Headline

Buat Hand Sanitizer, Caranya Mudah


DI tengah merebaknya covid-19, masker serta hand sanitizer jadi buruan. Akibatnya, dua kebutuhan tersebut itu menjadi langka di pasaran.
Di tengah kesulitan itu, muncul usaha untuk menghadirkan pengganti dengan menggunakan bahan alami membuat hand sanitizer.
Dosen dan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) berkolaborasi membuat hand sanitizer yang bisa mencegah penyebaran virus corona. Mereka memanfaatkan bahan yang mudah didapat di sekitar rumah.
Kepala Laboratorium Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Industri (FTI) UMI Rismawati Rasyid, bersama beberapa mahasiswanya membuat sendiri hand sinitizer. Ia pun menyarankan agar masyarakat umum membuat sendiri.
Dijelaskan Risma, hand sanitiser buatannya ini adalah cairan sebagai pengganti cuci tangan yang mengandung antiseptik, karena menggunakan alkohol 70 persen. Selain itu, mengandung lidah buaya (aloevera) gel sebagai perawatan kulit.
“Lidah buaya gel ini kan bisa sebagai perawatan kulit, sehingga tidak terjadi iritasi kulit,” katanya saat memeragakan hand sanitizer buatannya di kampus UMI, Kamis (12/3).
Hand sinitizer buatan Risma dan mahasiswa juga ditambahkan dengan esential oil dari ekstrak kulit jeruk. Cairan ini sekaligus berfungsi sebagai pewangi.
“Jadi bahan yang digunakan alami dan mudah didapatkan. Hanya alkohol 70 persen yang dibeli di toko bahan kimia. Kalau lidah buaya gel biasanya tumbuh dekat rumah. Kulit jeruk yang diambil ekstraknya juga mudah diperoleh,” jelasnya.
Risma menjelaskan, berdasarkan literatur yang dibacanya, alkohol 70 persen bermanfaat untuk membunuh kuman. Termasuk mencegah virus corona.
Cara membuatnya, juga dikatakan cukup mudah. Pertama, aloe vera gel ditimbang. Misal 10 gram, maka diambil perbandingan 1:3. Sebanyak 1 gram gel lidah buaya dicampur dengan 3 gram cairan alkohol 70 persen.
Aloe vera dan alkohol ini dicampur, kemudian diaduk selama 15 menit. Setelah itu ditambahkan esential oil sebanyak 10-20 tetes sebagai pewanginya.
“Kemudian dikemas dalam botol yang disiapkan. Itu tadi contoh untuk produksi bisa sampai 10 botol,” katanya.
Hand sinitizer buatan Risma ini tidak diperjualbelikan. Hanya dibagikan ke sekitar kampus UMI untuk sementara waktu ini.
“Ini kita bagikan ke sekitar kampus karena stoknya hampir habis di toko-toko. Kami bagikan secara gratis,” ungkapnya.
Risma mengakui jika sebenarnya produk serupa juga sudah ada. Namun hand sinitizer ini ditambahkan variabel berbeda. Misalnya jeruk yang digunakan sebagai pengganti esential oil.
“Kalau motivasi kami memang supaya masyarakat bisa memproduksi sendiri, karena bahannya mudah ditemukan,” ungkap Risma. (nug)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.