Kriminal

DPO Kasus Korupsi Underpass Bandara Terlibat Lakalantas


MAKASSAR, BKM — Rosdiana Hadris (50), tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan lahan proyek pembangunan jalan simpang lima underpass Makassar-Maros, terlibat kecelakaan lalulintas di jalan poros Maros-Makassar, Minggu petang (1/3) sekitar pukul 18.30 Wita.
Rosdiana Hadris juga masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan. Informasi kecelakaan kendaraan yang melibatkan DPO Kejati Sulsel, Rosdiana mendapat pembenaran Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Idil.
Idil menyebut, pihak Kejati Sulsel sekarang ini telah melakukan pengecekan di lapangan atas informasi kecelakaan yang menewaskan buronan Rosdiana pengendara sepeda motor Yamaha Mio Fino nopol DD 4583 RQ dengan bus Volvo B11R yang dikemudikan Dolo Sudianto (29) dengan nopol DD 7745 XX.
”Pengecekan informasi langsung dilakukan di kediaman korban dan peristiwa itu benar adanya. Korban tewas merupakan DPO kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejati Sulsel,” tegas Idil, Rabu (11/3).
Informasi yang diketahui, penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel telah menetapkan dua orang tersangka. Dia adalah Ahmad Rifai dan Rosdiana Hadris. Untuk tersangka Ahmad Rifai, sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Makassar.
Sementara Rosdiana dalam pengejaran setelah mangkir enam kali dari panggilan penyidik untuk hadir dalam kapasitasnya sebagai tersangka sebelum akhirnya dikabarkan tewas karena kecelakaan lalulintas.
Peran tersangka dalam kasus ini yaitu berperan selaku sekretaris Satgas (Satuan Tugas) pengadaan tanah dalam proyek pembebasan lahan underpass tersebut. Tersangka pada saat itu merupakan pejabat yang menjabat sebagai Kasubag Pertanahanan dibagian Pemerintahan Kota Makassar. Ia dianggap telah menerima fee atau imbalan sebesar Rp250 juta, hasil jual beli lahan underpass yang telah dibayarkan. (arf/mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.