Headline

Sembilan Daerah Liburkan Sekolah


Selain Makassar, di Kota Parepare, pelajar SD dan SMP diliburkan selama dua pekan. Langkah tersebut diambil berdasarkan pertemuan antara pemangku kepentingan dengan Wali Kota HM Taufan Pawe.
”Jadi anak-anak belajar di rumah. Mereka tidak bebas untuk keluar rumah. Proses pendidikan tetap berjalan. Kepala sekolah dan guru tetap melakukan pemantauan dan memberikan laporan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Parepare Arifuddin Idris, kemarin.
Selain itu, lanjutnya, tidak boleh ada kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, kecuali hal yang mendesak. Diharapkan agar para kepala sekolah mencermati dan melaksanakan hal tersebut dengan penuh tanggung jawab. Pihaknya sudah membuat surat edaran yang ditujukan kepada seluruh sekolah untuk mematuhi instruksi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sinjai juga telah menetapkan wilayahnya sebagai daerah siaga darurat covid-19. Selama dua pekan atau 14 hari ke depan, aktivitas belajar mengajar di sekolah, mulai tingkat SD hingga SMP diliburkan sementara waktu.
Hal tersebut, menurut Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA), mengacu pada Keputusan Presiden (Kerpres) nomor 7 tahun 2020 mengenai pencegahan penyebaran covid-19. Juga adanya imbauan dari Mendikbud yang menyerahkan kepada kepala daerah untuk mengambil langkah terkait penanganan covid-19 di sekolah-sekolah apabila dibutuhkan.
“Ada beberapa aksi nyata yang kami putuskan setelah mengadakan rapat terbatas dengan Forkopimda dan sejumlah kepala OPD. Salah satunya meliburkan anak sekolah selama dua pekan. Tujuannya untuk mengurangi kegiatan atau aktivitas di luar rumah selama 14 hari ke depan guna mencegah penularan,” kata Bupati ASA dalam rapat pembentukan Gugus Tugas, Senin (16/3).
Untuk libur sekolah berlangsung 17-31 Maret. Selain meliburkan sekolah, Bupati ASA juga mengurangi aktivitas atau menutup sementara obyek wisata yang ada di Kabupaten Sinjai, juga selama dua pekan.
“Saya juga meminta agar obyek wisata ditutup sementara. Ini untuk mencegah penyebaran virus corona”, tambahnya.
Tapi untuk pelayanan publik di organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Sinjai, kata Bupati, tidak diliburkan. Apalagi OPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.
“Untuk ceklok menggunakan fingger find ASN kita tiadakan sementara. Itu sudah saya komunikasikan juga kepada BKPSDMA Sinjai,” jelasnya.
Sekaitan dengan hal tersebut, bupati meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap menerapkan perilaku hidup sehat yang selalu disosialisasikan Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai.
Untuk pencegahan penyebaran covid-19, telah dibentuk delapan posko. Masing-masing empat posko di darat dan empat posko di laut. Seluruh camat dan kades diminta untuk mengawasi warga atau masyarakat yang melintas di daerahnya. Meralng melarang kegiatan yang sifatnya massal, dan didukung oleh Polres Sinjai untuk tidak menebitkan izin keramaian.
Kebijakan meliburkan sekolah untuk sementara waktu juga diambil Pemkab Wajo. Berdasarkan hasil rapat koordinasi penanganan covid-19 yang dipimpin Bupati Amran bersama forkopimda, diputuskan untuk meliburkan PAUD/MDA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA serta perguruan tinggi. Aktivitas belajar dilakukan di rumah, terhitung 17 Maret hingga 2 April.
Selain itu, meniadakan atau menunda sementara waktu segala even atau kegiatan, baik yang sifatnya indoor maupun outdoor. Baik yang dilaksanakan pemerintah maupun swasta dan melibatkan banyak orang, sampai kondisi benar-benar kondusif.
Meniadakan atau menunda sementara waktu kegiatan car free day, serta apel dan upacara hari kesadaran nasional bagi ASN. Menjaga kebersihan tempat-tempat ibadah dan tempat-tempat umum lainnya. Termasuk mengurangi aktivitas di luar rumah yabg dianggap tidak penting. Untuk pelaksanaan khutbah agar dipersingkat, sepanjang terpenuhi rukunnya.
Pemkab Bone juga telah memutuskan untuk meliburkan sekolah. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) H Andi Surya Dharma menyampaikan hal itu usai menggelar rapat pimpinan dengan sejumlah OPD, kemarin.
”Rapim memutuskan proses belajar mengajar dihentikan sementara selama dua minggu ke depan, terhitung 16-28 Maret 2020,” kata Andi Cicu, sapaan akrab Andi Surya Dharma.
Kepada para siswa diimbau untuk tetap belajar di rumah. Jika memungkinkan, sekolah akan melasanakan proses belajar mengajar secara daring.
Selain itu, para guru dan siswa juga diminta untuk tidak pergi ke pusat-pusat keramaian sebagai langkah preventif mengantisipasi penyebaran covid-19. Bahkan, sejumlah kegiatan sebagai rangkaian Hari Jadi Bone ke-690, kemungkinan besar akan ditiadakan karena kondisi saat ini.
“Untuk kegiatan keramaian, termasuk peringatan HJB kemungkinan besar ditiadakan. Jadi kita lihat saja 14 hari ke depan. Ketika belum memungkinkan, yang penting penting saja dilaksanakan,” ujarnya. Dalam rapat pimpinan yang dilaksanakan di kantor bupati itu, juga diputuskan bahwa untuk kegiatan napak nilas dengan Pemerintah Bau-bau resmi ditiadakan. Sebab acara tersebut mendatangkan orang dari luar.
Sekertaris Dinas Pendidikan Bone Nursalam yang ditemui usai rapat, mengatakan bahwa untuk sementara proses belajar mengajar akan menerapkan sistem online, jika ada sekolah yang memungkinkan.
“Diimbau kepada siswa agar memanfaatkan hari libur dengan tetap belajar. Jadi mungkin nantinya guru tetap memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah,” kata Nursalam.
Hal yang sama dilakukan Pemkab Gowa. Bupati Adnan Purichta Ichsan, Senin pagi (16/3) menyampaikan hal itu. “Saya pikir ini sangat penting untuk ditindaklanjuti untuk menjaga anak-anak dan masyarakat kita dari penyebaran virus corona,” jelas Adnan melalui pesan WhatsApp.
Adnan menyebut, libur sementara sekolah berlangsung 14 hari, mulai 17-31 Maret 2020.
Sebelumnya, Kadis Pendidikan Gowa Dr Salam, mengatakan pihaknya telah mendapatkan instruksi dari bupati dan surat edarannya sementara dibuat.
“Disampaikan kepada para kepala sekolah, jenjang TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs untuk sementara meliburkan proses belajar mengajar di sekolah dan melaksanakan pembelajaran di rumah, terhitung mulai tanggal 17 sampai 31 Maret 2020. Instruksi ini sambil menunggu surat edaran secara resmi,” kata Salam, Senin pagi (16/3).
Bupati Luwu Basmin Mattayang, Senin (16/3) memimpin rapat koordinasi terbatas pencegahan penyebaran covid-19. Rapat dihadiri instansi terkait. Di antaranya Wakil Ketua DPRD Luwu Zulkifli, Kadis Dikbud Amang Usman, Kadis Kominfo Anwar Usman, Kadis Perpustakaan Hasbullah BM, Kepala BPBD Rahman Mandaria, Staf Ahli Lukman P, Asisten I Pemerintahan Yermia Maya, Dirut RSUD Batara Guru dr H Daud Mustakim, Sekretaris Dinas Kesehatan Basuki, serta Tenaga Ahli Bupati Luwu DR Ilham Labbase.
“Upaya pencegahan ini memang perlu dilakukan secara bersama-sama. Untuk itu kita bentuk tim satgas penanggulangan wabah covid-19. Saya minta Asisten I Yermia Maya sebagai ketua satgas ini,” kata Basmin.
Bupati juga sempat menyinggung video dirinya bersama Gubernur HM Nurdin Abdullah saat menyambut Menhub Budi Karya Sumadi ketika berkunjung ke Bandara Ilagaligo, Bua.
“Pak Gubernur menyampaikan ke saya, bahwa video itu viral. Saya sampaikan, pascapertemuan itu, sudah lewat masa inkubasi dan suhu badan saya normal,” ujarnya.
Dari rapat terbatas tersebut, dilahirkan beberapa poin penting. Di antaranya absensi sidik jari bagi ASN, untuk sementara ditiadakan dan menggunakan absensi manual. ASN juga dihimbau untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. Poin lainnya, adalah meliburkan anak sekolah terhitung 17-31 Maret.
Daerah lain yang telah memutuskan untuk meliburkan sekolah, yakni Kabupaten Selayar dan Kota Palopo. Libur untuk sementara ini berlaku dalam rentang waktu dua pekan ke depan. (mup-din-ono-min-sar-wan/rus)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.