Headline

UN SMK Tetap Dilaksanakan


Unhas Tunda Wisuda dan Tiadakan Kuliah Tatap Muka

MAKASSAR, BKM — Di tengah kekhawatiran masyarakat dengan penyebaran covid-19 yang begitu cepat, beberapa provinsi di Indonesia meliburkan, bahkan menunda pelaksanaan ujian nasional (UN). Namun tidak dengan di Sulsel.
Sulsel yang hingga saat ini belum ada warganya yang terdeteksi terpapar covid-19, belum mengeluarkan instruksi untuk menunda UN. Pemerintah provinsi juga belum memiliki rencana untuk meliburkan proses belajar, termasuk pelaksanaan UN.
UN untuk tingkat SMK di Sulsel tetap digelar dan dimulai hari ini, Senin (16/3). Namun, pihak Dinas Pendidikan Sulsel telah terlebih dahulu mengedarkan imbauan untuk berhati-hati saat pelaksanaan ujian.
Plt Kadisdik Sulsel Basri mengingatkan dalam surat edarannya, beberapa faktor yang harus diperhatikan saat menjalankan ujian nasional. Antara lain menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman, cium tangan, dan sebagainya satu sama lain sebelum, selama, dan sesudah ujian.
Siswa dan guru juga diimbau untuk mencuci tangan menggunakan air dengan sabun atau hand sanitizer sebelum dan sesudah ujian.
“Kita juga tidak memaksakan hadir di sekolah bagi yang memiliki keluhan sakit dengan gejala demam atau gangguan pernafasan. Khusus peserta ujian dapat mengikuti ujian pada waktu yang lain yang akan ditetapkan Pusat Asesment dan Pembelajaran,” kata Basri.
Pihak sekolah, ditambahkan Basri, untuk selalu memastikan ketersediaan alat pembersih sekali pakai di depan ruang ujian. Juga diimbau untuk selalu membersihkan ruang ujian sebelum dan sesudah digunakan untuk setiap sesi UN.
“Pembersihan dilakukan menggunakan disinfektan untuk seluruh piranti yang digunakan oleh peserta UN,” tambahnya.
Pihak sekolah juga harus jeli memastikan pengisian daftar hadir UN terhindar dari potensi paparan covid-19 antarpeserta UN. Antara lain menghindari penggunaan alat tulis yang dipakai bersama.
“Kemudian jangan saling meminjam alat tulis atau peralatan lainnya. Jika ditemukan warga sekolah yang mengalami gejala infeksi covid-19 agar kepala sekolah segera meminta yang bersangkutan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” jelas Basri.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mengatakan, memang hingga saat ini belum ada keputusan untuk meliburkan sekolah di Sulsel. Pihaknya pun masih menunggu instruksi dari Kementerian Pendidikan untuk melakukannya. Termasuk perkuliahan di kampus-kampus.
“Beberapa langkah-langkah bisa kita ambil ke depan. Bergantung perkembangan, apakah penting kita liburkan sekolah. Kita tetap terus koordinasi dengan Kementerian Pendidikan,” ucap Nurdin.

Bantuan Komputer Tertunda

Ketua Panitia Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sulawesi Selatan Sabru, bersyukur karena UN masih bisa dilangsungkan. Sebab persiapan menjelang UN telah dimatangkan sebelumnya. Koordinasi dengan pemerintah daerah atau kepala sekolah terus dilakukan guna mengetahui kendala-kendala yang dialami.
Tiga hari sebelum pelaksanaan, kata Sabri, panitia UNBK telah melakukan sinkronisasi seluruh server di daerah atau tiap sekolah untuk melakukan uji coba. Sinkronisasi berlangsung Jumat hingga Sabtu (13-14/3) lalu.
Untuk tahapan ujian, siswa siswi SMK lebih dulu mengikuti ujian. Yakni 16-19 Maret untuk SMK, 30 Maret hingga 2 April untuk SMA/MA, 20-23 April jenjang SMP/MTs. Sebanyak 600 server yang disediakan untuk jenjang SMK guna memfasilitasi koneksi internet saat mengakses soal ujian.
“Dua hari ini kita di posko induk, semua server sudah disinkronkan. Artinya sudah siap melakukan UN pada 16 Maret. Jadi ada 600 server digunakan untuk SMK,” bebernya.
Adapun siswa-siswi yang akan mengikuti ujian berjumlah 303.000 orang, dengan jumlah peserta didik SMK sebanyak 40 ribu siswa.
Sekolah yang menjadi fokus panitia UNBK ialah daerah-daerah yang ada di pelosok. Sekolah-sekolah remote area itu sudah diberikan bantuan berupa komputer, genset, dan visat atau alat penguat jaringan.
“Ini yang menjadi perhatian kita. Karena tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Untuk mengikuti ujian mereka harus ke kota menempuh jarak yang jauh. Risikonya sangat tinggi, utamanya yang ada di pulau. Tahun ini kita memberi kebijakan agar tetap bisa mengikuti proses di sekolah sendiri,” ucap Sabri, Minggu (15/3).
Salah satu yang menjadi kendala, lanjut Sabri, ialah tertundanya bantuan komputer sebanyak 1.500 unit. Komputer tersebut rencananya akan didistribusikan ke sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas yang memadai. Lagi-lagi bantuan tersebut tertunda gegara mewabahnya covid-19.
“Itu yang kita tunggu. Tapi karena ada corona, jadi barang-barang elektronik tidak bisa dikirim dari luar. Padahal kami sangat berharap bantuan itu bisa terlaksana dan terdistribusi ke sekolah-sekolah,” katanya.
Olehnya itu, kekurangan komputer hanya bisa diantisipasi dengan menggunakan komputer pribadi bagi siswa yang memiliki, dan juga menggunakan komputer para guru-guru di sekolah tersebut. “Persoalan itu kita sudah koordinasikan dengan sekolah masing-masing. Semoga ke depan tidak ada kendala dalam pelaksanaannya,” ucapnya.

Wisuda Unhas Ditunda

Sebelum penyebaran covid-19 merebak dan menjadi pandemi, Rektor Universitas Hasanuddin Makassar Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu sudah mempratikkan untuk tidak lagi berjabat tangan langsung sesama sivitas akademi. Juga menyebarkan antiseptik pada berbagai titik di rektorat.
Terbaru, secara resmi rektor mengeluarkan kebijakan yang tertuang dalam surat edaran Nomor:7522/UN4.1/PK.03.03/2/2020. Ada tujuh poin penting dalam surat tersebut. Mulai dari penundaan pelaksanaan wisuda hingga menghilangkan perkuliahan tatap muka, dan menggantinya dengan sistem daring.
Direktur Komunikasi Unhas Suharman Hamzah, kemarin mengatakan civitas akademik bersepakat untuk mengambil langkah cepat guna mengantisipasi penyebaran covid-19 di lingkungan kampus. Sebagai imbasnya, ada 2.094 mahasiswa yang tertunda wisudanya. Mahasiswa juga tidak lagi kuliah tatap muka, terhitung 16-28 Maret.
“Jujur saja, mengeluarkan kebijakan ini sangat berat karena akan merugikan. Mahasiswa menghadapi mid semester. Kita juga menunda wisuda periode Maret. Tapi ini semua untuk kepentingan bersama dan memikirkan kepentingan yang lebih besar,” terangnya, Minggu (15/2).
Berdasarkan agenda akademik Unhas, penyelenggaraan wisuda periode III tahun akademik 2019/2020 direncanakan berlangsung 17 dan 18 Maret 2020. Namun dengan menerima masuk dan berbagai pertimbangan serta sebagai langkah antisipasi, maka diputuskan untuk diagendakan ulang sampai batas yang ditentukan sembari melihat perkembangan.
“Kita melihat perkembangannya bagaimana. Sekiranya sudah aman dan memungkinkan dilaksanakan, kita akan keluarkan jadwal resminya. Mahasiswa juga yang melakukan perkuliahan, karena ini sudah pertengah mid semester, silakan dosen dan mahasiswa berkoordinasi dengan pimpinan fakultas masing-masing untuk melakukan perkuliahan melalui media sosial (online),” jelasnya. (nug-ita)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.