Headline

Hari Ini Penentuan Sekolah Libur atau Tidak


PENJABAT (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, mengatakan hingga saat ini belum ada yang perlu dikhawatirkan. “Sejauh ini, di Makassar belum ditemukan kasus warga terinfeksi,” ujarnya, kemarin.
Kendati demikian, Iqbal mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan agar bisa terhindar dari penyakit mematikan tersebut. Dia juga meminta masyarakat tetap memperhatikan kebersihan, berolahraga, dan mengonsumsi makanan bergizi.
Terkait kebijakan untuk meliburkan sekolah, Iqbal mengatakan masih akan dikaji terlebih dahulu. “Besok (hari ini) rencananya akan ada rapat untuk mengkaji apakah siswa sudah harus diliburkan atau tidak,” tambahnya.
Hingga saat ini, Kota Makassar pun masih terbuka untuk dikunjungi. Belum ada kebijakan menutup akses bagi warga luar wilayah.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar membuka posko siaga covid-19. Masyarakat yang diduga terpapar virus ini bisa melaporkan langsung melalui layanan pengaduan call center 112.
“Untuk informasi covid-19 di Kota Makassar dapat menghubungi kami di call center 112,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin, Minggu (15/3).
Selain itu, sambung Naisya, masyarakat juga bisa menghubungi hotline Dinas Kesehatan Kota Makassar di tiga nomor yang berbeda. Yakni 085255875751, 081342720062, dan 0811468894.
“Jadi kalau ada masyarakat yang memiliki gejala seperti demam, batuk ataupun kesulitan bernapas segera melapor biar segera kita antisipasi dini,” ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Abd Rahman Bando, membenarkan pihaknya akan menggelar rapat koordinasi (eakor), Senin (16/3) hari ini untuk mengkaji apakah sekolah memang sudah perlu diliburkan atau tidak.
Rencananya, rakor terebut bakal dihadiri sejumlah stakeholder terkait, di antaranya Dinas Kesehatan Kota Makassar, guru dan kepala sekolah, serta Dinas Pendidikan Kota Makassar.
“Rakor akan dipimpin langsung pj wali kota. Nanti kita lihat apakah sekolah di Makassar akan diliburkan atau tidak,” kata Abd Rahman Bando.
Namun, tambah dia, jika covid-19 semakin meluas, mau tidak mau sekolah di Kota Makassar harus ditutup dan meliburkan anak didik untuk sementara waktu.
Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Irman Yasin Limpo, menyarankan kepada pemerintah melakukan antisipasi awal penyebaran covid-19 dengan meliburkan anak sekolah. Hal ini perlu dilakukan, dengan pertimbangan anak sekolah melakukan interaksi cukup banyak.
“Saya menyarankan agar pemerintah meliburkan anak sekolah untuk antisipasi penyebaran covid-19,” kata None, sapaan akrab Irman YL, Sabtu (14/3).
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel ini menggambarkan, dalam kelas ukuran 7×9 meter persegi, dengan tinggi minimal 2,85 meter, dan dipenuhi dengan bangku serta alat peraga, biasanya diisi oleh 37 anak. “Interaksi diantara mereka sangat tinggi,” ujarnya.
Sebaiknya, lanjut dia, pemerintah meminimalkan interaksi mereka dengan jalan meliburkan untuk sementara. Pembelajaran bisa diganti dengan kurikulum yang dikerjakan di rumah, tetapi tetap mengarah pada pencapaian kompetensi dasar.
“Pemerintah harus bergerak cepat agar anak-anak kita di sekolah tidak tertular virus ini,” kata bakal calon wali kota Makassar ini. (rhm)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.