Kriminal

1.451 Personel TNI-Polri Amankan Omnibus Law


MAKASSAR, BKM — Aksi unjukrasa omnibus law yang dilakukan berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa di Kota Makassar, berlangsung aman. Kondisi ini tidak terlepas dari bantuan personel keamanan yang melakukan pengawalan.
Ribuan personel TNI-Polri di seluruh wilayah Makassar, dilibatkan melakukan pengamanan. Ribuan massa melakukan aksi unjukrasa dibeberapa titik di Makassar. Seperti di wilayah Kawasan Industri Makassar (KIMA), perlimaaan Bandara Sultan Hasanuddin, depan kantor gubernur Sulsel, flyover Pettarani, dan depan gedung DPRD Sulsel.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, mengatakan, personel gabungan yang dilibatkan pengamanan ada 1.451 orang. TNI sebanyak 1 peleton dari Kodim ditambah 1 SSK pasukan Lanud, serta 1 SSK pasukan Paskhas AU.
”Ribuan personel itu, pola pengamanan tetap menggunakan protap (prosedur tetap) yang memang digariskan Polri. Alhamdulillah, unjukrasa berjalan lancar dan aman,” tukas Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan, Rabu (11/3).
Yudhiawan menyebutkan, massa tidak boleh anarkis dan Polri pun melakukan pengawalan penuh. Tetap sesuai UU Nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.
Berdasarkan pantauan, ribuan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Menolak (Geram) Omnibus Law melakukan aksi demonstrasi di depan kantor gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo Makassar.
Juru bicara Geram, Andi Malanti, mengatakan, pihaknya turun ke jalan melakukan aksi karena ada beberapa pasal yang dihilangkan dengan rancangan Undang-undang Omnibus Law tersebut.
”Seperti adanya pesangan buruh yang dihilangkan. Kemudian persoalan outsourching dan kontrak kerja, saat ini sudah dihapus dalam pasal. Tidak ada lagi istilah outsourching dan kontrak kerja, ” tegasnya. (mat/mir)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.