Headline

Koma 10 Hari di Usia Setahun, Lumpuh di Umur 8 Tahun


BARRU, BKM — Sungguh miris kehidupan Adelia. Bocah usia delapan tahun, warga Dusun Labattoa, Desa Bojo Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.
Saat usianya masuk satu tahun lima bulan pada 2013, ia didera sakit hingga koma selama 10 hari. Tak kunjung sembuh, sehingga dibawa ke rumah sakit. Dia divonis oleh dokter mengalami kelainan saraf.
Namun, Adelia tidak lama dirawat karena terkendala biaya. Orangtuanya yang tergolong miskin akhirnya memulangkan anaknya untuk dirawat di rumah. Dokter ketika itu menyarankan untuk diterapi.
Setahun kemudian, tepatnya 2014, orangtua bocah perempuan yang sekarang terbaring lemas di rumahnya, kembali membawa anak pertamanya ke rumah sakit untuk diterapi. Namun lagi-lagi tak menunjukkan perubahan. Adelia malah mengalami lumpuh hingga memasuki usia delapan tahun.
Murni (32), ibu kandung Adelia menceritakan jika memiliki kartu BPJS mandiri, namun tidak pernah sekalipun dibayar karena tergolong keluarga tidak mampu .
Saat ditemui, Murni menuturkan bahwa anak pertamanya itu lahir dengan normal. Hanya saja, ketika memasuki usia setahun Lima bulan, Adelia sakit. Bahkan waktu itu koma sekitar 10 hari. Ketika itu, kata dia, sempat dibawa ke rumah sakit untuk berobat. Namun karena terkendala biaya jadi harus kembali ke rumah.
“Sekitar tahun 2013 pernah kami bawa ke rumah sakit, dan dokter bilang anaknya itu menderita penyakit saraf. Terakhir tahun 2014 lalu ia juga pernah saya bawa ke rumah sakit untuk terapi karena itu anjuran dokter, “ungkapnya.
Murni yang hanya sebagai ibu rumah tangga itu mengaku kalau dirinya memegang kartu BPJS mandiri, namun ia tidak pernah membayar karena persoalan ketidakmampuan. Suaminya hanya nelayan kecil yang memiliki penghasilan tidak menentu.
“Kami hidup miskin dan tidak punya kemampuan untuk membiayai pengobatan untuk Adelia,” ujar Murni dengan nada sedih.
“Kami punya kartu BPJS mandiri tapi tidak pernah terbayar, karena suami saya hanya nelayan. Itu pun bisa memperoleh hasil sedikit kalau turun melaut,” ucapnya.
Warga tak mampu ini mengaku jika dirinya pernah mendapat bantuan berupa beras dan sembako dari pemerintah tahun lalu melalui Dinas Sosial. Hanya saja, keluarga Murni ini tidak masuk dalam daftar PKH.
Mendengar informasi adanya bocah perempuan dari keluarga tidak mampu yang menderita lumpuh, akhirnya memantik rasa empati dari komunitas para jurnalis kabupaten Barru yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Barru (AJB). Mereka mengulurkan bantuan kepada Adelia, Rabu(12/3).
Ketua AJB Ahmadi mengaku bahwa bantuan berupa uang tunai yang diserahkan ini adalah hasil sumbangan para teman-teman yang tergabung dalam AJB.
“Kami dapat info kalau ada warga Desa Bojo menderita lumpuh dan mereka sangat membutuhkan bantuan, jadi kami berinisiatif membantu dan hari ini kami serahkan,” ujarnya.
Camat Mallusetasi H Nompo yang dihubungi, Kamis(12/3) mengaku belum mengetahui ada warganya bocah perempuan yang menderita lumpuh.
“Saya baru kemarin juga melihat melalui medsos karena ada yang memposting beritanya di medsos. belum ada laporan dari pihak desa dari tempat domisilinya. Tetapi secepatnya akan dilakukan koordinasi untuk mengetahui keberadaan anak dan keluarganya. Saya ucapkan terima kasih karena sudah diinformasikan,” ujar Nompo. (udi/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.