Headline

Semua Hangus, Hanya Pakaian di Badan yang Tersisa


Bus dari Palu ke Makassar Terbakar di Barru

BKM/RUSDI NASARUDDIN TERBAKAR-Kasatlantas Polres Barru AKP Maria Taruk (kiri) berdiri di depan bus Cahaya Bone yang terbakar.

BARRU, BKM — Jarum jam menunjuk pukul 03.30 Wita, Rabu (18/3). Arus lalulintas di jalan poros Barru-Parepare masih sepi. Satu dua bus berukuran besar melintas menuju arah Makassar.
Di tengah situasi tersebut, di depan kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Barru, tak jauh dari tugu patung, sebuah peristiwa terjadi. Satu unit bus warna biru tetiba terbakar. Api menghanguskan badan kendaraan serta tempat duduknya.
Sebelum api membesar dan membakar seluruh bus yang berangkat dari Palu ini, muncul percikan api dari bagian mesin di bagian belakang kendaraan. Seketika itu juga api langsung berkobar menghanguskan mobil bernomor polisi K 1565 CB ini.
Sopir bus Cahaya Bone bernama Umar (50) yang sudah panik, langsung membangunkan puluhan penumpang. Ia meminta mereka untuk segera turun dari mobil karena api semakin membesar.
Si jago merah padam sendiri setelah menghanguskan seluruh bagian bus. Dalam insiden ini, Anto (28) yang terlelap tidur di kursi paling belakang mengalami luka bakar di bagian lengan, kaki dan sebagian rambutnya. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Barru untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurut penuturan Umar, ketika mobil tengah melaju, api muncul dan seketika membesar membakar seluruh bus. “Saya baru bisa berhenti setelah melewati tugu parung. Percikan api bermula dari mesin yang terletak di bagian belakang bus. Api langsung saja membesar dan membakar seluruh bus. Pemadam tiba di TKP setelah bus hangus dilalap api,” ujarnya.
Salah seorang penumpang bernama Irfan (30) yang bekerja sebagai sales tegel, berangkat dari Palu sekitar pukul 10.00 Wita, Selasa (17/3). Ia bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil.
“Saya dari Palu mau pindah tugas ke Makassar. Istri saya dan dua anak saya sempat dibawa ke Puskesmas Padongko karena agak trauma dengan peristiwa kebakaran itu,” ujar Irfan yang ditemui di TKP.
Irfan juga menceritakan jika Anto (30), anak sopir yang tertidur di bagian belakang bus mengalami luka bakar di sebagian tubuhnya. Jumlah penumpang yang diangkut saat kejadian 16 orang. Namun yang terdaftar hanya tiga orang. Selebihnya, ada yang naik di luar kantor perwakilan.
Penumpang satu keluarga ini, sebelum bergegas turun dari bus menyatakan sempat mendengar ada warga berteriak sekitar 100 meter sebelum bus ini berhenti karena api semakin menjalar. Disampaikan menyatakan ada api di belakang mobil.
Sejumlah barang bawaan Irfan seperti laptop, gawai dan pakaian ludes dilalap api dalam bus. “Semuanya hangus terbakar. Sekarang yang tersisa tinggal pakaian di badan,” ujarnya.
Kasatlantas Polres Barru AKP Maria Taruk membenarkan kejadian yang menimpa bus penumpang Cahaya Bone. Kendaraan tersebut membawa penumpang dari Palu tujuan Makassar.
“Bus terbakar sekitar 90 persen lebih. Saya mau cek kir yang sebenarnya menjadi tanggung jawab Dishub. Sebab kir menjadi petunjuk, apakah mesin kendaraan ini sudah dicek secara berkala atau tidak. Kalau sopir bisa menunjukkan buku kir, berarti aman,” ucap polwan alumni akpol ini. (udi/b)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.