Sulselbar

Tidak Punya APD, Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju Kuatir Jika Ada Pasien Terpapar Virus Corona


WAWANCARA -- Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso Mamuju, dr Syahrul Gani saat diwawancara wartawan terkait kesiapannya dalam menghadapi pasien Corona.
MAMUJU, BKM — Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso Mamuju, Provinsi Sulbar siap memberi pelayanan dan penanganan kepada pasien Corona. Kesiapan ini disampaikan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso, dr Syahrul Gani saat ditemui wartawan BKM di Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa (24/3).
Hanya saja menurut dr Syahrul Gani, rumah sakit yang dipimpinnya terkendala pada peralatan yang belum siap.
”Bagaimana kami petugas medis di rumah sakit ini memberikan pertolongan jika sewaktu-waktu pasien terjangkit virus Corona. Karena kami tidak dibarengi Alat Perlindungan Diri atau APD. Misal baju pelindung yang dilengkapi secara seragam. Padahal sesuai SOP pelayanan di rumah sakit, APD ini harus ada,” kata Syahrul Gani.
Syahrul Gani mengemukakan, dirinya sudah mengajukan pengusulan ke Jakarta berupa permintaan untuk APD sebanyak 100 buah. Di rumah sakit ini sendiri terdapat 107 orang tenaga medis dan paramedis.
”Kami di Sulbar hanya melakukan pengusulan. Sebelumnya kami juga melakukan komunikasi ke pihak Pemerintah Provinsi Sulbar dalam pertemuan beberapa hari lalu. Jadi dibicarakan juga soal kelengkapan sarana pendukung termasuk APD tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulbar, H Abd Rahim, SAg saat ditemui BKM, menyatakan, keberadaan Rumah Sakit Bhayangkara ini harus diberikan dukungan besar. Karena rumah sakit ini tidak hanya melayani pasien dari keluarga polisi. Tapi juga masyarakat umum.
”Sehingga kami di DPRD Provinsi Sulbar memberikan dukungan dan respo  terhadap kebutuhan dan kekurangan peralatan di Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju ini,” kata Abd Rahim.
Wakil Ketua DPRD Sulbar, H Abd Rahim saat ditemui BKM, Selasa (24/3), mengatakan, pihaknya akan melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju pada Rabu besok (25/3).
”Langkah ini kami lakukan untuk melihat kondisi peralatan juga kesiapan ruangan terhadap penanganan jika ada pasien yang terpapar Corona. Kami juga sangat merespon pengaduan tentang belum adanya perlengkapan APD yang akan digunakan tenaga medis dan paramedis jika ada pasien Corona. Untuk itu, kami di DPRD Sulbar akan membicarakannya kepada Pemerintah Provinsi Sulbar,” tutur H Abd Rahim. (alaluddin)
Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.