Kriminal

Kasus PT Jamkrida Belum Ada Titik Terang


MAKASSAR, BKM — Hingga saat ini, penanganan kasus dugaan penyimpangan keuangan di PT Jamkrida oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel belum ada titik terang. Sejak ditangani pada Februari lalu, kasus tersebut justru berjalan lamban di tangan jaksa penyelidik.
Kejati Sulsel hanya berdalih jika penanganan kasus itu masih berkutat diproses pada pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan (Puldata dan Pulbaket).
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Idil, mengatakan, pihaknya memang masih terus mendalami indikasi kerugian perusahaan daerah tersebut. Dan hingga kini belum ada informasi apakah akan dinaikkan statusnya ke penyelidikan.
”Saya belum dapat info. Tapi yang jelas, ini masih pulldata pullbaket,” ujar Kasi Penkum Kejati Sulsel, Idil, Kamis (19/3).
Namun Idil mengatakan beberapa waktu lalu, pihak Kejaksaan Tinggi Sulsel telah mengundang beberapa orang untuk diklarifikasi. ”Sudah datang untuk diklarifikasi,” ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Sulsel telah melakukan pendalaman atas krisis keuangan yang dialami PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Sulsel. Hal tersebut diakui langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Firdaus Dewilmar.
Kata dia, kasus tersebut kini telah didalami Bidang Intelijen Kejati Sulsel dan saat ini telah dilakukan pengumpulan dokumen-dokumen berkaitan dengan aliran hingga laporan pertanggungjawaban PT Jamkrida.
Ia membenarkan bila timnya menemukan kalau Jamkrida ini merugi dan tidak pernah menyetorkan deviden kepada pemerintah provinsi selama didirikan ditahun 2016 lalu.
”Tidak adanya deviden, itu kan karena kata mereka Jamkrida rugi dan terus naiknya biaya operasional dari tahun ketahun. Nah, kerugian itu apakah disebabkan miss komunikasi kesalahan pengelolaan atau ada dugaan tindak pidana korupsi dalam pengeloaan itu. Itu nanti yang akan diusut,” jelas Firdaus.
Firdaus menambahkan, dalam keterangan yang didapatkan tim intelijen, kerugian Jamkrida diakibatkan hasil yang diperoleh dari jasa penjaminan kredit terhitung sejak Januari 2017 hingga Februari ini belum dapat menutupi biaya operasional perusahaan serta biaya-biaya klaim.
Selain itu, adanya tunggakan pada tujuh orang kreditur yang tercatat di Bank Sulselbar Sidrap, juga menjadi alasan Jamkrida belum bisa memberikan kontribusi ke PAD.
”Semuanya itu akan diteliti intelijen untuk memperterang penyebab kerugian Jamkrida ini,” jelas Firdaus. (mat/mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.