Headline

Kalau Saya Lihat, Auranya Oppo


Balon Wali Kota/Bupati Ramai-ramai Hadiri Rakerda PDIP

MAKASSAR, BKM — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulawesi Selatan memanggil seluruh bakal calon usungannya, baik untuk pemilihan wali kota (pilwali) Makassar maupun pemilihan bupati (pilbup). Mereka pun ramai-ramai hadir pada pembukaan rapat kerja daerah (Rakerda) PDIP di Grand Claro Hotel Makassar, Kamis (12/3).
Dari Makassar saja, sedikitnya ada enam balon yang tampak hadir. Masing-masing Mohammad Ramdhan Pomanto, Munafri Arifuddin, Syamsu Rizal MI, Irman Yasin Limpo, Taufiqul Hidayat, serta dr Fadli Ananda. Dari internal PDIP juga hadir Andi Yagkin Padjalangi dan Alimuddin.
Tak hanya itu, sejumlah bakal calon bupati juga terlihat. Yakni Indah Putri Indriyani dari Luwu Utara, Thoriq Husler dari Luwu Timur, Theofilus Allorerung dari Tana Toraja, Yohanis Bassang dan Kalatiku Paembonan dari Toraja Utara, Suardi Saleh dan Andi Riogi dari Barru, Rahman Assegaf dan Muammar Muhayyang dari Pangkep, AS Chaidir Syam dan Hj Suhartina Bohari dari Maros, Adnan Purichta dan H Abd Rauf Malaganni dari Gowa, Tomy Satria Yulianto dari Bulukumba, serta Basli Ali dari Selayar.
Hanya saja, belum ada satu pun rekomendasi atau surat tugas yang dikeluarkan oleh partai berlambang banteng gemuk ini. Para bakal calon ada yang memanfaatkan untuk melobi hingga foto bersama dengan petinggi partai.
Rakerda dibuka Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto, didampingi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Ketua DPD PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri (ARW). Mereka ikut memukul gendang tanda dimulainya rakerda.
Hasto Kristiyanto dalam acara pembukaan memuji kinerja ARW. “Pak Ridwan ini dinilai baik oleh DPP PDIP dalam memimpin partai ini di Sulawesi Selatan. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih,”ujar Hasto.
Ia menyebut keberhasilan ARW, yakni menambah kursi PDIP Sulawesi Selatan di DPR RI, dari dua menjadi tiga kursi.
Untuk kemenangan pada pilkada 2020 ini, secara nasional PDIP menargetkan 60 persen. Untuk Sulsel sendiri, dari 12 daerah yang akan ikut pilkada seretak, PDIP menargetkan menang di delapan daerah.
“Kami punya target nasional 60 persen. Kalau di Sulsel kita delapan daerah (menang),” ujar Hasto.
Ketua DPD PDIP Sulsel Andi Ridwan Witri mengatakan, rakerda yang dilaksanakan untuk membahas stategi pemenangan partainya dalam menghadapi pilkada 2020 dan Pemilu 2024.
“Karena itu, kami melakukan pelantikan anggota sayap partai untuk menyiapkan kader muda yang bisa melakukan inovasi dalam menghadapi pemilu ini,” ucapnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini seluruh pengurus PDIP se-Sulawesi Selatan serta Ketua Bidang Perempuan dan Kesehatan DPP PDIP Sri Rahayu. Kemudian anggota Fraksi PDIP di DPR RI Samsu Niang, I Nyoman Parta, Sarce Bandaso, serta Sofyan Tan.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah yang hadir dalam acara ini, mengatakan bahwa dirinya merupakan usungan PDIP pada pilgub Sulsel 2018 lalu. ”Saya paling pertama yang diumumkan oleh Ketua Umum Bu Megawati Soekarnoputri,” ujarnya.
Mantan bupati Bantaeng itu pun menekankan pentingnya menjaga komitmen yang telah disepakati antara kandidat dengan partai, khususnya PDIP.
“Ini juga penting bagi calon kepala daerah yang akan diusung. Jangan karena sudah diusung, itu sudah selesai. Tetapi apapun yang terjadi kita harus membawa nama besar partai,” ujar Nurdin.
Nurdin yang hadir mengenakan kemeja berwarna merah, juga melihat kandidat yang hadir di rakerda PDIP akan terpilih kembali.
“Kalau saya lihat mereka semua, auranya oppo (terpilih kembali) ini. Tanpa mengecilkan kandidat yang lain,” tandasnya.
Diketahui, beberapa bakal calon bupati petahana yang hadir adalah Moh Ramdhan Pomanto, Syamsu Rizal di Makassar, dan Kaswadi Razak Soppeng.
Adnan Purichta Ichsan (Gowa), Indah Putri Indriani (Luwu Utara), Thoriq Husler Luwu Timur, Kalatiku Paembonan (Toraja Utara), Suardi Saleh (Barru), Basli Ali (Selayar), dan Tomy Satria Yulianto (Bulukumba).

Progress Ekonomi Sulsel

Nurdin juga memaparkan progress ekonomi Sulsel. Ia menjelaskan, sejak Indonesia merdeka, Sulsel bahkan Indonesia bagian timur bergantung dengan Jakarta dan Surabaya untuk melakukan ekspor.
“Desember tahun 2018, Alhamdulillah kita sudah bisa direct call (pengiriman langsung). Awal kita launching hanya 40 teus per bulan, sekarang 4000 teus per bulan,” bebernya.
Lewat kesempatan ini, Nurdin juga mengajak seluruh kepala daerah dan legislatif, agar sama-sama menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Sulsel. “Saya kira momentum pertumbuhan ekonomi ini kita jaga dengan baik,” tambahnya.
Sebelumnya, Nurdin Abdullah menjelaskan, direct call ini sudah berhasil memangkas waktu perjalanan ekspor hingga 10 hari. Direct call juga menghemat biaya hingga 500 dollar AS.
“Selain meningkatkan nilai ekspor, direct call export juga menyumbang tingginya angka pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan,” katanya.
Pertumbuhan ekonomi seiring dengan program Pemprov Sulsel untuk mensupport kabupaten kota dengan memberikan bantuan keuangan daerah ratusan miliar per tahunnya. Hal ini sudah menjadi role model secara nasional. Pemerintah provinsi tidak lagi menjadi saingan kabupaten/kota.
“Kami bersama bupati telah sepakat bahwa Sulawesi Selatan ini harus menjadi role model Indonesia. Jangan provinsi dengan kabupaten lomba-lomba membangun,” jelasnya.
Lebih lanjut Nurdin menjelaskan, bantuan keuangan daerah bawahan ini merupakan hasil dari efisiensi dari anggaran perjalanan dan yang paling tinggi hasil direct call.
“Alhamdulillah kita mendorong bagaimana Sulawesi Selatan ini dibangun dengan sistem, dan kita mencoba mendorong efisiensi terus,” ujarnya.
Ia juga mengaku, dirinya jarang berada di kantor selama menjabat gubernur, sebab lebih banyak waktunya keliling daerah dan melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di kabupaten/kota se-Sulsel.
“Kami keliling dengan Pak Wagub melihat apa yang menjadi kebutuhan daerah. Akhirnya kita putuskan bagaimana pak bupati kita bikin ini, bikin itu, kita siapin anggarannya,” ungkapnya.
Paling penting, katanya, hasil dari bantuan keuangan daerah ini sudah bisa dinikmati langsung masyarakat Sulsel. Salah satu yang menonjol yakni pembangunan Rumah Sakit Regional Sulsel Asri Ainun Habibie.
“Tahun ini kita sudah rasakan hasilnya. Terbangun rumah sakit regional di Kota Parepare. Jadi tidak lagi semua harus ke Makassar rujukannya. Sekarang Parepare sudah bisa menjadi rujukan,” pungkasnya. (nug-rif)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.