Headline

Karena Corona, Daerah Diminta Hemat Belanja


MAKASSAR, BKM– Merebaknya virus corona atau covid-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia, berdampak langsung terhadap aktivitas perekonomian. Karena itu, pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meminta kabupaten/kota agar melakukan penghematan belanja yang tidak produktif.
Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sulsel Junaedi, mengaku pemprov melalui BPKAD telah melakukan pertemuan dengan seluruh pengelola keuangan pemkab/pemkot. Dalam pertemuan tersebut disampaikan penegasan kepada seluruh pengguna anggaran untuk melakukan penghematan anggaran yang tidak produktif.
Hal tersebut dilakukan lantaran isu virus corona sedikit menghambat transfer keuangan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Karena diketahui, seluruh kabupaten/kota di Sulsel tumbuh melalui dana transfer pemerintah pusat.
“Isu virus corona atau covid 19 sedikit menghambat transfer keuangan dari pemerintah pusat ke pemda, olehnya itu pekan lalu kita melakukan pertemuan dengan seluruh pengguna anggaran untuk melakukan penghematan anggaran tidak produktif,” ujar Junaedi, Kamis (5/3).
“Juga virus corona ini mengancam pendapatan negara, lantaran tidak menutup kemungkinan ekspor dan impor mengalami penurunan disebabkan virus corona, diperparah lagi perang dagang antar China dan Amerika masih berlanjut hingga saat ini,” sambung Junaedi.
Sementara untuk anggaran untuk menangkal virus corona. Kata Junaedi telah tersedia pada anggaran tak terduga. Anggaran tersebut sudah masuk pada ABPD masing-masing Kab/Kota.
“Belanja tak terduga ini harus betul-betul dilakukan penghematan, secara spesifik belum tidak ada untuk virus corona saja tapi anggaran tak terduga diperuntukkan pada kejadian luar biasa, mudah-mudahan virus tidak menjadi kejadian luar biasa meskipun demikian kita tetap mengantisipasi hal tersebut,” ungkapnya.
Anggaran belanja tak terduga Pemprov Sulsel sebesar Rp20 miliar. Menurut Junaedi, anggaran tersebut memang nilainya tidak terlalu besar. Tapi jika digabungkan pada masing-masing kabupaten/kota maka jumlahnya cukup besar.
“Jumlah belanja tak terduga Sulsel secara keseluruhan Rp20 miliar. Ini memang tidak besar tapi setelah diakumulasi secara total kabupaten/kota anggaplah seluruh kabupaten kota rata-rata Rp3 miliar sampai Rp5 miliar itu kan jadinya besar untuk Sulsel,” tutupnya.

Belum Batasi Agenda

Pemerintah Kota Makassar sejauh ini belum membatasi agenda pertemuan dengan delegasi luar negeri. Walaupun wabah virus corona baru, covid-19 sudah masuk ke Indonesia dan telah menginfeksi dua orang di Kota Depok, Jawa Barat.
Meski kasus penyebaran corona kini menjadi perhatian serius dunia, namun pemerintah Kota Makassar belum melakukan pembatasan terhadap agenda-agenda pertemuan dengan delegasi luar negeri, termasuk Jepang.
Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengatakan, sejauh ini belum ada agenda Pemkot Makassar dengan delegasi luar negeri yang dibatalkan. Baik delegasi dengan swasta, ataupun agenda resmi kenegaraan. Hanya saja, bagi tamu luar negeri yang batal berkunjung ke Makassar akibat pembatasan penerbangan oleh pemerintah pusat, diakui Iqbal diluar kendali Pemkot Makassar.
Sebelumnya, pada 27 Februari lalu, Pemerintah Kota Makassar menerima rombongan tamu penting dari Jepang yang dipimpin Asisstant Vice Minister Kementerian Sekretariat Jepang Ichikawa Atsuhi.
Kedatangan delegasi Jepang itu untuk menghadiri agenda konferensi kota cerdas atau smart city conference with japan association for smart cities in asean (Jasca).
Sementara itu, untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona di Sulawesi Selatan, Gubernur HM Nurdin Abdullah bersama Pj Wali Kota Iqbal Suhaeb melakukan pengecekan langsung persiapan Rumah Sakit Umum Pusat Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Nurdin mengucapkan terima kasih kepada RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar yang telah menyediakan ruangan isolasi dan mobil ambulance khusus untuk persiapan ketika ada pasien corona.
“Saya mengapresiasi Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar telah menyediakan ruangan isolasi, dan ambulans untuk mengevaluasi kalau ada pasien yang terjangkit virus corona,” ungkap Nurdin Abdullah usai memeriksa ruangan isolasi RSUP Wahidin Sudirohusodo.
Antisipasi ini sifatnya wajib, sebab ini sudah menjadi masalah dunia. Apalagi sejak diumumkan oleh presiden bahwa sudah ada dua pasien positif virus corona.
“Dua kasus sudah ada di Indonesia, sehingga kita semua daerah harus lebih mengantisipasi,” katanya.
Kendati demikian, Nurdin Abdullah berharap Sulsel bisa terhindar dari virus ini. Karena, bila Sulsel terindikasi virus tersebut akan berdampak besar, baik untuk pertumbuhan ekonomi maupun kunjungan wisatawan di Sulsel.
“Harapan kita mudah-mudahan Sulawesi Selatan tidak ada (virus corona). Karena dampaknya sangat besar. Ketika di daerah ada pasien corona, kita juga tidak bisa ke daerah lain. Begitu juga orang lain tidak akan datang ke sini. Padahal ekonomi ini harus kita dorong, percepat,” tandasnya. (rhm-nug)

Komentar Anda



Channel


Comments
To Top
.