gawai atau ponsel milik keluarga pasien Rumah Sakit Ibnu Sina. Aksinya berakhir setelah korbannya melaporkan kehilangan barang miliknya di Mapolsek Panakkukang.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fathur Rakhman, mengemukakan, dua orang diamankan ini adalah maling dan penadahnya. Dia adalah Jayadi alias Jaya (26) dan penadahnya seorang ibu rumah tangga (IRT), bernama Endang (44).

”Kedua warga Jalan Nurdin Dg Tutu itu diamankan dirumahnya masing-masing, setelah tim Resmob Polsek Panakkukang yang dipimpin Panit 2 Reskrim Ipda Fahrul mengetahui keberadaan keduanya,” kata Kapolsek.

Perwira satu bunga melati di pundaknya ini melanjutkan, sebelumnya pihaknya menerima laporan dari keluarga pasien yang sementara berada dalam kamar perawatan kehilangan barang elektronik. Gawai korban diduga kuat dijarah maling.
Laporan korban terlampir dengan nomor aduan /220/K/III/2020 Poltestabes Makassar/ Polsek Panakkukang pada tanggal 01 Maret 2020. ”Laporan korban ditindaklanjuti tim Resmob yang turun melakukan penyelidikan. Proses penyelidikan pun berbuah hasil. Pria yang sudah dikantongi identitasnya itu menurut informasi diterima tim Resmob menyebutkan,pria yang sejauh ini dicari tengah berada di rumahnya Jalan Nurdin Daeng Tutu. Dengan sigap personel Resmob bergerak ke sebuah rumah yang ditunjukkan. Hasilnya, pria bernama Jayadi pun tertangkap, selanjutnya digelandang ke Posko Resmob Panakkukang untuk diperiksa,” jelas Kapolsek.

Dari keterangan Jayadi, selain mengakui perbuatannya yang telah mencuri dua unit gawai di Rumah Sakit Ibnu Sina, ia juga menyebutkan keterlibatan rekannya serta gawai yang dicurinya itu telah ia jual ke seorang perempuan yang merupakan tetangganya.
”Pelaku mengaku bahwa telah mencuri dua unit gawai di Rumah Sakit Ibnu Sina. Aksi pelaku tak seorang diri. Namun disebutkan ia ditemani rekannya. Gawai korban katanya dijual rekannya berinisial NK yang masih buron. Gawai itu dijual seharga Rp900 ribu dan satu unit gawai lainnya juga dijual NK lewat media sosial seharga Rp300 ribu. Hasil penjualan kemudian digunakan judi serta beli narkoba. Aksinya pun disebutkan sudah lima kali dan sasarannya rumah sakit,” beber Kapolsek menirukan pengakuan pelaku.

Usai pelaku diintrogasi, selanjutnya tim Resmob menggiring pelaku dalam pengembangan pencarian barang bukti. Hasilnya, barang bukti pun berhasil diamankan dalam penguasaan penadahnya seorang ibu rumahtangga (IRT) bernama Endang.

”Setelah pelaku dan penadahnya serta barang bukti kejahatannya disita, pelaku dan penadahnya usai menjalani pemeriksaan langsung dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) Mapolsek Panakkukang, guna menjalani proses hukum lebih lanjut,” pungkas Kapolsek. (ish/mir/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.