Bisnis

SGB Edukasi Masyarakat Dibidang Investasi Berjangka


BKM/AMIRUDDIN NUR SGB-RMC -- Pimpinan Cabang PT Solid Gold Berjangka Makassar, Kezia Pingkan D Massie (tiga dari kiri) sedang berbincang tentang kegiatan SGB-RMC dengan Direktur PT Solid Gold Berjangka, Aghmad Fauzi, Dirut PT Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang, Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan BAPPEBTI, M Syst, Dirut PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi, dan Kasubdit 2 FISMONDEV Polda Sulsel, AKBP Hamka Malluru.

MAKASSAR, BKM — Harga emas yang melonjak sejak awal 2020 hingga sekarang menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berinvestasi melalui PT Solid Gold Berjangka (SGB). Sepanjang tahun 2020 ini, perusahaan pialang berjangka terkemuka di Indonesia ini mampu meraup 37 orang nasabah baru.
”Syukur Alhamdulillah, sepanjang tahun 2020 ini, kami mampu meraup 37 orang nasabah baru di Makassar dengan nilai investasi minimal USD10.000 per orang. Sehingga jumlah nasabah kami secara keseluruhan dari tahun 2004 sampai 2020 telah mencapai 2.749 orang. Para nasabah baru kami lebih dominan berinvestasi di komoditi emas. Hal ini tentu tidak terlepas dari harga emas yang saat ini mengalami kenaikan,” ujar Pimpinan Cabang PT SGB Makassar, Kezia Pingkan D Massie di sela acara Solid Gold Berjangka-Risk Management Conference (SGB-RMC) di Hotel Grand Melia Makassar, Rabu (11/3).
Dalam acara SGB-RMC ini menghadirkan sejumlah pembicara skala nasional, masing-masing Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Tjahya Widayanti, Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange), Stephanus Paulus Lumintang, dan Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi.
Kezia mengatakan, kegiatan ini sengaja digelar PT SGB Cabang Makassar untuk meningkatkan literasi perdagangan berjangka komoditi. ”Acara ini merupakan salah satu wujud edukasi PT Solid Gold Berjangka kepada masyarakat. Khususnya calon nasabah maupun yang sudah menjadi nasabah sejak lama,” kata Kezia.
Edukasi mengenai risiko amat penting dilakukan dalam investasi perdagangan berjangka. Karena banyak orang yang masih salah memahami jenis investasi ini dengan hanya melihat dari sisi peluang keuntungan.
”Padahal, investasi berjangka bersifat high risk high return, sama halnya seperti berinvetasi di pasar modal. Melalui RMC, kami berharap masyarakat dapat semakin paham risiko berinvetasi di perdagangan berjangka. Dan yang paling penting adalah bagaimana mengelola risiko tersebut,” tandas Kezia.
Peluang keuntungan pada investasi berjangka bisa dikatakan sangat besar dan berbanding lurus dengan risiko yang akan dihadapi. Namun demikian, risiko ini bisa diminimalisir atau bahkan dihindari dengan beragam teknik yang harus dipelajari dan dilatih terus menerus oleh nasabah.
Ada dua hal dasar yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi di perdagangan berjangka, menurut Kezia, yaitu aspek fundamental dan teknikal. Dua hal ini hanya bisa dikuasai dengan cara berlatih trading, sampai menjadi trader profesional yang akrab dengan fluktuasi pasar yang tinggi dan pandai dalam memanfaatkan momentum dan mengubahnya menjadi peluang.

”Perlu digarisbawahi, peluang pasar investasi perdagangan berjangka masih cukup besar, terutama di kota Makassar. Kendala yang masih dihadapi yaitu minimnya edukasi. Padahal investasi berjangka lebih memiliki tingkat peluang keuntungan yang besar karena nasabah bisa mengambil posisi dalam dua arah, baik buy atau sell bisa berpeluang mendapatkan gain di pasar,” terang Kezia.
Karena itu kegiatan RMC akan menjadi agenda tahunan dimulai tahun 2020. Ditahun ini, SGB Makassar juga akan menyambangi berbagai kampus untuk melakukan sosialisasi dan edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi.
”Kami menargetkan bisa bekerjasama dengan dua kampus ditahun ini, Seluruh kegiatan edukasi yang dilakukan dapat memberikan literasi kepada 100 ribu orang calon nasabah di kota Makassar. Mengenai target nasabah SGB Makassar di tahun 2020, kami mematok angka 250 nasabah baru bisa tercapai hingga akhir tahun,” ujar Kezia. (mir)

Komentar Anda




Comments
To Top