Kriminal

Lockdown Covid-19, Ahli Tolak Hadiri Sidang


Sidang Kasus Skimming Dua WNA Ditunda

MAKASSAR, BKM — Pengadilan Negeri Makassar tetap membolehkan sejumlah sidang tetap digelar. Namun karena adanya kebijakan Lockdown Covid-19 atau virus Corona, sehingga sejumlah sidang terpaksa ditunda.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus Skimming, Ridwan Saputra, mengungkapkan, sidang lanjutan perkara dua Warga Negara Asing (WNA) asal Rumania ditunda hingga dua pekan, lantaran terkendala saksi ahli yang menolak hadir karena kebijakan lockdown. Padahal, sidang dibolehkan untuk digelar Pengadilan Negeri Makassar.
”Sesuai surat edaran memang Pengadilan Negeri Makassar yang menentukan. Tapi karena kita juga ada kendala kehadiran saksi ahli, maka terpaksa harus ditunda dan tidak mungkin untuk kita paksakan,” tukas JPU Ridawan Saputra, Kamis (19/3).
Ridwan menuturkan, ahli teknologi yang rencana dihadirkan dari Jakarta, saat dikonfirmasi mengaku tak mau ambil risiko. Ia memilih untuk menaati kebijakan pemerintah untuk bekerja melalui rumah. Sehingga hal itu tidak dapat dipaksakan.
”Memang kebijakannya semua orang harus kerja dari rumah. Makanya, kita juga tidak bisa paksakan. Kita tunggu saja. Mudah-mudahan bencana nasional virus Corona ini cepat berlalu,” ungkapnya.
Meski begitu, ia tak menampik kebijakan lockdown dan penundaan sidang, dapat berpengaruh terhadap masa tahanan terdakwa. Sejatinya penundaan sidang tersebut juga demi kebaikan bersama baik para terdakwa, jaksa, hakim, dan semua pengunjung sidang di Pengadilan Negeri Makassar.
”Penundaan sidang tentu berpengaruh dengan masa penahanan terdakwa. Tapi ini bencana nasional. Kalau dipaksakan bisa-bisa semua kena imbasnya,” tutur Ridwan.
Sebab menurutnya, untuk masa penahanan akan dicarikan solusinya. ”Yang penting, kita ikuti dulu imbauan pemerintah dan tidak perlu ambil risiko,” pungkasnya. (mat/mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.