Headline

Siswi MTs Mengaku Diculik Tiga Pria Bertopeng


PANGKEP, BKM — Seorang anak perempuan terbaring di atas tempat tidur ruang unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Batara Siang, Pangkep. Petugas medis memberinya bantuan pernapasan.
Remaja tersebut bernama Rahmawati. Berusia 14 tahun. Masih tercatat sebagai siswa sebuah madrasah tsanawiyah (MTs). Rumahnya berjarak kurang lebih 5 kilometer dari rumah sakit. Tepatnya di Kampung Bontojai, Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene.
Rahmawati mendapat perawatan setelah sebelumnya ia mengaku mengalami percobaan penculikan di Kampung Male’leng, Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, Sabtu (7/3) sekitar pukul 14.00 Wita. Pelaku disebutkan menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam.
Dari pengakuan Rahmawati, di dalam mobil dia tidak sendirian. Melainkan sudah ada dua orang wanita yang sebaya dengan dirinya yang disekap dalam mobil. Tangan dan kakinya diikat dengan tali. Mulutnya dilakban.
Awalnya, Rahmawati bersama dua temannya dipanggil oleh tiga pria bertopeng yang meminta kepada korban untuk melihat foto di handphone pelaku. ”Lihatki dulu ini foto, kita kenal atau tidak,” begitu permintaan pelaku yang menggunakan topeng.
Korban kemudian mendekat. Saat itulah ia langsung ditarik naik ke atas mobil. Salah satu dari pelaku langsung menyekap mulut korban dengan menggunakan obat bius dari belakang, hingga akhirnya korban tak sadarkan diri.
Beberapa saat kemudian, korban sadar dan kaget telah berada di atas mobil bersama tiga orang lainnya. Selanjutnya, saat memasuki waktu magrib pukul 18.30 Wita, mobil berhenti dan tiga orang pelaku turun lagi. Rencananya mereka hendak menculik anak lainnya yang berada di pinggir jalan.
Ketika pelaku lengah, korban berhasil melarikan diri bersama dua orang lainnya. Sementara satu lainnya masih berada di atas mobil.
Upaya meloloskan diri dilakukan dengan cara membuka pintu mobil dengan menggunakan mulut. Selanjutnya melompat ke sawah, dalam keadaan tangan terikat, Rahmawati kemudian melarikan diri ke rumahnya yang jaraknya kurang lebih 3 km. Sementara dua korban lainnya yang melompat ke sawah belum ditemukan.
Menurut Rahmawati, mereka yang berada di atas mobil tidak mengenal satu sama lain. Pelaku sulit dikenali, karena mereka mengenakan penutup wajah. Sementara mobil yang digunakan tidak diketahui oleh korban.
Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji yang dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, Minggu (8/3) hanya menjawab singkat bahwa rencananya Senin hari ini akan digelar rilis di mapolres.
Mantan Kapolres Enrekang ini terkesan hati-hati memberikan keterangan terhadap kasus dugaan penculikan anak ini. “Insyaallah kita press release masalah ini Senin besok, bang,” ujar Ibrahim Aji.
Dihubungi terpisah, Kapolsek Pangkajene AKP Asgar menegaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan terkait kasus penculikan tersebut. Namun, ia menduga pengakuan remaja tersebut hanyalah rekayasa dan sengaja dikarang.
“Apa yang dialami anak itu yang mengatakan dirinya diculik, hanya rekayasa yang sengaja dikarang-karang. Dia takut kepada orangtuanya, karena sejak pukul 10 hingga menjelang malam belum kembali ke rumahnya. Pengakuannya berbeda dengan keterangan temannya,” ujar AKP Asgar. (udi/c)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.