Headline

NA: Sekprov DBD, Bukan Suspek Corona


MAKASSAR, BKM — Dua hari terakhir, beredar informasi terkait kondisi kesehatan Sekretaris Provinsi Sulsel Abd Hayat Gani. Dari percakapan yang beredar lewat medsos, khususnya WhatsApp, disebutkan jika Hayat saat ini sementara diisolasi. Ia mendapat perawatan intensif dari tenaga kesehatan di Rumah Sakit dr Wahidin Sudirohusodo (RSWS) karena suspek corona.
Berdasarkan penelusuran BKM, mantan Direktur Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial itu nyaris sepekan tidak berkantor. Tugas terakhir yang dilakukan Hayat adalah membuka bimbingan teknis pengisian LHKPN secara daring melalui aplikasi e-filling LHKPN Tahun 2020 di Hotel Grand Sayang Makassar, 9 Maret silam.
Sebelumnya, pada 1 Maret lalu, Hayat juga disebut menjemput Presiden Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa di Bandar Udara Hasanuddin.
Teka teki terkait sakitnya pejabat eselon I lingkup Pemprov Sulsel tersebut diperkuat lagi dengan beredarnya kabar, jika untuk sementara waktu posisi dan tugas-tugas sekprov Sulsel diambil alih oleh Asisten I Andi Aslam Patonangi.
Dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa (17/3), Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah membantah informasi yang menyebutkan jika sekprov saat ini sementara mendapat perawatan intensif karena covid-19. “Dosa besar orang yang menyebarkan info seperti itu,” kata Nurdin.
Dia meluruskan jika Sekprov Abdul Hayat Gani memang sakit, tapi bukan suspect corona. “Beliau kena demam berdarah. Tapi sudah sembuh dari DBD-nya. Sekarang masih dalam tahap pemulihan. Jika kondisinya mulai membaik, tentu sudah bisa bertugas normal kembali,” jelas orang nomor satu Sulsel itu.
Nurdin membenarkan dirinya sudah menunjuk Asisten I Bidang Pemerintahan Aslam Patonangi sebagai pelaksana harian (plh) sekprov. Mantan bupati Pinrang itu diketahui sudah bertugas sebagai plh selama sepekan terakhir.
“Kita tunjuk Pak Aslam untuk sementara menjadi pelaksana harian yang menangani kerja-kerja Pak Sekda,” tandasnya.
Kabar jika Sekprov Abdul Hayat Gani suspek covid-19 juga ditepis Kepala Bidang Humas Dinas Kominfo Sulsel Erwin Weryanto. Ia mengaku Abdul Hayat sudah sepekan dirawat di RS Siloam. Namun, bukan karena virus corona.
“Beliau (Abdul Hayat) sakit DBD. Bukan suspek corona,” kata Erwin.
Ia menegaskan kabar yang beredar soal kondisi Abdul Hayat di media sosial tidak benar alias hoaks. Malahan, kondisinya mulai berangsur membaik pascadirawat sepekan terakhir.
“Kami sudah koordinasi ke Dinas Kesehatan. Itu tidak benar. Mohon doanya, agar Pak Sekda bisa segera sehat dan kembali beraktivitas melayani Sulsel,” tambahnya.
Pada rapat koordinasi III kewaspadaan dan kesiapsiagaan covid-19 pekan lalu di Baruga Pattingalloang Rujab Gubernur, Nurdin Abdullah mengumumkan bahwa Abdul Hayat sedang menjalani proses perawatan karena terserang DBD.
“Kemarin (Kamis, 12/3) saya mengunjungi Pak Sekda. Saya bilang, ini nyamuk yang gigit Pak Sekda tidak tahu kalau yang dia gigit itu sekda,” ujar Nurdin, Jumat (13/3) lalu.
Sebelum jatuh sakit, Hayat Gani diketahui pernah mendampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat berkunjung ke Sulsel selama dua hari, 28-29 Februari lalu. Keduanya melakukan interaksi jabat tangan, bahkan cipika-cipiki. (rhm-nug/rus)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.