Sulselbar

Cadang Beras di Sulsel Masih Aman


MAKASSAR, BKM–Stok atau cadangan beras Sulsel masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan. Atau setidaknya hingga Juni mendatang.
Dikabarkan pada bulan April nanti sudah memasuki musim panen, sehingga bisa menambah stok yang ada.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar, Eko Pranoto mengungkapkan, stok beras untuk Sulsel cukup untuk tiga bulan kedepan. Cadangan beras pemerintah pun terbilang besar, yang akan disalurkan melalui Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota.
“Bulan depan sudah musim panen, diharapkan mampu menambah stok beras di Sulsel,” kata Eko.
Adapun jatah cadangan beras pemerintah untuk provinsi sebesar 200 ton, dan untuk kabupaten/kota masing-masing 100 ton.
Proses penyalurannya berdasarkan permintaan daerah, yang mengacu pada Permensos No. 22 Tahun 2019.”Stok tersedia standby di gudang Bulog,” sambungnya.
Ia menambahkan, pemenuhan permintaan oleh gubernur, bupati, wali kota, didasarkan status tanggap darurat yang ditetapkan oleh masing-masing pimpinan daerah berdasarkan hasil kajian Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Daerah.
Kepala Dinas Sosial Sulsel, Agustinus Appang, mengatakan, pihaknya akan segera mengkoordinasikan kepala dinas sosial kabupaten/kota, khususnya database keluarga diluar bantuan sosial reguler untuk cover keluarga miskin di Sulsel.
“Kita akan segera mengkoordinasikan kepada dinas sosial kabupaten/kota, khususnya database keluarga diluar bantuan sosial reguler untuk cover keluarga miskin di Sulsel,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, juga terus memantau koordinasi penanganan Covid-19. Ia mengatakan, rapat koordinasi dilakukan untuk mengantisipasi dampak kebijakan slow down aktivitas masyarakat karena Covid-19. Khususnya usaha kecil dan fakir miskin, juga untuk menjaga stok beras dan sembako.
“Ada banyak pendapatan keluarga menurun bahkan kehilangan penghasilan sehari- hari akibat pengaruh langsung kebijakan social distancing, aktivitas transaksi ekonomi menurun dan tentunya banyak keluarga terdampak. Ini harus menjadi perhatian khusus,” kata Andi Sudirman.
Diketahui, telah dilaksanakan rapat koordinasi untuk membicarakan langkah antisipasi jangka pendek dan jangka panjang akibat Covid-19. Jangka pendek untuk mengcover warga yang terdampak langsung kebijakan social distancing, sementara jangka panjang untuk mempersiapkan jika nantinya Status tanggap darurat diberlakukan di Sulsel.(nug)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.