Gojentakmapan

Perdastri Gowa Sosialisasikan Pemutusan Penyebaran Covid-19


BKM/SAR Andi Sura Suaib

GOWA, BKM — Pascamerebaknya wabah virus Corona di Kabupaten Gowa, sejumlah masyarakat yang beraktivitas rutin di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Gowa, mengaku mulai merasa was-was. Pasalnya, pasar adalah tempat bertemunya banyak orang untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Apalagi muncul desas desus di kalangan para pedagang maupun pengunjung pasar (pembeli) jika dalam arahan pemerintah agar masyarakat melakukan social distancing measure (atau pola pengamanan jaga jarak dan tidak melakukan interaksi dengan banyak orang) akan diterapkan pula dalam pasar yakni pasar akan ditutup.
Menyikapi kecemasan masyarakat seperti di Pasar Sentral Balang-balang, Kelurahan Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdastri) Kabupaten Gowa, Andi Sura Suaib, mengajak masyarakat untuk bijak menyikapi info-info yang beredar.
Kepada Berita Kota Makassar, Minggu siang (22/3), Andi Sura Suaib yang dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, tidak ada kebijakan pemerintah untuk melakukan penutupan pasar-pasar yang ada di Gowa.
”Belum ada keputusan begitu, dik. Sekarang sementara kami sosialisasi upaya pemutusan penyebaran Covid-19 dengan memasang spanduk imbauan. Imbauan untuk warga pasar sekaligus para pengunjung pasar (pembeli). Ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” jelas Andi Sura.
Menurut Andi Sura, ada delapan poin yang harus dipatuhi para pedagang maupun pembeli. Di antaranya para pedagang dan pembeli diharapkan menggunakan masker, kaos tangan plastik, dan baju luar plastik (jas hujan tipis, menjaga kebersihan sekitar tempat jualan, sebagai upaya tidak berkembangnya virus, bakteri atau kuman, mengatur jarak antar penjual dan pembeli atau antar pembeli dan pembeli sendiri. Sehingga tidak terjadi kontak/persentuhan pakaian maupun bagian badan.
”Iya, ada 8 poin imbauan yang harus dipatuhi para pedagang maupun pembeli. Jadi perlu diingat, hingga kini belum ada kebijakan pemerintah untuk menutup aktivitas pasar. Namun para pedagang dan pembeli diharapkan dapat mematuhi 8 poin imbauan demi keselamatan kita bersama di tengah merebaknya wabah Corona,” kata Andi Sura.
Ditanya soal kondisi harga kebutuhan pokok sejak Covid-19 merebak, Andi Sura mengatakan, hingga saat ini harga kebutuhan pokok masih stabil. Tidak ada kenaikan harga yang signifikan.
Semua harga kebutuhan khususnya Sembako tetap stabil. Misalnya beras, masih pada kisaran Rp7.500 hingga Rp8.000 per liter, ayam pedaging antara Rp50.000 hingga Rp60.000 per ekor, telur antara Rp43.000 hingga Rp50.000 per rak, gula tetap Rp12.000 per liter, dan minyak goreng juga stabil. Perbedaan harga minyak goreng hanya tergantung merek produksi saja. Itu pun antara Rp11.000, Rp13.000, hingga Rp15.000 per liter. Tergantung kemasan produsen. (sar/mir)

Komentar Anda




Comments
To Top