Headline

AHY Terpilih Aklamasi, Ulla Berpeluang Jadi Sekjen


Kongres Partai Demokrat Dipersingkat Gegara Covid-19

JAKARTA, BKM — Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Ia menggantikan sang ayah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Suksesi kepemimpinan berlangsung pada kongres V yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Minggu siang (15/3).
Terpilihnya AHY secara aklamasi karena seluruh dewan pimpinan daerah (DPD) se-Indonesia sepakat jika mantan perwira menengah di angkatan darat tersebut layak memimpin partai berlambang bintang mercy ini lima tahun ke depan.
Setelah AHY tepilih, maka posisi penting yakni sekretaris jenderal (sekjen) jadi incaran banyak kader. Tidak terkecuali Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe. Nama sekjen demisioner Dr Hinca IP Panjaitan juga masih masuk dalam daftar nama yang pas mendampingi AHY.
Menanggapi hal tersebut, Ni’matullah enggan berkomentar banyak. Dia hanya menjelaskan jika penentuan sekjen akan melibatkan ketua-ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia
“Saya sudah sampaikan langsung ke Pak Ketum (Susilo Bambang Yudhoyono) saat rapat di The Sultan Hotel, kalau penentuan sekjen libatkan kami seluruh DPD. Dan itu disepakati,” ujarnya.

Wakil ketua DPRD Sulsel ini menjelaskan, biasanya ada beberapa nama calon sekjen yang diserahkan ke ketua umum baru. Kemudian nama-nama tersebut dibahas sebelum diputuskan.
Terkait namanya yang disebut sebagai salah satu kandidat terkuat sebagai sekjen di DPP Partai Demokrat, politisi yang karib disapa Ulla itu berujar, dirinya siap jika memang diinginkan oleh ketua-ketua DPD I se-Indonesia dan pengurus DPP.
“Saya masih fokus Pak Agus Harimurti Yudhoyono sebagai ketua umum. Soal nama saya, kalau memang diinginkan, tentu sebagai orang Demokrat pasti saya siaplah,” tegasnya.
Dalam kongres kemarin, SBY melaporkan pertanggungjawaban selama menjabat sebagai ketua umum DPP Partai Demokrat. Peserta kongres yang merupakan ketua DPD dan DPC Demokrat se-Indonesia kemudian meminta mantan presiden RI itu menjabat ketua majelis tinggi Partai Demokrat.
“Tadi (kemarin) seluruh DPD dan DPC menerima tanpa catatan laporan pertanggungjawaban. Selanjutnya semua ketua DPD meminta Pak SBY menjadi ketua majelis tinggi partai untuk 2020-2025,” terang Ulla lagi.
Usai pemilihan ketua, selanjutnya dilaksanakan sidang kedua untuk pembahasan AD/ART serta program kerja. Ulla berharap, Demokrat ke depan bisa lebih gesit, dinamis, dan terutama lebih banyak manfaatnya untuk rakyat.
Sebelumnya, Ulla mendampingi AHY mendaftar sebagai calon ketua umum (caketum) DPP Partai Demokrat di kongres kemarin.
Tak hanya Ulla, namun 33 ketua DPD Demokrat se-Indonesia juga memberi dukungan ke AHY untuk memimpin Demokrat.
“Sepertinya ada yang mau mendaftar (caketum). Kita tinggal lihat bagaimana kekuatannya. Karena Pak AHY ini saat mendaftar didampingi 34 ketua DPD I Partai Demokrat se-Indonesia,” terangnya.
Sebelumnya, kepastian agenda pemilihan ketua umum baru disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan. Dia mengatakan SBY akan memberikan kesempatan untuk pemimpin baru Demokrat.
Kongres V ini juga diwarnai pidato politik terakhir SBY sebagai ketua umum Demokrat. Partai yang identik dengan warna biru ini memastikan kontestasi calon ketua umum hanya diikuti kader internal partai.
“Pak SBY sebagai ketua umum dan kami semua yang telah bekerja lima tahun penuh akan menyelenggarakan kongres untuk memberi kesempatan yang baru kepada pemimpin baru Partai Demokrat,” ujar Hinca dalam konferensi pers di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat.
Delegasi Sulsel yang dipimpin Bendahara Partai Demokrat Sulsel Satriya Majid dan Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) DPD Partai Demokrat Sulsel Zulkarnain Paturuni, menyebut ada 167 orang pengurus yang hadir dalam kongres.
“Ada imbauan tidak usah membawa rombongan terlalu banyak. Apalagi kongres hanya satu hari,” terang Ulla.
Kongres V Partai Demokrat semula dijadwalkan berlangsung tiga hari, yakni 14-Maret 2020. Namun kemudian diputuskan untuk mempersingkat menjadi satu hari saja. Perubahan jadwal itu dilakukan sehubungan dengan makin merebaknya covid-19 di Indonesia.
“Meskipun begitu, perhelatan satu hari ini tidak mengurangi substansi acara,” ujar Kautsar, Komunikator Kongres ke-V Partai Demokrat.
Kautsar mengatakan, pelaksanaan kongres berjalan sesuai petunjuk pelaksana panitia. Khusus di internal, penanganan covid-19 dibantu asistensi protokol dari Kementerian Kesehatan dan gubernur DKI Jakarta. Mulai dari penjemputan maupun saat kedatangan di Hotel Sultan tempat peserta diinapkan, sampai berlangsungnya acara.
Kongres V Demokrat juga tidak banyak dihadiri bakal calon wali kota maupun calon bupati dari Sulsel. Hanya beberapa orang yang terlihat. Mereka utamanya adalah kader Demokrat. Seperti Aliyah Mustika Ilham dan Adi Rasyid Ali dari Makassar, serta Sugianto Pattanagara dari Gowa.
Usai kongres, delegasi Sulsel, termasuk wartawan yang ikut meliput dipercepat kepulangannya ke Makassar. Mereka diterbangkan, Senin pagi (16/3), lantaran aktifitas di ibu kota sudah terlihat sepi. Jalanan yang biasanya padat hingga macet, kini terlihat lengang. (jun)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.