Kriminal

Tersangka Penganiayaan Diamankan


PENGANIAYAAN -- Safrilla, tersangka penganiayaan di wilayah hukum Polsek Tamalanrea.

MAKASSAR, BKM — Safrilla (24), mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Makassar berdomisili di BTP Blok M, Senin sore (16/3), diamankan anggota Polsek Tamalanrea di kampusnya, Jalan Perintis Kemerdekaan.
Safrillah diamankan karena beberapa hari lalu melakukan penganiayaan di wilayah hukum Polsek Tamalanrea. Kasubbang Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edy Supriadi Idrus melalui Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Amrullah Setiawan, mengemukakan, penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat bahwa tersangka penganiayaan di wailyah hukum Polsek Tamalamrea berada di dalam ruangan kampus di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Sehingga anggota bersama Panit 2 Reskrim Polsek Tamalanrea, Ipda Muhammad Iqbal Kosman, mendatangi salah satu kampus di Jalan Perintis Kemerdekaan dan menemukan tersangka di atas tangga gedung kampus. Langsung saja anggota mengamankannya.  Selanjutnya, tersangka dibawa ke Polsek Tamalanrea guna proses hukum sesuai perbuatannya. (jul/mir)

Tak Terima Dipecat, Dg Nangka Aniaya Dani

MAKASSAR, BKM — Aksi kejar-kejaran di Jalan Abdullah Daeng Sirua terjadi pada Senin dinihari (16/3), sekitar pukul 04.00 Wita. Belakangan diketahui jika beberapa pria mengenakan pakaian biasa merupakan tim Resmob Polsek Panakkukang yang sementara menguber seorang pria yang diduga pelaku penganiaya seorang warga Jalan CV Dewi.
Setelah lokasi diblokade, pria diuber itu pun tak bisa lagi berkutik. Polisi langsung membekuknya, selanjutnya menggiring terduga pelaku ke Posko Resmob Polsek Panakkukang untuk menjalani pemeriksaan.

Di depan polisi, pria diamankan ini menyebutkan identitasnya bernama Poka Dg Nangka berusia 43 tahun, beralamat di Jalan Balana, Kecamatan Panakkukang.
Dia juga mengaku dirinya sampai ditangkap karena menganiaya seorang lelaki di Jalan CV Dewi.
Itu dilakukan lantaran kesal terhadap lelaki yang dianiayanya itu karena dirinya kehilangan pekerjaan.

”Saya sangat marah sama korban (Syahir Dani alias Anci). Dia memecat saya jadi sekuriti di kompleks perumahan. Sehingga saya kehilangan pekerjaan pak. Makanya, setelah kejadian itu saya menaruh marah. Selanjutnya mendatangi korban yang sementara duduk. Saya langsung tarik kerah baju korban lalu memukuli wajahnya,” ungkap Poka.
Sementara itu, Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fathur Rakhman mengemukakan, Poka yang akrab disapa Dg Nangka diamankan untuk menjalani proses hukum atas laporannya dalam tindak pidana penganiayaan.

”Kami menindaklanjuti laporan korban setelah korban melayangkan laporan. Disebutkan korban bahwa dirinya dianiaya pria yang dikenalinya. Tim Resmob Polsek Panakkukang dipimpin Panit II Reskrim, Ipda Fahrul langsung bergerak menindaklanjuti laporan korban dengan turun menyelidiki. Ketika melihat petugas kepolisian, tersangka langsung ambil langkah seribu. Aksi kejar-kejaran pun berlangsung. Meski begitu, lokasi telah diblokade hingga tersangka pun tak bisa berkutik lagi,” kata Kapolsek.

Selanjutnya, kata Kapolsek, tersangka dibekuk. Penggeledahan badan pun dilakukan dan ditemukan sebilah pisau yang diselipkan di pinggangnya. Selanjutnya, tersangka dan barang buktinya digiring ke Posko Resmob Polsek Panakkukang.
”Tersangka yang diinterogasi mengakui perbuatannya menganiaya korban. Ia menganiaya korban karena kesal. Korban memecatnya. Begitulah pemicunya. Meski demikian, tersangka diamankan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tandasnya. (ish/mir/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.