Headline

RS Tiadakan Besuk dan Batasi Penjaga Pasien


MAKASSAR, BKM — Antisipasi merebaknya covid-19 di Sulawesi Selatan terus dilakukan. Pengelola sejumlah rumah sakit kini meniadakan jadwal besuk serta membatasi penjaga pasien.
Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar telah memutuskan untuk meniadakan jam besuk atau jam berkunjung bagi masyarakat yang ingin masuk di area perawatan pasien. Langkah untuk mencegah penyebaran covid-19 berlaku sejak Senin (16/3) sampai batas waktu yang ditetapkan.
Kasubag Humas dan Pemasaran RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Dewi Rizki Nurmala, mengatakan hal itu diputuskan dalam rapat.
“Kami melarang pengujung luar masuk sebagai bentuk kewaspadaan. Semua perlu melakukan upaya pencegahan, terutama mengurangi aktivitas di luar rumah. Kita perlu lakukan upaya preventif untuk mencegah penyebarannya,” ujar Dewi, Selasa (17/3).
Dari hasil pemantau, sejak adanya pemberitahuan yang diumumkan pihak RS, pengunjung RSUP Wahidin mulai berkurang. Yang tampak hanyalah penjaga pasien rawat jalan.
Setiap memasuki area UGD, ruang perawatan dan rawat jalan, pasien ataupun pengantar dicek oleh petugas yang berjaga sebelum masuk ke area.
“Jadi semua kegiatan sementara ini kami hentikan dulu. Nanti informasi lanjutannya kita sampaikan. Khusus untuk pasien rawat jalan dibatasi maksimal dua pengantar, dan dilakukan pengecekan suhu sebelum masuk area poliklinik yang dilakukan petugas kami yang berjaga. Begitu pun dengan pejaga pasien, hanya satu orang dan pasien harus memakai masker,” ujarnya.
Disebutkan Dewi, jumlah pasien yang sudah menjalani pemeriksaan tes covid-19, RSUP Dr Wahidin tercatat sebanyak empat orang namun masih menunggu hasil uji laboratorium.
“Kita belum bisa katakan suspek, karena hasil pemeriksaan semua dikirim ke Kemenkes. RS tidak berhak membeberkan data privacy pasien. Kami ini hanya RS rujukan covid-19,” terangnya.
Selain di Makassar, beberapa rumah sakit di daerah juga menerapkan hal serupa. Seperti di RS Batara Siang, Pangkep dan RS H Padjonga Dg Ngalle, Takalar.
Terhitung sejak 17 Maret 2020, pihak RS Batara Siang mengeluarkan surat larangan kepada keluarga untuk tidak membesuk pasien yang sedang rawat inap di rumah sakit tersebut. Direktur RS Batara Siang dr Annas Ahmad melalui humasnya Mansyur, menyatakan pihaknya memberlakukan larangan tersebut sejak Selasa(17/3).
”Jadi pembesuk pasien tidak diperkenankan masuk area rawat inap. Jam berkunjung ditiadakan,” ujar Mansyur, kemarin.
Selain itu, pihak rumah sakit hanya mengizinkan penjaga pasien sebanyak satu orang. Kecuali pasien kritis, maksimaldijaga dua orang. Kondisi penjaga tersebut tidak dalam keadaan demam, batuk, dan flu.
“Begitu pula dengan pasien rawat jalan/poliklinik, masuk area rawat jalan diantar maksimal satu orang. Hal ini untuk mengurangi kepadatan aktivitas di rumah sakit,” ucap Mansyur.
Pengelola RS H Padjonga Daeng Ngalle, Takalar juga telah mengeluarkan sembilan kebijakan terkait kewaspadaan terhadap penyebaran covid-19. Yakni pasien tidak diperkenankan dibesuk, penjaga pasien maksimal satu orang, security wajib stand by di depan gerbang pintu masuk untuk memeriksa setiap pengunjung rumah sakit. Pengunjung dan penunggu pasien yang lolos sensor suhu akan diberikan label pada kostum berbagai warna yang dikenakan.
”Imbauan kebijakan kewaspadaan ini wajib hukumnya dipenuhi oleh masyarakat, sebagai langkah mengantisipasi penyebaran covid-19,” ujar Dirut RS H Padjonga Daeng Ngalle dr Asriadi Ali,SpN.
Selain itu, lanjutnya, guna lebih mengefektifkan kebijakan kewaspadaan tersebut, pihaknya juga meminta penunggu pasien yang lolos sensor suhu akan diberikan kartu tunggu. Mereka juga wajib cuci tangan dengan menggunakan penyanitasi tangan (hand sanitizer) yang tersedia. Mereka yang mengalami demam dan batuk tidak diperkenankan masuk ke area rumah sakit.

Instruksi Libur

Pemerintah kabupaten/kota yang sebelumnya belum memastikan meliburkan sekolah di daerahnya masing-masing, akhirnya menginstruksikan hal tersebut. Proses belajar mengajar di sekolah dipindahkan ke rumah. Langkah tersebut ditempuh guna mencegah penyebaran covid-19.
Seperti yang dilakukan Pemkab Maros. Seluruh sekolah dari TK, SD, dan SMP menghentikan sementara seluruh proses belajar mengajar. Siswa selanjutnya belajar di rumah masing-masing. ”Ini dalam upaya pencegahan penularan covid-19,” kata Kadis Pendidikan Maros H Takdir.
Takdir menyebut, libur sekolah ini berlangsung selama dua pekan, mulai 18-31 Maret. Selain itu, semua kegiatan yang terkait Dinas Pendidikan, apalagi yang melibatkan peserta didik, pelajar, dan masyarakat ditunda, dan akan diagendakan dua pekan mendatang jika kondisi sudah konfusif.
Dilanjutkan Takdir, untuk tenaga pendidikan agar tetap memberikan tugas kepada anak didik untuk persiapan ujian bagi siswa yang akan menghadapi ujian akhir, dan siswa kelas satu dan dua untuk SMP juga tetap diberikan tugas sesuai mata pelajaran yang diajarkan.
“Untuk tenaga pendidik dan pendidik agar tetap melakukan komunikasi dengan siswa untuk memberikan penjelasan terkait materinya jika siswa mengalami kesulitan di rumah. Guru wajib menerima layanan kunjungan/konsultasi wali murid selama anak didik belajar di rumah,” pungkasnya.

USBK Diundur

Langkah serupa ditempuh Pemkab Barru. Mulai Selasa (17/3), siswa SMA diliburkan hingga 14 hari ke depan. Siswa kelas XII yang semestinya mengikuti USBK terpaksa diundur hingga proses UNBK selesai. Tetapi saat ini juga siswa kelas XII SMK tetap melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK)
Libur yang berlangsung sampai 2 April 2020 ini akan dikecualikan kepada siswa SMA kelas XII yang tetap mengikuti UNBK dari tanggal 30 Maret hingga 2 April mendatang.
Siswa kelas XII SMA se-kabupaten Barru sempat menggelar USBK serentak selama sehari, Senin (16/3) dengan mengikuti ujian untuk dua mata pelajaran.
Sehubungan diliburkan seluruh siswa SMA dan sebagian siswa SMK ini, pihak SMA Negeri 1 Barru bersama ketua komite sekolah menggelar pertemuan dengan para guru. Membahas surat edaran dari Dinas Pendidikan Sulsel.
Rapat dipimpin Kepala UPT SMA Negeri 1 Barru H Umar, dan dihadiri Ketua Komite SMABAR Irham Jalil dan diikuti seluruh guru di sekolah ini.
“Sebenarnya dalam surat edaran itu bukan istilah libur, tetapi pengalihan tempat belajar dari sekolah dipindahkan ke rumah. Karena siswa akan diberikan tugas dari masing-masing guru mata pelajaran di sekolah, mulai Rabu (18/3) hingga 14 hari ke depan,” jelas Umar.
Sementara itu, SMK secara serentak sudah dua hari menggelar UNBK. Berlangsung sejak 16 hingga 19 Maret 2020 . Berarti libur saat ini dikecualikan bagi siswa kelas XII SMK yang sedang mengikuti proses UNBK.
Seperti diakui Kepala UPT SMK Negeri 2 Barru Muhammad Idris, bahwa siswanya di kelas XII sudah mengikuti UNBK sejak tanggal 16 hingga 19 Maret.
“Siswa kelas X dan XI dibelajarkan di rumah. Untuk siswa kelas XII tetap mengikuti proses UNBK secara serentak,” ujar Idris.
Bupati Takalar H Syamsari Kitta juga telah secara resmi mengeluarkan himbauan pada seluruh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DPK) untuk meliburkan proses belajar mengajar, terhitung sejak Selasa (17/3) hingga dua pekan mendatang.
“Sekolah diliburkan dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona di lingkungan sekolah selama dua pekan mendatang,” kata Syamsari.
Meski begitu, siswa tetap diminta untuk tetap belajar di rumah. “Jangan karena libur kemudian bebas berkeliaran. Proses belajar mengajar harus berlangsung meskipun di dalam rumah,” tandasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto Nuralam Basir, juga menginstruksikan agar proses belajar mengajar di sekolah dihentikan sementara mulai Rabu (18/3). Libur berlangsung hingga 14 hari ke depan.
Meski begitu, kata dia, anak-anak tetap belajar di rumah masing-masing dengan materi aplikasi yang bisa didonwload di internet sesuai kurikulum yang dipelajari di sekolah. Sehingga mata pelajaran anak tidak ketinggalan pada saat menghadapi ujian nanti.
Ia menjelaskan, 14 hari itu sangat menentukan masa inkubasi covid-19. Masa berkembangnya virus di dalam tubuh manusia yang begitu cepat. Bilamana masa 14 hari tersebut tidak berkembang, maka dianggap aman sehingga anak didik bisa lagi melanjutkan belajar di sekolahnya seperti biasa pada April mendatang.
”Jadi ada delapan model aplikasi materi yang dikasih oleh kementerian, seperti model penugasan yang bisa didownload anak-anak di rumah. Nah, lewat aplikasi ini mereka bisa dapat pembelajaran sama dengan pembelajaran yang diterima di kelasnya masing-masing,” ujarnya.
Nur Alam menambahkan, khusus bagi siswa yang menghadapi ujian nasional, materinya ada di aplikasi tersebut. Sementara, untuk anak SD kelas I-V dan SMP kelas VII dan VIII, itu akan diberi penugasan. Seperti pekerjaan rumah yang akan dikumpul 1 April mendatang.
Bagi siswa yang berada di daerah terpencil tanpa terkoneksi dengan jaringan internet, mereka diberi PR. Bukan lewat daring. (ita-ari-udi-ira-krk)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.