Headline

Satu Dusun Diisolasi, Perusahaan Diliburkan


Rumah Pernah Dikunjungi Korban Covid-19

BKM/RUSDI NASARUDDIN PENYEMPROTAN-Seorang petugas melakukan penyemprotan disinfektan di rumah yang diisolasi di Dusun Labunge, Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru.

BARRU, BKM — Satu dusun di Kabupaten Barru kini diisolasi. Yakni Dusun Labunge, Desa Lampoko, Kecamatan Balusu. Langkah tersebut diambil, karena di wilayah tersebut bermukim keluarga yang pernah dikunjungi almarhumah Hf (55), warga Makassar yang meninggal akibat terpapar covid-19.
Bupati Barru Suardi Saleh yang menginstruksikan kepada Tim Gugus Percepatan Penanganan Virus Corona untuk mengisolir warga dusun tersebut. Sebanyak tujuh orang di dusun ini pernah berinteraksi dengan korban. Tim juga diminta untuk segera memeriksa semua kesehatan warga di dusun tersebut.
“Tim sudah melakukan pemeriksaan, dan Alhamdulillah kondisi kesehatannya baik. Tapi untuk antisipasi, tetap kita lakukan langkah isolasi dan pemantauan selama 14 hari,” kata Suardi Saleh.
Selain itu, lanjut Suardi, pihaknya akan menerapkan langkah yang sama terhadap sejumlah warga lain di dusun tersebut. Mengingat, di wilayah ini ada beberapa rumah kos dan pekerja di PLTU.
“Tim melakukan pemeriksaan kesehatan berupa screening terhadap semua warga di dusun ini. Dan untuk kebaikan bersama, dusun ini akan kita isolir sementara waktu,” tandasnya.
Suardi Saleh sejauh ini intens melakukan komunikasi dan koordinasi kepada tim gugus. Termasuk berkomunikasi langsung ke warga untuk memberikan pemahaman dengan langkah yang ditempuh pemerintah.
Bahkan bagi pekerja yang berdomisili di dusun ini, terutama yang ada di PLTU dan perusahaan lainnya, Suardi Saleh sudah menelepon langsung masing-masing pimpinan atau general manajer perusahaan untuk meliburkan sementara waktu.
“Kami sudah berkoordinasi dengan GM (general manajer) perusahaan untuk meliburkan karyawan dan pekerjanya dulu. Alhamdulillah, mereka merespons baik dan siap meliburkan sementara waktu,” beber Suardi.
Almarhum Hf diketahui pernah berkunjung ke rumah besannya MN yang tinggal di Dusun Labunge, Desa Lampoko, Kecamatan Balusu. Bersama enam anggota keluargan lainnya, MN yang memilikiriwayat pernah berinteraksi dengan korban kini berstatus orang dalam pemantauan (ODP).
Status ODP untuk tujuh warga ini diakui Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Virus Corona Kabupaten Barru Abustan AB. Kata dia, mereka terpaksa diisolir di rumahnya dan tidak boleh berinteraksi dengan tetangganya.
“Meski saat ini kondisi ke tujuh warga itu tetap sehat, tetapi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kami meminta mereka untuk tetap di rumah dan menjaga jarak, serta mengusahakan agar tidak satu tempat tidur dulu selama 14 hari pemantauan,” kata Abustan.
Pelaksana Harian (Plh) Sekkab Barru ini menjelaskan, selain langkah melakukan isolasi, tujuh warga satu keluarga ini untuk sementara waktu tidak boleh meninggalkan rumah selama 14 hari. Pihaknya juga sudah melakukan penanganan, seperti penyemprotan disinfektan di rumah warga dan sekitarnya.
“Terhadap keluarga ini, kita akan terus melakukan pemantauan dan penanganan untuk mengantisipasi penyebaran corona,” ujarnya.
Rumah MN disemprot disinfektan, karena saat itu ia bersama enam keluarganya sempat datang melayat ke pemakaman besannya Hf. Ketika dilakukan pemeriksaan, suhu badan MN mencapai 35,9 derajat celcius. Begitu pula dengan Ps (58) suhu tubuhnya 35,8 derajat celcius, MY (30), menantu MN yang bekerja sebagai operator exca di sebuah perusahaan memiliki suhu tubuh 35.8 derajat celcius. Sementara Gs (27) suhu badan 33,8 derajat celcius, MY (9) duhu tubuhnya 35,3 derajat celcius, MY (7) suhu tubuh 35,6 derajat celcius, dan Tj (31) memiliki suhu tubuh 35,8 derajat celcius. (udi/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.