Gojentakmapan

Belum Ditemukan Peserta Ijtima’ Positif Corona


Satu Meninggal Dunia Karena Serangan Jantung

BKM/IST MENINGGAL MENDADAK -- Tim Forensik RSU Bhayangkara saat memeriksa detail seorang jamaah Ijtima asal Manokwari yang tiba-tiba ambruk saat berkemas lalu meninggal dunia.

GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menyatakan hingga saat ini tidak ada peserta Ijtima’ Zona Asia 2020 di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu yang dinyatakan positif Corona atau Covid-19.
Hal ini ini diungkapkan Adnan saat menjadi narasumber di salah satu program TV nasional, Sabtu malam (21/3). ”Kami punya grup yang di dalam grup itu juga ada pak gubernur bersama Forkopimda Sulsel, para bupati dan walikota yang terus melaporkan perkembangan selepas bubarnya Ijtima’ zona Asia ini. Alhamdulillah, perkembangannya sampai hari ini tidak ada yang positif Corona,” kata Bupati Adnan.
Sementara untuk peserta Ijtima’ Zona Asia, Bupati Adnan, mengatakan, sudah memindahkannya ke lokasi karantina. Yakni untuk peserta Warga Negara Asing (WNA) dipindahkan ke Hotel Grand Sayang milik Pemerintah Provinsi Sulsel. Sedangkan Warga Negara Indonesia (WNI) dipindahkan ke Asrama Haji Sudiang. Mereka dikarantina sementara sambil menunggu jadual tiket kepulangan ke negara dan daerah masing-masing.
Walau demikian, Adnan mengungkapkan, hingga saat masih ada sekitar 200 hingga 300 jamaah peserta Ijtima’ Zona Asia berada di Kecamatan Bontomarannu yang merupakan lokasi pertemuan ribuan ulama tersebut.
”Memang di lokasi yang sekarang masih ada sekitar 200 sampai 300 orang karena kapasitas Asrama Haji Sudiang sudah tidak bisa memuat untuk seluruh warga Indonesia yang dikarantina saat ini di lokasi tersebut,” kilah Adnan.
Adnan menambahkan, saat ini Pemkab Gowa bersama TNI dan Polres Gowa terus melakukan pemantauan terhadap ratusan jamaah peserta Ijtima’ Zona Asia di lokasi kegiatan di Pakkatto atau di area kompleks Ponpes Darul Ulum Desa Nirannuang hingga semuanya pulang ke kampung halaman masing-masing.
Sebelumnya diberitakan, salah seorang peserta Ijtima Zona Asia 2020, Sukardi (65), asal Manokwari, meninggal dunia pada Jumat siang (20/3) pukul 13.00 Wita di lokasi kegiatan Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu. Namun hasil diagnosa tim medis Forensik RSU Bhayangkara, jamaah tersebut meninggal dunia akibat serangan jantung. (sar/mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.