Headline

Perpanjangan Belajar di Rumah Diputuskan 29 Maret


MAKASSAR, BKM — Ada kemungkinan program belajar di rumah untuk para siswa yang kini diterapkan di Sulawesi Selatan akan diperpanjang. Hal itu mengingat jumlah pasien positif covid-19 di daerah ini terus bertambah.
Namun keputusan memperpanjang masa belajar di rumah untuk siswa, dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Basri, harus diputuskan bersama dalam rapat Forkopimda. Direncanakan, rapat untuk membahas hal tersebut akan digelar 29 Maret mendatang.
“Kalau bukan tanggal 29, mungkin tanggal 30 kita rapat. Program belajar di rumah ini kan berakhir tanggal 31. Jadi kalau bisa kita rapat dua hari sebelumnyalah, supaya bisa kita persiapkan keputusannya bagaimana,” ujar Basri, kemarin.
Keputusan untuk memperpanjang ataupun tidak, nantinya akan melihat beberapa aspek. Termasuk perkembangan penyebaran covid-19 di Sulsel. Jika tingkatnya semakin membahayakan, kemungkinan kebijakan tersebut ditempuh.
“Kalau diperpanjang, kita melihat dinamikanya, lihat perkembangan. Apakah tingkatnya membahayakan atau tidak,” ungkap Basri.
Untuk saat ini, pembelajaran daring diterapkan pemerintah bagi para siswa. Pembelajaran ini dipantau langsung oleh kepala sekolah dan guru.
Sisi potifnya pun ada. Dikatakan Basri, pembelajaran di rumah ini merupakan kesempatan bagi kepala sekolah untuk menjalankan manajemen berbasis sekolah. Manajemen berbasis sekolah ini sendiri adalah suatu program yang ditawarkan untuk melakukan inovasi, kreasi, supaya sekolah bisa melakukan pembelajaran sesuai dengan kondisi sekolahnya masing-masing.
“Kan masing-masing sekolah punya karakter berbeda. Saya juga sudah laporkan ini ke sekjen. Kita pun dianggap memiliki kesiapan,” katanya.
Walaupun begitu, pelaksanaan peralihan belajar ini juga memiliki kendala. Terutama sekolah di remote area yang jauh. Kendala signal dan tidak semua siswa punya android masih menjadi masalah. Olehnya itu, kepala sekolah kini dibebaskan manajemen berbasis sekolah.
Artinya, di mana kepala sekolah sebagai leader melakukan inovasi bersama guru, tata usaha, orang tua siswa lewat komite. Yang terbaik dilakukan dalam rangka memberikan supporting terhadap kesuksesan pembelajaran di sekolah.
“Sekolah kan punya kondisi berbeda. Terutama di 31 sekolah yang ada di 13 kabupaten. Ada yang terbatas. Ada yang punya fasilitas, ada yang tidak. Makanya kalau tidak bisa pakai aplikasi, kita ganti melalui Whatsapp. Itu lebih mudah,” jelas Basri.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Abd Rahman Bando mengatakan, kian merebaknya covid-19 membuat pihaknya mengambil langkah preventif untuk mencegah penularan di tingkat sekolah. Karena itu, selama dua minggu ini, seluruh sekolah diliburkan.
Namun bukannya kondisi semakin membaik, jumlah penderita covid-19 di Sulsel kian bertambah. Menyikapi kondisi tersebut, Disdik akan mengambil langkah strategis. Kemungkinan untuk memperpanjang jadwal belajar di rumah masih sementara dikaji.
Menurut Rahman, pihaknya masih menunggu pengumuman atau edaran dari pemerintah pusat dan provinsi untuk mengambil langkah memperpanjang waktu belajar di rumah.
“Kita masih menunggu pengumuman atau edaran pemerintah pusat, provinsi dan Pak Pj Wali Kota untuk menjadi dasar dalam mengambil keputusan berikutnya,” ungkap Abd Rahman Bando. (nug-rhm/rus)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.