Headline

JPO Petta Rani Dibongkar, Diganti Pelican Crossing


MAKASSAR, BKM – Pengerjaan jalan tol layang AP Petta Rani terus dipacu. Sejumlah hambatan dalam pengerjaan berusaha untuk diselesaikan. Salah satunya, terkait pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) yang posisinya berada di depan Ramayana Departement Store.
Karena status Jalan AP Petta Rani adalah jalan nasional, makanya menjadi kewenangan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII untuk membongkarnya.
Pembongkaran ini dilakukan karena pemasangan box girder proyek jalan tol layang AP Pettarani telah memasuki area tersebut. Proses pembongkaran JPU tersebut mulai dilakukan Sabtu (7/3). Besi-besi penyangga jembatan mulai dipotong dan dibongkar.
Kepala BBPJN XIII Makassar Miftachul Munir, Minggu (8/3) mengatakan, agar tidak mengganggu arus lalulintas yang cukup padat di kawasan tersebut, aktifitas pembongkaran dilakukan pada malam hari.
Pihaknya juga sudah memasang spanduk permohonan maaf kepada para pengguna jalan apabila aktifitas pembongkaran JPO tersebut mengganggu perjalanan.
“Kita programkan memang pada malam hari agar meminimalisir gangguan arus lalu lintas di lokasi tersebut,” ungkap Micftahul.
Sebelumnya, Direktur PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) Anwar Toha mengatakan, pihaknya berharap agar JPO yang ada di AP Petta Rani bisa dibongkar karena dinilai menghambat pekerjaan.
Menurut Anwar, secara fungsional, JPO tersebut sudah tidak maksimal dipergunakan. Sudah jarang orang yang melintasi jembatan tersebut.
“Jadi kami usulkan ke Pemkot Makassar sebaiknya dibongkar saja. Apalagi, JPO itu secara estetika, bangunannya juga tidak bagus. Kemudian fungsi bangunan juga sudah jarang digunakan. Lebih cenderung jadi tempat pemasangan iklan saja,” sebut Anwar.
Hingga saat ini, kata Anwar, proses pengerjaan jalan tol layang AP Petta Rani sudah sekitar 60 persen.
“Posisi pekerjaan sudah pada pemasangan box girder di pertigaan Jalan Boulevard, Petta Rani hingga Pengayoman. Akses keluar masuk tol juga saat ini sementara kita rampungkan,” ungkap Anwar.
Deadline pengerjaan tol layang Jalan AP Petta Rani sisa lima bulan. Sisa waktu tersebut harus dimanfaatkan kontraktor untuk menyelesaikan tol dalam kota tersebut.
Anwar menyebutkan, dirinya sedikit pesimis atau tidak ingin berkomentar lebih jauh, apakah kontraktor mampu menyelesaikan proyek di sisa waktu enam bulan tersebut.
“Perpanjangan waktu pengerjaan itu kan sampai bulan Juli 2020. Artinya sisa lima bulan, dan progress saat ini sudah 60 persen. Kita lihat masih on progres,” ungkap Anwar.
Disamping akan melakukan evaluasi, pihaknya setiap akhir pekan melakukan meeting dengan pihak kontraktor dengan mendorong percepatan pengerjaan.
“Setiap akhir pekan, ada namanya weekly meeting. Pertemuan ini kita terus mendorong progres pengerjaannya. Tapi saya lihat semuanya masih on track. Jadi kita belum bisa ngomong apa. Waktu yang tersisa enam bulan kita dorong,” ungkapnya.
Rencananya, JPO yang dibongkar tersebut nantinya akan diganti dengan pelican crossing. Pelican crossing yang merupkan singkatan dari pedesterian light controlled crorssing adalah zebra cross yang dilengkapi dengan alat kontrol lampu pengatur lalulintas di tempat penyeberangan jalan.
Diketahui bahwa proyek ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Wika) sebagai pemenang tender proyek milik PT Bosowa Marga Nusantara (BMN). Proyek sepanjang 4,3 km memiliki total anggaran sebesar Rp2,2 triliun. (rhm)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.