Headline

Prof Idrus akan Jalani Pemeriksaan Ulang


Alat Radiologi Rusak, RSWS tak Layani Check Up ODP

MAKASSAR, BKM — Hingga Kamis (26/3), mantan Rektor Unhas masih menjalani proses pengobatan di ruang isolasi RS Pendidikan Unhas. Tak seorang pun yang diperkenankan memasuki area tersebut. Termasuk pihak keluarga.
Putri Prof Idrus, dr Indrianti Idrus mengakui, kondisi sang ayah hingga saat ini masih dalam pemantauan dan tengah menjalani isolasi di RSUH. Keluarga tidak diperkenankan mendekati ruang isolasi.
“Kami dari pihak keluarga meminta doanya. Insyaallah semoga semuanya baik-baik saja. Kita juga belum bisa pastikan kondisinya. Biar tim dokter yang menangani untuk kesembuhan bapak. Karena masih akan dilakukan pemeriksaan ulang,” ujarnya perempuan yang akrab disapa dr Eche itu, kemarin.
Prof Idrus dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium Unhas, Rabu (25/3). Dia telah menjalani isolasi sejak Selasa (24/3).
Menyusul pengumuman yang menyatakan Prof Idrus positif terpapar covid-19, pihak keluarga cukup resah dengan adanya beberapa informasi yang tidak benar.
“Saya menerima pesan berantai itu, kemarin. Begini, proses penularan virus itu jika ada bersentuhan, atau mengobrol dari jarak dekat. Ibu saya saja yang tiap hari ketemu hasinya negatif. Bagaimana bisa tetagga yang jarang bicara atau ketemu bisa tertular,” jelasnya.
“Saya umumkan ini agar orang yang pernah bersentuhan atau dekat dengan bapak bisa diperiksa. Karena ada beberapa yang tidak mau ditahu sakit, malah justru menyebarkan virus itu ke mana-mana. Jadi yang tidak pernah ketemu atau ngobrol tidak usah khawatir,” tambahnya.

Penjelasan Semen Tonasa

Hingga kini, belum ada pejabat di PT Semen Tonasa yang diisolasi berkaitan dengan positifnya Prof Idrus Paturusi terjangkit virus corona. Pasalnya, selama dua pekan terakhir sebelum dinyatakan positif, Prof Idrus Paturusi tidak melakukan aktivitas di kantor pusat PT Semen Tonasa.
Termasuk penyerahan alat pelindung diri (APD) dari PT Semen Tonasa kepada tim Satgas Covid-19 Universitas Hasanuddin. Penyerahan dilakukan langsung Prof Idrus selaku komisaris PT Semen Tonasa.
”Jadi prosesi penyerahan bantuan APD dari PT Semen Tonasa kepada Satgas Covid-19 Unhas memang dilakukan Prof Idrus Paturusi selaku komisaris PT Semen Tonasa. Jadi memang beliau sudah menunggu di RS Universitas Hasanuddin. Sedangkan barang APD tersebut dari Jakarta tiba di Bandara Sultan Hasanuddin. Selanjutnya dibawa ke RS Unhas untuk diserahterimakan,” ujar Kanit Humas PT Semen Tonasa Andi Muhammad Said Chalik ketika dihubungi BKM melalui gawainya, kemarin.
Sedangkan bantuan APD untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Siang Pangkep, tambah Said Chalik, penyerahannya tidak dilakukan oleh Prof Idrus Paturusi. Tapi dibawa langsung dari Bandara Sultan Hasanuddin ke Pangkep. Jumlah APD yang diserahkan sebanyak sepuluh unit.
”Jadi perlu kami tekankan, Prof Idrus Paturusi selama dua pekan sebelum dinyatakan positif terjangkit virus corona, tidak pernah beraktivitas di PT Semen Tonasa,” tandas Said Chalik.

Kuliah Daring Diperpanjang

Menyikapi kondisi yang berkembang saat ini, pihak Unhas mengambil kebijakan untuk memperpanjang masa bekerja di rumah dan kuliah secara daring. Perpanjangan hingga tanggal 5 April 2020 itu tertuang dalam Surat Edaran Rektor Unhas Nomor: 8216/UN4.1/KP.10.01/2020.
Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, mengatakan kemungkinan adanya pasien baru yang terjangkit virus covid-19. Tidak hanya dari kalangan dosen atau civitas akademik Unhas saja. Peristiwa ini, kata dia, merupakan peringatan bagi siapa saja, bahwa kita semua berpotensi untuk terpapar covid-19. Keterbukaan seperti yang ditunjukkan Prof Idrus adalah langkah pencegahan aktif, yang akan memicu kesadaran bersama untuk selalu berhati-hati.
“Siapa saja bisa terpapar, bukan dosen di sini saja. Jadi saya imbau semua pihak untuk social distance. Sebelum menjalani isolasi, beliau masih kontak saya, menyampaikan bahwa baru saja mengecek kesiapan lab BSL-3 Rumah Sakit Unhas yang dipersiapkan untuk mendeteksi virus. Beliau menyampaikan apa-apa saja yang masih kurang di lab tersebut. Kita doakan agar beliau bisa lekas pulih,” ujar Prof Dwia.
Dijelaskan Prof Dwia, langkah yang diambil setelah menggelar rapat kemarin malam, diputuskan bahwa Unhas akan menambah masa kerja di rumah dan kuliah dilakukan secara daring. Tujuannya agar virus ini tidak menyebar di lingkungan kampus.
“Kita minta semua agar segera mawas diri. Melakukan isolasi mandiri, atau memeriksakan diri jika mengalami gejala klinis,” katanya.
Dari hasil laporan medik Rumah Sakit Umum Wahidin Sudirohusodo (RSWS) update covid-19 per Kamis 26 Maret, total orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 104 orang. ODP yang dirawat tidak ada.
Pasien dalam pemantauan (PDP) yang dirawat sebanyak 20 orang. PDP yang pulang enam orang. Menunggu hasil 20 orang. Negatif sebanyak enam orang. Positif satu orang, dan 0 meninggal.
“Terkonfirmasi positif satu orang dengan kondisi mulai membaik dan sementara menunggu hasil pemeriksaan ulang. Kita juga menyampaikan terhitung hari ini, Kamis (26/3) screening (check up) ODP untuk sementara tidak dapat kami layani. Karena ada perbaikan alat radiologi. Bisa mengecek ke RS rujukan lainnya,” ujar Kasubag Humas RSWS Dewi Rezki Nurmala, kemarin. (ita-mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.