Headline

Satu Pasien di Bone, Dua di Parepare


MAKASSAR, BKM — Dalam sehari, Selasa (16/3), tercatat ada tiga orang yang terdeteksi suspek covid-19. Mereka dirawat di dua rumah sakit berbeda. Masing-masing satu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru, Watampone dan dua di RSUD Andi Makkasau, Kota Parepare.
Di Bone, seorang perempuan usia 75 tahun dilarikan ke rumah sakit pada pukul 11.00 Wita. Humas RSUD Tenriawaru Ramli, membenarkan hal itu.
“Iya, benar ada dibawa ke sini. Gejalanya demam tinggi, batuk, radang tenggorokan dan juga katanya menggigil. Tapi kita belum bisa pastikan positif atau tidak. Sementara masih ditangani oleh dokter,” ucap Ramli di ruang kerjanya, kemarin.
Terhadap pasien, dokter langsung melakukan pemeriksaan sesuai prosedur. Dokter memeriksa foto torax, lalu kemudian dimasukan di ruang isolasi.
“Dari keterangan keluarga, pasien ini memang baru baru pulang dari Jakarta. Sebelumnya memang sudah sakit di rumah beberapa hari kemudian baru dibawa ke sini,” tambahnya.
Hingga sore kemarin, pasien masih berada di ruang isolasi. Rencananya akan dirujuk ke salah satu rumah sakit rujukan di Makassar. Namun pihak RSUD Tenriawaru Bone belum mendapat jawaban dari Makassar di rumah sakit mana yang siap menerimanya.
“Kita mau rujuk ke Makassar. Kami sudah mengirimkan data ke semua rumah sakit rujukan di Makassar, namun belum ada jawaban sama sekali, jadi kita sementara masih menunggu,” ujar Ramli.

Di RSUD Andi Makkasau Parepare, ada dua pasien diduga suspek covied-19 yang tengah menjalani perawatan. Pasien pertama berasal dari Polman, Sulbar. Sementara satunya lagi merupakan rujukan dari RS Fatimah, Pinrang berusia 61 tahun.
Pasien pertama tiba di Parepare kemarin sekitar pukul 16.30 Wita dari RS Polman, Sulbar. Ia langsung diisolasi dan masuk ruangan Boigenville RSU Andi Makkasau.
Infokom RSU Andi Makkasau Parepare, Farida mengatakan pasien dari Polman itu langsung mendapat perawatan intensif di ruang isolasi. Pihaknya belum bisa memastikan apakah pasien ini positif covid-19. ”Masih gejala. Jadi statusnya pasien dalam pengawasan (PDP),” ujarnya.
Direktur RSU Andi Makkasau Parepare dr Reny As, membenarkan jika pasien dengan gejala covid-19 ini sementara ditangani pihak rumah sakit. Ia mengalami batuk dan demam.
”Karena berada dalam ruang isolasi, pasien tidak bisa dibesuk. Sementara dirawat oleh tim pencegah covid-19,” jelasnya. (*-smr/rus)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.