Headline

Danny Pinang Zunnun


Golkar Tahan Rekomendasi Cabup Tator dan Gowa

MAKASSAR, BKM — Siapa yang akan mendampingi Moh Ramdhan Pomanto di pemilihan wali kota Makassar 23 September mendatang, mulai terkuak. Nama yang dipinang adalah Zunnun Nurdin Halid.
”Apakah anda setuju jika wakil saya dari kalangan millenial?” tanya Danny –sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto.
Pertanyaan itu pun dijawab serentak oleh kader beringin dengan kata setuju dan oke. ”Karena bapak dan ibu setuju, maka saya berharap agar politisi millenial seperti Zunnun itu menjadi wakil saya,” kata Danny lagi.
Hal ini terungkap dalam tasyakuran dan deklarasi pilkada damai di Celebes Convention Center (CCC) Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (8/3). Kegiatan dirangkai dengan penyerahan rekomendasi dan surat tugas kepada calon kepala daerah dan wakilnya.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyerahkannya secara langsung. Airlangga datang bersama sekjen dan sejumlah pengurus DPP. Termasuk Nurdin Halid yang tak lain adalah ketua Golkar Sulsel.
Danny didapuk mewakili para penerima rekomendasi untuk memberikan sambutan. Ia menyampaikan terima kasihnya kepada jajaran pengurus DPP, termasuk pengurus DPD Golkar Sulsel yang dipimpin Nurdin Halid.
Danny juga memaparkan bila dalam rekomendasi tersebut dirinya belum memiliki calon wakil. Karena iut, harapannya agar wakil yang pas adalah dari kalangan milenial.
Selain untuk Danny di pilwali Makassar, Golkar juga menyerahkan rekomendasi untuk sembilan daerah lainnya. Calon bupati untuk dua kabupaten, yakni Tana Toraja dan Gowa masih ditahan .
Penyerahan dukungan minus dua daerah tersebut, diakibatkan ada beberapa pertimbangan. Ketua DPD II Golkar Gowa Hoist Bachtiar mengakui hal tersebut. “Iya, belum diberikan,” ujarnya, kemarin.
Hal sama juga disamapikan Ketua Golkar Toraja Viktor Datuan Batara, yang tak lain adalah bakal calon bupati dan wakil bupati di daerah tersebut.
Adapun yang menerima surat tugas yakni Tajerimin untuk pilbup Maros, Andi Ilham Zainuddin dari Pangkep, Malkan Amin di Barru, Basli Ali di Selayar, dan Thoriq Husler untuk Luwu Timur.
Calon lainnya Andi Kaswadi Razak dari Soppeng, Indah Putri Indriyani dari Luwu Utara, Yohanes Bassang di Toraja Utara, Andi Hamzah Pangki dari Bulukumba, serta Mohammad Ramdhan Pomanto untuk Makassar.
Penanggungjawab kegiatan tasyakuran Farouk M Betta, memuji pelaksanaan kegiatan ini. Ketua DPD II Golkar Makassar itu pun mengucapkan terima kasih atas kedatangan elite Golkar dan semua yang ikut berpartisipasi.
“Tak lupa saya haturkan permohonan maaf manakala ada kekurangan dalam pelaksanaan ini,” ujar Aru, panggilan akrab Farouk sambil menutup dengan sebuah pantun.

Tinggalkan Sulsel

Berbicara di depan massa dan kader, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto meminta agar Ketua DPD I Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid (NH) sebaiknya meninggalkan Sulsel. Selanjutnya fokus beraktifitas di Jakarta sebagai wakil ketua umum DPP Golkar.
Arilangga menilai Sulsel terlalu sempit bagi NH. Olehnya itu, harus urus Golkar secara nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini juga meminta agar badan pemenangan pemilu dan saksi mulai bekerja saat ini. Di seluruh kabupaten/kota buat kegiatan minimal sekecil ini. Bangkitkan semangat Partai Golkar.
“Kita punya beberapa provinsi yang akan pilkada. Khusus di Sulsel, maka selaku pimpinan harus mendukung calon usungan agar bisa memenangkan pilkada,” tandas Airlangga.
Airlangga juga meminta agar kader Golkar di Sulsel dapat menjaga basis kekuatan di Indonesia timur. “Jadi konsolidasi total dan menangkan pilkada di masing-masing daerah,” tegasnya. (rif)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.