Headline

Dua Begal Tumbang Didor, Tiga Penadahnya Dibui


MAKASSAR, BKM — Dua orang tersangka dalam tindak pidana pencurian disertai kekerasan (curas) berhasil digulung polisi bersama tiga orang penadahnya. Dari penangkapan ini, petugas menyita barang sejumlah bukti hasil kejahatannya. Di antaranya satu unit gawai merek Samsung, satu helm, selembar pakaian, serta satu unit motor.
Pengungkapan kasus ini dari laporan seorang korban bernama Andi Muhartini Kemudian ditindaklanjuti Unit Reskrim Polsek Ujung Pandang berdasarkan laporan polisi bernomor: 18/III/2020/Restabes Makassar/Sektor Ujung Pandang tertanggal 1 Maret 2020.
“Sebelumnya diterima laporan dari korban seorang perempuan. Dalam keterangannya, ia mengaku menjadi korban pembegalan di Jalan Botolempangan oleh dua orang pelaku. Korban saat itu sementara mengendarai motor. Tiba-tiba pelaku datang dengan menggunakan motor berboncengan langsung menarik tasnya, sehingga korban jatuh dan diseret sekitar tiga meter,” jelas Kapolsek Ujung Pandang Kompol Wahyu Basuki, kemarin.
Ketika terjatuh, lanjut kapolsek, korban berusaha mempertahankan tas miliknya. Namun karena tak berdaya, gawai miliknya berhasil dibawa kabur.
Setelah kejadian itu, Kompol Wahyu bersama Kanit Reskrim Iptu Edi Gunawan membesuk korban yang dirawat di Rumah Sakit Siloam. Disamping itu mengumpulkan keterangan. Selanjutnya menurunkan unit opsnal untuk menyelidiki pelaku. Hasilnya, pelaku berhasil teridentifikasi berkat rekaman kamera CCTV yang berada di tempat kejadian.
Perwira satu bunga melati di pundaknya ini mengungkapkan, terkuak lagi informasi yang diperoleh unit opsnal yang menyebutkan bahwa gawai korban dikuasai oleh seorang lelaki, yang identitasnya diketahui bernama Jumadi, tinggal di Jalan Balana.
Tak butuh waktu lama, tim opsnal langsung bergerak mendatangi Jumadi di Jalan Kerung-kerung. Ia berhasil diamankanbersama barang bukti gawai milik korban yang dikuasainya.
Dari keterangan Jumadi, disebutkan bahwa gawai tersebut ia beli dari lelaki bernama Miming seharga Rp200 ribu. Lagi-lagi pengembangan dilakukan. Mimin pun berhasil diamankan di Jalan Muh Yamin. Menurut pengakuan Mimin, gawai yang dijualnya ke Jumadi ia peroleh dari lelaki bernama Wahyu. Pengembangan kembali dilakukan. Wahyu diamankan di Jalan Kerung-kerung.
Tidak sampai di situ. Proses pengembangan terus berlanjut. Hasilnya, dua orang pelaku pun berhasil teridentifikasi. Dia adalah Akbar dan Adrian.
Kedua pelaku yang merupakan eksekutor dan jokinya ini diamankan di Jalan Tidung saat tertidur di rumahnya. Hasil interogasi terhadap Akbar, ia mengakui bahwa dirinya yang berperan sebagai jJoki yang menemani Adrian menjambret korban hingga terjatuh di Jalan Botolempangan. Adrian yang menarik tas korban berisi gawai merek Samsung dan uang tunai senilai Rp1 juta.
Aksi lainnya juga diakui pelaku, bahwa dirinya juga pernah beraksi pada bulan Juni dengan cara memarangi wajah korbannya dan juga merampas gawai korbannya. Namun saat itu pelaku menjalani proses pidana.
Usai diinterogasi, kata Kapolsek, selanjutnya tim opsnal pada hari Senin (9/3), menggiring keduanya dalam pengembangan penunjukan tempat kejadian perkara (TKP). Hanya saja proses pengembangan tak berjalan mulus lantaran keduanya melakukan perlawanan hingga lepas dari kawalan petugas. Akhirnya mereka dilumpuhkan setelah tak menggubris tiga kali tembakan ke udara. Sementara tiga penadahnya dibui. (ish)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.