Headline

Disdik Instruksikan Guru Tetap ke Sekolah


MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Pendidikan bersikukuh untuk tidak meliburkan guru atau tenaga pendidik. Mereka diinstruksikan untuk tetap ke sekolah walau siswanya belajar di rumah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Basri, menjelaskan alasan mengapa guru tidak diliburkan. Padahal proses pembelajaran para siswa kini dipindah ke rumah masing-masing.
Ia mengatakan, guru harus menindaklanjuti proses pembelajaran dari sekolah ke rumah. Guru juga harus mengecek bagaimana proses program itu berjalan di rumah. Tentu dengan melalui aplikasi.
Yang bisa dilakukan guru, bagaimana proses koordinasi dan pengawalan terhadap program pembelajaran peralihan dari sekolah ke rumah.
“Kalau di sekolah, guru bisa berdiskusi dengan guru lainnya. Saling memberikan informasi, bertukar pikiran. Karena kalau guru di rumahnya, siapa dia mau ajak diskusi,” kata Basri, kemarin.
Jika guru tetap bekerja di sekolah, lanjutnya, maka ada ruang yang digunakan, yaitu Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Melalui MGMP, para guru bisa saling mengisi. Juga saling memberikan masukan terkait program 14 hari di rumah.
Selain itu, ditambahkan Basri, kapasitas guru bukan hanya sebagai pengajar siswa, namun juga sebagai aparatur sipil negara (ASN). Dalam rapat Forkopimda beberapa hari lalu, telah disepakati bahwa ASN di Sulsel tetap berkantor.
“Kemarin juga mereka (guru) sudah menyepakati bersama orang tua siswa dan komite (untuk tetap berkantor). Apakah proses belajar di rumah sudah benar-benar dijalankan oleh siswa dan ortunya. Itu kan dia bekerja sebenarnya,” papar Basri.
Jika para guru bekerja di rumah, maka telah menyalahi kesepakatan rapat dengan rapat forkopimda lalu. Karena guru ini statusnya adalah ASN, yang juga bertugas sebagai pegawai.
“Kesepakatan kemarin, disepakati ASN tetap berkantor seperti biasa. Kecuali ada hal yang membutuhkan penanganan-penanganan khusus, misal sakit itu baru tidak ke sekolah,” tutup Basri.
Kepala SMP Negeri 4 Makassar Husain Patta, mengatakan selama siswa belajar di rumah, guru wajib memberikan soal-soal pembelajaran kepada anak didiknya.
”Sebenarnya guru dan siswa tidak libur. Proses belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa. Cuma dipindahkan ke rumah. Artinya, belajar jarak jauh dengan menggunakan fasilitas media internet,” ujarnya, kemarin.
Penegasan serupa disampaikan Kepala SMPN 23 Makassar Sarlina. Kata dia, bahan pembelajaran dan tugas mandiri untuk siswa wajib diberikan oleh guru mata pelajaran sesuai kompetensi dasar dengan menggunakan aplikasi belajar.
Selama pelaksanaan kegiatan pembelajaran di rumah, guru tetap berkewajiban melayani dan memantau. Sedangkan kepala sekolah dan tenaga kependidikan tetap melakukan pelayanan administrasi kepada masyarakat.
“Jadi siswa tidak libur, tapi belajar di rumah. Gurunya bisa memberikan materi melalui video conference dengan menggunakan aplikasi. Kalau tugas bisa pakai kuis. Ini berlangsung hingga 31 Maret,” kata Sarlina.
Metode yang sama dilakukan di SMPN 6 Makassar. Kepsek Munir menegaskan, guru saat ini tidak dalam kondisi libur. Mereka tetap mengajar siswanya meskipun dari rumah.
“Guru tidak diliburkan dalam arti tetap mengajar walaupun mengajarnya dilaksanakan di rumah. Guru tidak harus datang ke sekolah, kecuali ada kepentingan sangat urgen. Sebenarnya siswa juga tidak libur hanya saja belajarnya di rumah masing masing dengan sistem online,” terang Munir. (nug-jun)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.