Metro

Belanja Sembako Bisa Lewat Online


PD Pasar Siapkan 50 Kurir Antar Belanja ke Rumah

MAKASSAR, BKM — Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya dalam waktu dekat akan meluncurkan aplikasi belanja online khusus kebutuhan sembako di pasar.

Kebijakan ini ditempuh sejalan dengan himbauan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran covid19 secara pandemi.
Direktur Utama PD Pasar, Basdir, mengatakan, bagi masyarakat yang ingin belanja ke pasar, cukup berdiam diri di dalam rumah karena pesanan belanja sudah diwakilkan oleh aplikasi dan kurir yang ada.
Selain itu, kata Basdir, ada dua sistem yang digunakan PD Pasar dalam memberikan pelayanan belanja kepada masyarakat. Pertama sistem online melalui aplikasi, kemudian ke dua sistem off line dengan menghubungi nomor telepon yang tertera.
“Kita ada dua sistem, pertama sistem online via aplikasi, kita kerjasama dengan aplikasi bernama malltronik, itu bisa didapatkan di play store atau app store setiap handphone, tinggal pilih sesuai kebutuhan belanja masing-masing,” kata Basdir, Rabu (25/3).
Terkait harga, kata dia, tentu ada biaya pengantaran, hanya saja pihaknya sangat menekan biaya pengantaran itu sehingga tidak sama dengan biaya pengantaran oleh aplikasi pesan antar yang sudah ada.
“Samanji harganya, kami tidak ada up harga. Biaya pengantaran kami paling setengahnya dari biaya umum. Kita ringankan,” tungkasnya.
Sistem ke dua lanjut Basdir, yakni Sistem offline, dimana sistem ini akan menyebarkan nomor telepon operator yang bisa dihubungi setiap jam kerja pasar.
“Tinggal menelpon saja sama nomor itu, nanti operator yang sampaikan ke kurir kita,” ulasnya.
Meski belum diterapkan, namun kata Basdir saat ini pihaknya tengah melakukan training cara kerja kepada 50 staf merangkap menjadi kurir untuk seluruh pasar yang ada di kota Makassar.
“Ini sekarang lagi traning kurir 50 orang, mereka sebelum ke lokasi maka akan dilakukan pelatihan, bagaimana menghadapi belanja di pasar dan sebagainya. Diusahakan untuk semua pasar,” ulasnya.
Terkait harga khusus sistem offline ini, kata Basdir tidak ada perbedaan. “Harganya itu tidak ada perbedaan. Tinggal mungkin pengunjung mau kasi uang transportasi atau tidak,” bebernya.
Terkait standar keamanan kurir, Baddie memastikan peralatan keamanan kesehatan dimiliki setiap kurir.
“Jadi kita standar wajib masker, sarung tangan, sebelum transaksi cuci tangan, setelah transaksi cuci tangan lagi. Kurir ini adalah pegawai kami yang turun langsung, mereka saat ini dilatih dan besok (hari ini–redd) sudah diinformasikan kepastian aplikasinya,” tutup dia.
Sebelumnya, Pemkot mengeluarkan imbauan agar tempat ramai ditutup dan mengurangi aktifitas berlebih di luar rumah. Termasuk mall dan pasar yang harus dibatasi jam kerjanya. Ini semua dilakukan agar masyarakat Makassar tidak mudah terkena virus Corona atau covid19.
Sebelumnya, Direktur Operasional (Dirops) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan, menegaskan tentang keprihatinan kian menurunnya minat berbelanja di pasar tradisional. Hal itu berdampak pada makin sepinya praktik jual beli di dalamnya. Kenyataan tersebut menjadi perhatian serius PD Pasar, utamanya oleh para direksi yang belum lama ini dilantik.
Berbagai program mulai disiapkan untuk melawan gempuran sistem belanja offline (luring/luar jaringan) yang dilakukan para waralaba, serta online alias daring (dalam jaringan).
”PD Pasar sudah saatnya harus melakukan inovasi agar bisa melawan gempuran sistem belanja offline dari pasar modern dan penjualan online. Kalau tidak, bisa jadi lima hingga 10 tahun ke depan pasar tradisional akan mati secara perlahan,” ujarnya.
Untuk itu, menurut direktur Yayasan Peduli Negeri (YPN) ini, PD Pasar Makassar Raya mulai melakukan upaya massif dan terintegrasi dengan sistem offline dan online.
Caranya, kata Sahar, PD Pasar akan membuat pasar percontohan modern dan pasar wisata, agar para wisatawan yang berkunjung ke kota ini lebih nyaman berbelanja. “Kita akan bangun pasar wisata. Di pasar wisata akan menjual semua kebutuhan masyarakat dan wisatawan, seperti jajanan, oleh-oleh, sayuran hingga daging yang lebih fresh dan bersih,” ungkap Sahar.
Lokasi yang dibidik adalah kawasan Pasar Kampung Baru. Alasannya, tempat tersebut dekat dengan kawasan wisata sehingga mudah diakses.
Selain itu, tambah Sahar, PD Pasar juga akan membangun baruga pasar. Fasilitas ini berada di dalam pasar dan modelnya sama dengan minimarket yang ada saat ini. Fungsinya, jualan pedagang yang tidak terjual di siang hari akan dipasarkan melalui baruga pasar hingga pukul 24.00 Wita.
“Kita siapkan pasar baruga. Pedagang yang sudah beraktifitas siang hari hingga pukul 4 (16.00 Wita), bisa menitipkan jualannya untuk dijual pada sore hingga malam hari. Ini akan dikelola oleh koperasi,” katanya.
Sementara untuk sistem daring, PD Pasar akan bekerja sama mitra aplikasi yang sudah ada saat ini. Sehingga masyarakat sebagai konsumen tidak perlu lagi harus bermacet-macetan ke pasar, tetapi sudah bisa memesan kebutuhannya untuk diantarkan ke rumahnya masing-masing melalui aplikasi Pasar Makassar.
“Kita sudah punya aplikasi Pasar Makassar Raya. Di aplikasi itu masyarakat sudah bisa melihat 45 komoditi harga kebutuhan pokok di 10 pasar tradisional di Makassar. Melalui aplikasi ini masyarakat sudah bisa memesan sayur, ikan atau daging untuk diantarkan ke rumahnya. Kita juga akan memenuhi kebutuhan para pegawai pemkot,” jelasnya. (rhm)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.