Headline

Ratusan WNA Dikarantina di Hotel


WNI Peserta Ijtima Asia Ditampung di Asrama Haji Sudiang

GOWA, BKM — Ijtima Zona Asia 2020 akhirnya dibatalkan. Padahal, sudah ribuan orang yang berkumpul di lokasi kegiatan dalam kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum Pakkatto, Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
Keputusan pembatalan diambil pada Rabu (17/3) tengah malam pukul 23.00 Wita. Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan berbicara langsung dengan dewan syuro ijtima melalui video call. Kedua pihak bersepakat untuk membatalkan acara yang mengumpulkan massa dalam jumlah besar tersebut.
Data dari panitia pelaksana, menyebut peserta yang sudah berada di lokasi hingga Rabu malam sebanyak 8.694 orang. Masing-masing warga negara asing (WNA) sebanyak 411 orang dari sembilan negara, dan 8.283 orang warga negara Indonesia (WNI).
Menyusul keputusan pembatalan itu, mereka dikeluarkan dari lokasi acara usai salat duhur, Kamis (19/3). Jamaah yang berasal dari wilayah Sulsel dan Sulbar langsung pulang ke daerahnya menggunakan kendaraan masing-masing. Sementara yang berasal dari luar negeri dan provinsi lainnya di Indonesia, dipulangkan sesuai jadwal di tiket masing-masing.
Namun sebelum jadwal tiketnya tiba, WNA dan WNI itu akan diisolasi atau dikarantina di dua tempat berbeda. Untuk WNA ditempatkan di Hotel Grand Sayang Park milik Pemprov Sulsel di Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Sedangkan jamaah dari provinsi lain di Indonesia, ditampung di Asrama Haji Sudiang.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyampaikan hal itu kepada wartawan di kantor Camat Bontomarannu, usai telekonferens oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah didampingi Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur dan Pangdam XIV/Hasanuddin, Kamis (19/3/2020) pukul 09.00 Wita.
“Jadi hari ini (kemarin) pelaksanaan Ijtima Zona Asia dibatalkan, dengan kata lain ditunda pelaksanaannya guna mengantisipasi penyeberan covid-19. Penundaan resmi ini disepakati bersama dengan panitia dan Dewan Syuro Ijtima pada Rabu malam pukul 23.00 Wita. Nah, sekarang kita agenda pemulangan jamaah. Kami dari Pemkab Gowa siap memfasilitasi kendaraan untuk pemulangannya,” terang Adnan.
Khusus untuk jamaah WNA, menurut Adnan, karantina di hotel dilakukan secara ketat. Mereka diawasi dan diperiksa kesehatannya. Sekaligus dilakukan penyemprotan disinfektan. Demikian pula dengan jamaah WNI yang jumlahnya cukup besar dan dikarantina di Asrama Haji Sudiang.
Walau telah resmi dibatalkan, peserta ijtima masih terus berdatangan di lokasi acara, kemarin. Menyikapi hal itu, Adnan menegaskan bahwa mereka langsung diarahkan ke Hotel Grand Sayang bagi WNA, dan ke Asrama Haji Sudiang yang datang dari provinsi lain.
Saat ditanya mengapa proses karantina dilakukan di tempat yang berbeda, bukan di Pakkatto yang jadi lokasi ijtima, Adnan mengatakan pihaknya ingin memisahkan WNA dan WNI. Hal itu mengingat WNA yang jadi peserta kebanyakan berasal dari negara yang telah terjangkit covid-19. Selain itu, agar kontrolnya bisa lebih mudah.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah telah menyampaikan keputusan pembatalan Ijtima Asia oleh Jamaah Tablig ini ke Presiden Joko Widodo. Pihak pemprov memfasilitasi pemondokan sekaligus karantina bagi para jamaah WNA dan WNI selama menunggu proses kepulangan ke negara dan daerah masing-masing. 
“Kami juga menyiapkan kendaraan untuk transportasi bagi jamaah menuju tempat karantina,” ucap gubernur di halaman kantor Camat Bontomarannu.
Ketua Panitia Pelaksana Ijtima Ustadz Alief Imran Kamaruddin, mengatakan pihaknya menerima pembatalan kegiatan ini demi mengantisipasi penyebaran covid-19 di wilayah Gowa.

Sterilisasi

Terkait pembersihan atau strerilisasi kamp ijtima yang hingga jelang sore kemarin masih dihuni ribuan para jamaah pendatang, Pemkab Gowa melalui Dinas Kesehatan tetap melakukan penyemprotan disinfektan.
“Sebenarnya kita dari kemarin sudah mengirim tim GPNS ke lokasi guna melakukan penyemprotan disinfektan. Hari ini (kemarin) kita masih melakukan penyemprotan kembali. Bukan hanya di kawasan kamp ijtima, tapi juga rumah-rumah warga sekitar. Termasuk masjid. Yang jelas kita berusaha semaksimal mungkin untuk minimalisir kekhawatiran warga. Kita juga meminta masyarakat untuk selalu berdoa agar hal-hal yang dikuatirkan tidak terjadi,” ujar Bupati Adnan Purichta Ichsan.
Kepala Dinas Kesehatan Gowa dr Hasanuddin mengatakan, tim penyemprotan tetap bekerja sesuai arahan bupati guna melakukan sterilisasi tempat-tempat yang dianggap rawan akibat interaksi para jamaah satu sama lain. 
“Kami tetap standby untuk melakukan penyemprotan disinfektan dan tetap mensosialisasikan penggunaan cairan pembersih tangan agar sedapat mungkin terhindar dari virus corona,” kata dr Hasanuddin.
Sementara pantauan di lokasi kamp, sejumlah jamaah asal daerah terdekat di Sulsel sudah mengemas barang bawaan untuk kembali ke daerahnya masing-masing. Sedang jamaah WNA dan WNI yang berasal dari wilayah lain di Indonesia, juga berkemas menunggu jemputan bus-bus yang disiapkan oleh Pemprov Sulsel, Polda, Kodam, Pemkab Gowa untuk dibawa ke Hotel Grand Sayang dan Asrama Haji Sudiang. 
Sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Sulsel memberi apresiasi atas langkah pemprov dan Pemkab Gowa dalam memulangkan ratusan jamaah ijtima yang sudah sehari semalam berada di Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu.Gowa.
Wakil ketua DPRD Provinsi Sulsel Syaharuddin Alrif menilai positif langkah pemulangan tersebut. “Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Gowa dan Pemprov Sulsel sudah memfasilitasi kepulangan para jamaah. Semoga tidak terjadi apa-apa. Kita doakan semua berjalan lancar,” ujar Syaharuddin Alrif, Kamis (19/3). Legislator Partai Nasdem ini juga baru saja memantau aktivitas kedatangan dan pemberangkatan di bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Hal sama dilontarkan Wakil Ketua DPRD Sulsel Darmawangsyah Muin. “Saya kira semua ada benarnya. Ijtima terlaksana oleh panitia karena mereka izin jauh sebelum wabah corona terjadi. Sedangkan pemerintah meminta penundaan acara demi menekan penyebaran virus tersebut. Ini semua demi kebaikan bersama dan masalah keselamatan bangsa. Semoga peserta ijtima dapat memahami kondisi ini dan dapat kembali ke daerah dan negara asal masing-masing,” kata Darmawangsaya.
Sebagai wakil rakyat di Provinsi Sulsel, legislator Partai Gerindra ini mengimbau untuk tidak panik tapi tetap terus menjaga keluarga masing-masing untuk sementara menahan diri dari kegiatan yang tidak perlu di luar, sampai pemerintah dan kita semua berhasil menekan penyebaran virus ini dan tim medis berhasil menyembuhkan semua yang terpapar. (sar-rif)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.