Headline

Dua Mobil Dibarter Masker


Parepare Zona Merah Covid-19, Pinrang Berlakukan Jam Malam

PAREPARE, BKM — Di tengah pandemi covid-19 yang tengah mewabah saat ini, upaya untuk mencegah penularan dan penyebarannya terus dilakukan. Bukan hanya oleh pemerintah, namun juga masyarakat umum. Salah satunya dilakukan oleh Rachmat Pan.
Berawal dari langkanya masker di kota tempat tinggalnya Parepare, Rachmat kemudian tergerak hatinya. Ia bahkan rela menukar dua mobil miliknya guna mendapatkan alat pelindung tersebut.
Bukan mobil sembarang yang dipunyai Rachmat. Melainkan kendaraan roda empat merek Mitsubishi dobel kabin. Satu berwarna hitam. Satunya lagi kombinasi merah dan abu-abu.
Owner Indo Seafood Co.Ltd ini bahkan telah mengunggah keinginannya itu, disertai foto kedua mobil yang hendak ditukarnya melalui media sosial Facebook. Ia menyampaikannya melalui akun milik istrinya Vina Octaviani Rachmat pada tanggal 23 Maret 2020. Di situ juga dicamkan nomor kontak yang bisa dihubungi.
Gayung pun bersambut. Sejak pengusaha yang bergerak di bisnis jual beli teripang laut dan diekspor ke China dan Hongkong itu mengunggahnya, penawaran pun langsung berdatangan. Hingga kemarin sejumlah pihak telah menghubungi dan menyampaikan keinginannya untuk barter masker dengan mobil.
BKM menemui Rachmat di kediamannya dalam lokasi Terminal Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Rabu (25/3). Ia tak menampik bila ada dua unit mobilnya yang siap ditukar dengan masker.
”Saat ini masker kan langka di Parepare. Sangat sulit didapatkan. Kalau pun ada yang dijual, harganya bisa mencapai Rp250 ribu sampai Rp300 ribu per boks. Itu sangat mahal bagi masyarakat di tengah kondisi seperti saat ini,” tuturnya.
Nantinya, lanjut Rachmat, masker yang diperoleh dari barter kedua mobilnya akan dibagikan kepada masyarakat Parepare. Apalagi, kota ini telah ditetapkan masuk dalam status zona merah covid-19, menyusul adanya satu pasien yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Andi Makkasau dinyatakan positif terpapar virus corona.
Dalam penawarannya, mobil Mitsubishi Strada L200 dobel kabin tahun 2006 hendak ditukar dengan masker merek Sensi sebanyak 500 boks. Sementara yang warna hitam ditawarkan untuk masker juga merek sensi sebanyak 1.500 boks. ”Jika ada yang berminat, kami siap transaksi,” ujarnya.
Sejak unggahannya dibagikan di FB, Rachmat mengaku sudah ada pengusaha asal Palembang yang siap melakukan barter. Bahkan angka yang disampaikan melebihi ekspektasinya.
”Untuk yang mobil merah kan kami tawarkan ditukar dengan masker 500 boks. Tapi pengusaha asal Palembang itu menyanggupi memberikan 1.000 boks masker. Katanya sekalian dia menyumbang. Masker dibeli di Surabaya lalu dikirim ke Parepare,” terangnya.
Selain itu, ada pula pengusaha Malaysia asal Bone yang juga telah menyatakan kesanggupannya untuk menyumbang masker bagi warga Parepare.
Rachmat juga menjalin komunikasi dengan mitra bisnisnya yang ada di Beijing, China. Mereka bahkan telah mengirim thermal scanner (alat pengukur suhu tubuh) melalui ekspedisi. dua atau tiga hari ke depan sudah tiba di Parepare.
Langkah yang diambil Rachmat Pan mendapat apresiasi dari legilator Parepare. Karena hal itu ditempuh di tengah kelangkaan masker serta hand sanitizer.
Anggota dewan dari Partai Nasdem Yasser Latief menegaskan, seharusnya pemerintah bersama aparat penegak hukum turun ke lapangan melakukan operasi pasar. Apalagi pemerintah Parepare telah dinyatakan masuk dalam zona merah wabah covid-19.
Selain itu, setelah pemerintah pusat menunjuk RS Parepare sebagai rujukan, maka harus disiapkan APD bagi dokter, bidan serta perawat yang menangani pasien terinfeksi virus corona.
“Pemerintah pusat mestinya menyiapkan APD di rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan. Ini yang menjadi kendala. Apalagi Parepare sudah masuk zona merah setelah adanya pasien asal Pinrang yang positif corona,” kata Yasser Latief, kemarin.
Mantan jurnalis senior ini memberi support kepada pengusaha yang bergerak di bidang usaha jualbeli hasil laut, Rachmat Pan yang telah peduli kepada masyarakat untuk menukarkan mobilnya demi mendapat masker.
“Kepedulian inilah yang kita harus support. Pemerintah mesti juga peduli atas kelangkaan masker, APD, alkohol, dan sebagainya. Agar kebutuhan masyarakat bisa teratasi,”jelasnya.
Sekkot Parepare Iwan Asa’ad juga mendukung apa yang dilakukan Rachmat Pan. Kata dia, apa yang dilakukan pengusaha tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat Parepare di saat masker langka.
”Dalam kondisi seperti ini, mari kita dukung siapa saja yang bisa saling membantu terhadap saudara kita yang kesulitan dan kekurangan,” ujarnya, kemarin.

Jam Malam di Pinrang

Kabupaten Pinrang kini status waspada, setelah seorang warganya positif terinfeksi covid-19. Pemerintah setempat menerapkan jam pelayanan terbatas di semua sektor. Mulai pasar, kantor pelayanan publik hingga perbatasan kabupaten tetangga juga disterilkan dan diawasi.
Hal tersebut disampaika Bupati Pinrang HA Irwan Hamid dalam keterangan persnya kepada wartawan. Ia didampingi Wabup H Alimin dan Kapolres AKBP Dwi Santoso, serta Dandim 1404 Letkol Arm Lukman Sasono.
Dalam instruksinya, Bupati Irwan memberlakukan pelayanan terbatas dengan jam keramaian di pasar itu aktifitasnya dibatasi sampai pukul 12.00 siang sudah tutup. Selain itu, toko-toko modern (swalayan) juga hanya buka mulai pukul 10.00 Wita dan tutup pukul 16.00 Wita.
“Kita juga memberikan imbauan kepada masyarakat dengan cara berkeliling. Juga membentuk posko-posko covid-19 di setiap perbatasan Kabupaten Pinrang mulai hari ini (Rabu, 25/03),” tegas Iran, kemarin.
Dihadiri Kadis Kesehatan Pinrang drg Dyah Puspita Dewi dan Kabag Humas Dr Romi, Irwan tegas memberlakukan jam malam agar masyarakat tidak ada lagi yang berkeliaran. Pemkab juga sudah menerapkan work from home (WFH) bagi ASN dengan sistem bergilir.
“Kita tahu ada seorang warga kita sudah positif covid-19 (pasien 557 Indonesia). Pasien yang sudah positif tidak boleh dipublikasikan nama dan alamatnya. Privasinya harus dijaga,” ujar Irwan.
Irwan juga membeberkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak tujuh orang, serta pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah satu orang. Sementara yang positif satu orang. Dalam pengamatan secara umum berjumlah 183 orang.
“Pemerintah sudah menyiapkan situs informasi update terbaru soal penanganan covid-19 melalui Informasi Dinas Kesehatan Pinrang,” tandasnya. (smr-ady/b)

Komentar Anda




Comments
To Top