Kriminal

Cabjari Pelabuhan Tolak Tahanan Baru


MAKASSAR, BKM — Demi mencegah penyebaran Pandemi virus Corona, Kejaksaan Negeri Cabang Pelabuhan (Cabjari) Makassar, melakukan upaya tanggap darurat terhadap penyebaran wabah Corona.
Salah satunya dengan menolak penyerahan tahap dua tersangka dan barang bukti dari penyidik kepolisian. Berdasarkan adanya surat edaran dari Jaksa Agung Nomor 2 tahun 2020, tentang penyesuaian sistem kerja pegawai, dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disiase di lingkungan kejaksaan.
”Soal persidangan, kami sudah koordinasikan dengan pihak kepolisian terutama penyidik sesuai imbauan intern kami. Agar dapat menunda penyerahan tersangka dan barang bukti yang tidak mendesak,” tukas Kepala Cabjari Pelabuhan Makassar, Ardiansah Akbar, Kamis (26/3).
Apabila sudah mendesak tahanannya, kata Ardiansah, pelimpahan tahap II akan tetap dilakukan. Tapi dengan cara masa penahanan tersangka tersebut dikembalikan lagi ke penyidik.
Sedangkan untuk persidangan perkara diupayakan, sidang secara online. ”Intinya, kita lewat Vicon (Video Confrence) dengan pihak pengadilan dan dengan pihak Rutan (Rumah Tahanan),” tandasnya.
Dengan alasan karena sekarang pihak Rutan dan Lapas sudah tidak menerima tahanan baru lagi. Sejak berlakunya tanggap darurat virus Corona ini. ”Begitu juga dengan kami, mau tidak mau, tidak akan menerima penyerahan tahanan kalau tidak tidak terlalu mendesak. Namun kita kembalikan ke penyidik untuk dilakukan penahanannya disana untuk sementara waktu saja,” cetus Ardiansah.
Sejatinya, batas waktu diberlakukannya hal tersebut. Itu berlaku sejak ditetapkannya tanggap darurat Corona hingga berlaku 14 hari ke depan. ”Mungkin kalau tidak salah, minggu depan sudah berakhir. Sudah berjalan normal kembali. Kami berharap seperti itu,” pungkasnya.
Selain itu, surat edaran Jaksa Agung juga ditujukan bagi pejabat eselon V dan IV, tetap masuk berkantor namun sebisanya di rumah. ”Kecuali mendesak, tapi mau tidak mau harus di rumah. Tapi kan tidak semua bisa ditunda. Karena ada perpanjangan dan pelimpahan perkara dan sebagainya yang harus kita lakukan,” sebut Ardiansah.
Jika dibandingkan sebelum adanya persoalan Covid-19 ini. Diakui Ardiansah itu lebih mudah dan tidak ada masalah di dalam menjalankan fungsi dan tugas pokok, sebagai seorang jaksa.
Namun sejak adanya tanggap darurat Covid-19 ini, memang ada pekerjaan yang tidak seperti biasanya, karena banyak kebijakan-kebijakan yang dikesampingkan. ”Ada sedikit kesulitan karena adanya penyesuaian. Mudah-mudahan seminggu ini kita bisa melakukan penyesuaian dan pekerjaan-pekerjaan itu bisa kita laksanakan dengan baik,” ungkapnya.
Ardiansah lebih lanjut menambahkan, untuk perpanjangan masa tahanan, begitu masuk kita tidak langsung menyatakan lengkap (P-21). ”Tapi kita meminta tolong kepada penyidik, untuk memperpanjang masa penahanannya sampai di pengadilan, guna mencegah adanya virus-virus yang berkembang itu. (mat/mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.