Politik

DPP dan Golkar Sulsel Usut Rekomendasi Palsu di Maros


IST MENYERAHKAN--Ketua umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyerahkan surat tugas kepada HA Tajerimin Nur sebagai bakal calon Bupati Maros di CCC Tanjung Bunga Makassar 8 Maret lalu.

MAKASSAR, BKM–Rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang dianggap palsu beredar di Kabupaten Maros.
Rekomendasi palsu tersebut juga ditandatangani oleh ketua umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto serta Sekjen Lodewijk Paulus untuk bakal calon bupati Sahiruddin dan Amran sebagai bakal calon wakil bupati.
Beredarnya rekomendasi palsu tersebut membuat para pendukung bakal calon Bupati Maros Andi Tajerimin Nur gusar dan gelisah. Alasannya karena dirinya telah menerima surat tugas dari ketua umum Airlangga saat pelaksanaan kegiatan tasyukuran yang digelar di Celebes Convention Center (CCC) Tanjung Bunga Makassar pada 8 Maret lalu.
Olehnya itu Tajerimin meminta agar para pendukungnya tetap bersabar dan tenang serta menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke dewan pimpinan pusat Partai Golkar, dewan pimpinan daerah (DPD) I Golkar Sulsel serta DPD II Golkar Maros.
Wakil ketua Golkar Sulsel Muhammad Risman Pasigai membenarkan jika rekomendasi DPP Golkar palsu beredar di Kabupaten Maros. Untuk itu Risman yang juga juru bicara DPD I Golkar Sulsel ini mengaku pihaknya sementara mengusut siapa yang telah membuat dan menyebarkan rekomendasi palsu tersebut.
“Sudah lama mi beredar, semua lagi di selidiki oleh DPP Partai Golkar, dan DPD I Golkar Sulsel sudah membuat edaran terkait hal tersebut,” ujar Risman.
Dia menjelaskan bahwa, biasanya banyak oknum yang bermain-main dan cari uang. Risman menyebut ini hal yang bahaya dan perlu kontrol dan koordinasi.
“Surat penetapan sementara untuk Kabupaten Maros, yang benar adalah surat yang di serahkan langsung oleh Bapak Ketua Umum Partai Golkar waktu acara deklarasi di Makassar pada tanggal 8 Maret 2020. Itu diierima langsung DPD II Kab Maros dan calon yang diusung yaitu Saudara Tajerimin,”jelas Risman.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Maros HA Patarai Amir yang dihubungi mengaku tidak tau kalau ada rekomendasi yang beredar yang diduga palsu.” Saya belum pernah melihat rekomendasi yang diduga palsu itu,” ujar Patarai.
Patarai mengakui jika rekomendasi yang sudah diterima tertanggal 7 Maret 2020 dengan nomor B-94/Golkar/III/2020 yang menetapkan sementara saudara HA Tajerimin sebagai calon kepala daerah tahun 2020. “Selain itu kami belum pernah melihat rekomendasi yang lain. Soal rekomendasi yang muncul selain nama HA Tajerimin kami belum pernah melihatnya dan kami sebagai ketua DPD Partai Golkar Maros tetap tunduk pada putusan pimpinan,” ujar Patarai. (ari/rif/c)

Komentar Anda




Comments
To Top